Minggu, 22 Maret 2026

Pemandangan langit malam: Setengah bulan Ramadan (Idul Fitri 1447 H)

Bismillahirrahmanirrahim,

Tulisan ini sebenarnya ingin aku tulidi hampir pertengahan bulan Ramadan 1447 H kemarin, tetapi karena suatu hal ini dan itu maka tidak bisa terlaksana akhirnya karena membuka foto-foto dan ingat foto "setengah bulan" maka aku ingin mencoret-coret saja mungkin kurang dari berbagi tetapi hanya menuliskan satu dua hal :)

Setengah bulan Ramadan 1447 H

Ingin aku menuliskan tentang renungan jelang pertengahan bulan Ramadan kemarin, waktu itu. Karena bulan Ramadan telah berlalu dan momen juga sudah hilang aku bingung harus menulis apa, oke baiknya aku menulis tentang ucapan yang seharusnya diucapkan di lebaran atau Idul Fitri 1447 Hjiriah saja:

 Segenap Keluarga Fikri Thufaily

mengucapkan

Taqobbalallahu Minna Wa Minkum

Mohon maaf lahir dan batin :) 

 

 
Demikian coretan kali ini, semoga kita bertemu lagi dengan Bulan Ramadan dan setelah ia berlaluu ini kita bisa meneruskan amal ibadah yang selama ini kita tingkatkan di dalamnya. Aamiin.

Selasa, 10 Maret 2026

Kembali Menulis, Kembali Berbagi Kabar

Bismillahirrahmairrahim,

Setelah beberapa hari berlalu dari pengumuman peserta terpilih antologi puisi "Menumbuhkan Cinta" terbitlah pengumuman lomba lain berjenis surat dengan tema "Untuk yang Kupanggil Ayah", meskipun tidak termasuk juara 1-3 tetapi Alhamdulilah nama saya ada diantara 130 peserta yang terpilih.

Sebelum ada lomba ini sebenarnya memang aku ingin menulis tentang ayah rahimahullah, tetapi ada lomba itu semakin memacu untuk mempercepat tulisan itu untuk muncul.

Semoga ini adalah awal saya dekat lagi dengan kata, yang semoga saja memudahkan untuk mengolah rasa dan juga berkarya. Jika ada diantara sahabat Karya Fikri yang ingin mendapatkan informasi lomba akan saya share link atau informasinya :) silakan meninggalkan jejak di kolom komentar.

Demikian update informasi kali ini, maaf belum ada yang spesial semoga saja lain kali bisa berbagi cerita atau sekadar nostalgia.

Ada yang penasaran ingin membeli buku antologi tersebut?
mumpung PO dengan harga lebih murah, ini linknya. PO berakhir di tanggal 16 Maret 2026 sepertinya, buruan check it out!

Selasa, 03 Maret 2026

Kembali Menulis, Kembali Menumbuhkan Cinta

 Bismillahirrahmanirrahim,

Sudah cukup lama saya tidak menulis di blog ini, meskipun sebenarnya saya tidak berhenti menulis terutama puisi meskipun tidak sebanyak sebelumnya tapi cukup untuk mengalirkan rasa sehingga tidak menumpuk di jiwa dan membebaninya. Apa kabar sahabat semua? semoga baik-baik saja untuk yang biasa berkunjung ke blog ini maupun yang baru saja melewati.

Kali ini saya kembali dan semoga perlahan bisa pasti untuk menulis lagi, dan pada kesempatan ini juga izinkan saya berbagi untuk sahabat karyafikri yang telah lama menanti (jika memang benar ada yang dinanti). Dan bersama ini saya membawa kabar lain, Alhamdulillah saya ikut berkonstribusi dalam sebuah buku antologi puisi dengan judul "Menumbuhkan Cinta", di dalamnya ada satu puisi saya yang lahir dari perenungan, kerinduan, dan doa.

Pre Order Buku Antologi Puisi Menumbuhkan Cinta

Buku ini bukan hanya tentang saya. Ia tentang banyak suara, banyak hati, banyak cerita yang dipertemukan dalam satu sampul. Dan saya bersyukur bisa menjadi bagian kecil di dalamnya. Jika para sahabat yang ingin memiliki bukunya dan sekaligus mendukung karya saya, bisa melakukan pemesanan (Pre-Order) melalui tautan berikut:

https://bit.ly/bellibukuantologipuisimenumbuhkancinta

Harga mulai Rp 85.000 (belum termasuk ongkos kirim)

Pada form pemesanan bagian penulis yang dikenal dalam buku, tuliskan nama saya:

Muis Nado

Terima kasih untuk sahabat semua. Semoga setiap halaman yang dibaca menjadi pengingat bahwa cinta selalu bisa ditumbuhkan, bahkan di hati yang pernah membatu dan pernah merasakan lebih dari terluka.

Dan untuk blog ini, semoga kita bisa berjumpa di tulisan berikutnya dan dalam waktu yang tidak lama.

Kamis, 22 Agustus 2024

Puisi: Rindu untuk Ayah

 

Foto Ayah bersama Presiden waktu itu (Pak SBY)

Sebelas tahun yang lalu
Terasa bukan selama itu

Di balik foto ini
Banyak sekali kisah perjuangan
Di siang dan berlanjut ke malam

Masih teringat kala itu
Semangatnya yang tak pudar
Fajar mendekatpun tak tampak payah
Hanya aku, pemuda yang minim semangat
Izin untuk segera rihat, melepas penat

Sekarang,
Semua tak akan terulang
Semoga dengannya kelak bertemu
Di Surga-Mu

Duhai Tuhanku
Ampunilah aku
Dan kedua orang tuaku

@Penuh Rindu
22 Agustus 2024

Jumat, 16 Agustus 2024

Puisi: Merdeka!

Merdeka!
Pahlawan,
Mereka berjuang penuh jiwa raga
Demi kemerdekaan Indonesia

Merdeka!
Kini, katamu
Tak sejalan dengan hakikatnya

Merdeka!
Yang seharusnya kau syukuri dengan penuh khidmat
Tapi kau nodai dengan banyak maksiat

Merdeka!
Semoga bangsaku bisa mensyukuri sebagaimana seharusnya
Menjaga nikmat aman, adil, sentosa

Aduhai
Merdeka!
Tanah air, aku cinta
Semoga dakwah Tauhid menjalar ke seluruh Nusantara

@Sedihku, Pilu
Merdeka tak sempurna

Sepulang dari Tambakrejo
Jalan banyak ditutup oleh mereka
Semoga merdeka dirayakan tanpa mengganggu
 

20.52 WIB
16 Agustus 2024

Selasa, 06 Agustus 2024

Puisi: Ngopi, dibalik Rindu

Ngopi, dibalik Rindu

 

"Ngopi"
Yang dibuat dengan rasa
Akan mengalirkan asa
Sederhana tapi penuh makna
Memang beda apa yang dibuat ibunda

Semoga sehat selalu
Setengah jiwa ayahanda
Maafkan aku, tak bisa disisi selalu
Insya Allah akan sering ke sana
Menyusuri rindu dan cinta

@Sendu merindu, 6 Agustus 2024

Senin, 05 Agustus 2024

Puisi: Perbatasan Rindu

 

Perbatasan rindu

Perbatasan Rindu
 
Kadang lidahku kelu
Tuk menggambarkan rindu
Tapi tak jarang tergelitik
Merangkai kata tanpa titik
 
Di perbatasan rindu aku menanti
Tuk bertemu dengannya walau lewat mimpi
Aku hanya bisa menitipkan rasa
Dengan lantunan doa disetiap kala
 
Setengah dari jiwanya masih di sini
Semoga aku bisa berbakti
 
@Rindu yang menitik, 5 Agustus 2024