Kamis, 11 Agustus 2011

[tutorial] Download cara burning CD dengan nero (bakar CD, DVD)

Download tutorial cara memasukkan data ke CD dan DVD.
Cara membakar file ke CD dan DVD menggunakan Nero.
Cara burning CD atau DVD menggunakan Nero.

Download Ebooknya


Rabu, 10 Agustus 2011

Menyoal sejarah (asal-usul) "Sholawat Nariyah"

Lihat pula :
Siapa yang tak kenal dengan shalawat Nariyah? Mayoritas kita mungkin mengenalnya, atau bahkan telah menghafalnya, atau setidaknya pernah mendengar nama tersebut. Tepat sekali, nama ini begitu masyhur di kalangan masyarakat kita sehingga banyak orang yang mengetahuinya. Bahkan saya sendiri dulu pernah menghafal dan sering membacanya dalam kehidupan sehari-hari. Namun sekarang saya meninggalkannya. Alhamdulillah.

Konon kabarnya shalawat Nariyah ini adalah gubahan shalawat dari seorang sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Begitulah cerita yang saya dengar dari kaum Nahdhiyin. Untuk mengetahui kisah itu selengkapnya, bacalah nukilan artikel yang saya dapatkan dari sebuah website berikut ini:




Shalawat Nariyah adalah sebuah shalawat yang disusun oleh Syaikh Nariyah. Syaikh yang satu ini hidup pada zaman Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syaikh Nariyah selalu melihat kerja keras Nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga Syaikh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut shalawat dan Syaikh Nariyah adalah salah satu penyusun shalawat Nabi yang disebut shalawat Nariyah.

Suatu malam Syaikh Nariyah membaca shalawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti Syaikh Nariyah. Namun Nabi mengatakan tidak bisa karena Syaikh Nariyah sudah minta terlebih dahulu.

Mengapa sahabat itu ditolak Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam? dan justru Syaikh Nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh Syaikh Nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.

Jadi Nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bershalawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/shalawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bershalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bershalawat.

Inilah riwayat singkat shalawat Nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan shalawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan Syaikh Nariyah. Dan ada baiknya shalawat ini dibaca 4444 kali karena Syaikh Nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran Syaikh.

Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak. (http://www.indospiritual.com)



Dari tulisan dalam website itu, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pengarang shalawat Nariyah adalah Syaikh Nariyah yang merupakan sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang telah dijamin oleh Allah dengan surga-Nya. Bagaimana tindakan kita dalam menyikapi cerita ini dan yang semisalnya? Apakah kita langsung mempercayainya tanpa melakukan tabayyun?

Seorang muslim hendaknya tidak langsung percaya begitu saja dengan cerita atau kisah yang disampaikan kepadanya tanpa meneliti terlebih dahulu kebenaran cerita atau kisah yang disampaikan kepadanya tersebut. Inilah tabayyun, yakni meneliti kebenaran sebuah cerita yang didisampaikan kepada kita sebelum kita menentukan benar tidaknya cerita tersebut. Terlebih lagi hal ini merupakan permasalahan agama, maka hendaknya kita lebih waspada lagi dalam menerima cerita yang disampaikan kepada kita.

Janggal dan Tidak Lazim
Dari cerita tersebut di atas, ada beberapa hal yang hendaknya kita perhatikan dengan seksama, yang pertama yakni: Benarkah ada sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang bernama Syaikh Nariyah?

Para sahabat Nabi adalah orang-orang yang telah dimuliakan oleh Allah dan dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya dengan pujian Khairun Naas (Manusia Terbaik). Oleh karena itu, banyak diantara kalangan para ulama yang menaruh perhatian yang sangat besar tentang biografi dan perjalanan hidup para sahabat Nabi. Oleh karena itu begitu banyak kitab yang ditulis yang mengumpulkan biografi dan perjalanan hidup generasi terbaik ini dan beberapa generasi yang hidup di zaman kemuliaan Islam tersebut. Sebut saja Hilyatul Awliyaa` yang ditulis oleh Al-Hafizh Abu Nu’aim Al-Asfahani. Ada lagi kitab Tahdzibul Kamal karya al-Hafizh Al-Mizzi, Shifatush Shafwah karya Imam Ibnul Jauzi, Al-Ishabatu fi Tamyizish Shahabah karya al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani dan berbagai kitab sejarah lainnya yang intinya adalah para ulama memberikan perhatian yang sangat besar terhadap biografi dan perjalanan hidup para sahabat Nabi.

Para dewan redaktur majalah As-Sunnah mengatakan, “Setelah meneliti berbagai kitab di atas dan juga referensi biografi lainnya, yang biasa diistilahkan para Ulama dengan kutubut tarajim wa ath-thabaqat, ternyata tidak dijumpai seorang pun di antara Sahabat NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bernama Nariyah. Bahkan sepengetahuan kami, tidak ada seorang pun Ulama klasik yang memiliki nama tersebut. Lalu, dari manakah orang tersebut berasal ??”

Sebenarnya ada sebuah kejanggalan pada nama orang yang disangka sebagai sahabat Nabi tersebut, yakni: jika kita terbiasa berinteraksi dengan hadits-hadits Nabi dan biografi para sahabat, belum pernah kita jumpai adanya nama sahabat Nabi yang mendapat ‘gelar’ “SYAIKH”. Perhatikanlah nama di atas, “Syaikh Nariyah”. Ini adalah sesuatu hal yang sangat tidak lazim terjadi di kalangan para ulama salaf, terlebih lagi para sahabat Nabi. Cobalah seandainya seseorang sedikit saja membaca kitab para ulama yang menuliskan biografi para sahabat,  ketika mendengar atau membaca nama Syaikh Nariyah yang disangka sebagai sahabat Nabi, maka ia akan merasakan sesuatu yang aneh, ganjil dan tidak lazim. Mungkin –Allahua’lam- orang yang membuat kisah ini adalah orang yang tidak terbiasa berinteraksi dengan nama para sahabat Nabi, sehingga ia melakukan tindakan yang cukup fatal dan dianggap ganjil oleh orang-orang yang terbiasa dengan biografi para sahabat Nabi. Dari sini saja kita sudah sangsi tentang keshahihan kisah tersebut sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa tidak ada sahabat Nabi yang bernama Syaikh Nariyah. Jadi, penyandaran shalawat ini kepada sahabat Nabi yang bernama Syaikh Nariyah sangat diragukan kebenarannya.

Kemudian yang kedua, kisah tersebut di atas dinukil dengan tanpa sanad sehingga bagi orang-orang yang memahami betul pentingnya sanad dalam sebuah riwayat, mereka akan sangat sulit melacak keotentikan cerita di atas. Jangankan sanad, artikel tersebut juga tidak mencantumkan referensi dari mana kisah itu dinukil. Sepertinya, -Allahua’alam- orang yang membuat kisah di atas bukanlah orang yang memiliki amanah ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan karena gelapnya asal-usul dan periwayatan kisah tersebut di atas.

Imam ‘Abdullah bin al-Mubarak pernah berkata, “Isnad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada isnad, seseorang akan bebas mengatakan apa yang dikehendakinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam muqaddimah Shahihnya)

Fenomena Yang Sangat Memprihatinkan
Tersebarnya berbagai kisah yang gelap asal-usulnya di masyarakat luas merupakan sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan. Apalagi jika kisah tersebut membawa-bawa nama Rasulullah shallalaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Sungguh kita mengkhawatirkan mereka karena bisa terjatuh ke dalam kedustaan yang diatasnamakan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya)

Berdusta atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidaklah sama dengan berdusta atas nama selain nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Jika berdusta kepada selain Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam saja merupakan sebuah dosa, tentu berdusta atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dosanya jauh lebih besar ketimbang berdusta atas nama selain beliau dikarenakan kedudukan Rasulullah yang mulia, dan dikarenakan kedustaan atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam akan memunculkan suatu hukum tertentu dalam agama yang mana hukum tersebut tidak pernah ada yang pada akhirnya menimbulkan kerusakan yang sangat besar.

Kita ambil saja contohnya dari kisah shalawat Nariyah di atas. Berapa banyak orang yang meyakini bahwa shalawat tersebut berasal dari Syaikh Nariyah yang ‘disangka’ sebagai sahabat Nabi? Berapa banyak orang yang salah kaprah dalam amaliah mereka? Semua itu adalah akibat dari adanya kisah dusta di atas yang diatasnamakan kepada Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Inilah salah satu sebab beredarnya hadits-hadits palsu di tengah umat, yakni adanya tukang-tukang cerita yang mengarang-ngarang cerita, kemudian disandarkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Jika kisah asal usul dari shalawat Nariyah ini tidaklah shahih, merupakan kedustaan atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan merupakan kisah yang gelap asal-usulnya, maka masihkah kita meyakininya dan mengamalkan shalawat ini? Kita katakan tidak. Hendaklah kita meninggalkan perkara-perkara yang tidak jelas asal-usulnya, terlebih lagi menyangkut persoalan agama dan ibadah. Tentu hal ini akan menjadi suatu keharusan untuk meninggalkannya dan beralih kepada amaliah yang shahih yang datangnya dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Bukan berarti orang yang meninggalkan shalawat Nariyah dan tidak mau mengamalkannya adalah orang-orang yang tidak cinta kepada shalawat dan tidak mau bershalawat. Tidak demikian adanya. Hanya saja yang kita kehendaki adalah hendaknya kita bershalawat sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam melalui hadits-hadits yang shahih.

Shalawat merupakan sebuah ibadah yang agung. Oleh karena itu, mustahil kalau Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak mengajarkan kepada kita tatacara bershalawat yang benar. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan kepada kita dengan jelas tentang bagaimana kita bershalawat. Beliau juga mengajarkan kepada kita lafazh-lafazh atau bacaan-bacaan shalawat yang benar. Semua itu telah beliau ajarkan sehingga tidak perlu lagi menggubah atau mengarang-ngarang tatacara dan bacaan shalawat sendiri. Bahkan parahnya lagi adalah jika kita mengiringinya dengan kisah dan cerita yang kita pun mengarangnya sendiri kemudian kita sandarkan kisah dan cerita kita atasnama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam sebagai upaya pembenaran terhadap sesuatu yang batil.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Barangsiapa yang membuat-buat sesuatu yang baru yang tidak kami perintahkan, maka hal tersebut tertolak (di sisi Allah)”(HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak pernah kami contohkan atas amalan tersebut, maka amalan tersebut tertolak (di sisi Allah)”. Allahua’lam bish-showab.



Referensi tulisan:
1.    http://www.indospiritual.com
2.    As-Sunnah edisi 06/Thn. XIV/Dzulqa’dah 1431H/Oktober 2010



Ditulis oleh Abu Shofiyah Aqil Azizi




Tambahan :

Sesungguhnya aqidah tauhid yang diseru oleh Al Qur’anul Karim dan yang diajarkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu laiahi wasallam, mengharuskan setiap muslim untuk berkeyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya yang melepaskan ikatan (kesusahan), membebaskan dari kesulitan, yang menunaikan hajat, dan memberikan manusia apa yang mereka minta. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdo’a kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihannya atau menyembuhkan penyakitnya, walaupun yang diminta itu seorang malaikat yang dekat ataukah nabi yang diutus. Telah disebutkan dalam berbagai ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan haramnya meminta pertolongan, berdo’a, dan semacamnya dari berbagai jenis ibadah kepada selain Allah Azza wajalla. Firman Allah:

قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِهِ فَلاَ يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحِْويْلاً

“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya.” (Al-Isra: 56)

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan segolongan kaum yang berdo’a kepada Al Masih ‘Isa, atau malaikat, ataukah sosok-sosok yang shalih dari kalangan jin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)

Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan ikatan (kesulitan), menghilangkan kesusahan, dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh beliau untuk berkata:

قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ

“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)

Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:

أَجَعَلْتَنِيْ للهِ نِدًّا؟ قُلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ

“Apakah engkau hendak menjadikan bagi Allah sekutu? Ucapkanlah: Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang hasan)

(Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah 227-228, Muhammad Jamil Zainu)

Lihat pula :
Sholawat yang diajarkan oleh Rasulullah
Keutamaan bersholawat kepada Rasulullah

Video : Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi (pada sholat)

Bismillahirrohmanirrohim,
Berikut ini adalah dua video contoh kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada waktu sholat, sebelum atau sesudahnya.




Video Pertama :
- Kesalahan pada Pakaian
- Kesalahan berdiri
- Berdiri jauh dari sutrah (pembatas)
- Kesalahan Takbir
- Kesalahan Sedekap
- Tidak memandang tempat sujud
- Kesalahan Ruku'
- Kesalahan Sujud
- Menyibakkan rambut ketika hendak sujud
- Sujud setelah salam
- Kesalahan duduk diantara dua sujud


Video Kedua :
- Tidak Tuma'ninah
- Tidak menghalangi orang yang melewati sutrah
- Membuka telapak tangan setelah salam
- Mengusap muka setelah salam
- Imam tidak meluruskan shaf
- Kesalahan posisi makmum (bila hanya seorang harus sejajar dengan imam)
- Makmum masbuk menunggu imam berdiri
- Makmum mendahului, menyamai atau terlambat jauh dari gerakan imam
- Berlari dalam mendatangi tempat sholat (masjid)
- Imam tidak menghadap makmum setelah salam
- Salam-salaman setelah sholat

Download CMS Cummunity, Social Network Open Source, Free

Bismillah,
WEB CMS COMMUNITY OPEN SOURCE

Tulisan ini adalah sebuah review tentang CMS Open Source yang digunakan untuk membuat komunitas. Yaitu Web CMS Community Open Source yang beralamat di http://anggemonggo.com/. Namun sayang alamat itu sekarang sudah tidak eksis. Dan saya menemukan terakhir gabung di komunitasnya hanya sebentar. Tapi menurut saya cukup bagus jika CMS ini digunakan untuk membuat sebuah komunitas. Saya sudah menggunakannya beberapa bulan yang lalu dan kini akan berganti CMS Open Source yang lain karena alasan tertentu, yang entah kapan akan percobaan lagi menggunakan CMS Open Source Komunitas yang ada di dunia internet dengan tetap menggunakan domain yang sama.


Kembali ke CMS anggmonggo di atas, CMS ini tergolong sangat mungil dan mudah pemasangannya. Bisa dicoba offline dulu di localhost dan bisa juga langsung dionline-kan. Berikut ini adalah sedikit info yang dapat saya jabarkan mengenai CMS tersebut :

Nama CMS : Web CMS Community Open Source
Alamat URL : http://anggemonggo.com/ (sudah tidak aktif)
Ukuran file : 168.2 Kb (arsip berformat .zip)
Penampilan : Simpel dan bisa diubah-ubah oleh setiap user (4 tema, yaitu Standar berwarna biru, berstyle facebook, hijau linux mint, dan terakhir ubuntu)
Instalasi : Manual, ada panduan dan mudah
Admin : User bisa dijadikan Admin
Demikian sedikit informasi yang dapat saya tuliskan. Dan berikut ini adalah screenshot tampilan awal komunitas yang saya buat dengan CMS tersebut :


Sebenarnya secara default tema CMS ini adalah biru, namun saya menggantinya dengan tema yang berwarna hijau karena saya lebih suka warna hijau. Anda dapat mengunjungi situs komunitas saya tersebut di alamat http://tarianpena.tk atau di http://tarianpena.co.tv
Dan berikut ini screenshot login user :


Hanya secuil ini yang dapat saya tuliskan.
InsyaALLAH saya akan menuliskan tentang CMS gratis/ open source yang lain pada kesempatan yang akan datang untuk menjadi pilihan, percobaan ataupun menambah wawasan kita.

<><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><>

DOWNLOAD

DOWNLOAD
CARA MENGINSTALL



Download PDF


Download file pdf Review ini.


Keywords :
Review CMS open source, Review CMS free, CMS gratis, Ebook install CMS, Ebook gratis, Ebook belajar CMS

Sabtu, 06 Agustus 2011

Video : Fenomena Adzan - Tanda Kebesaran ALLAH

Berikut ini adalah video fenomena adzan di bumi sebagai tanda-tanda kebesaran ALLAH.



Kamis, 04 Agustus 2011

Convert pdf ke format word (.doc dan .rtf) online gratis

Memindah atau mengganti format .pdf ke .doc atau .rtf tidak hanya bisa dilakukan dengan software offline. Tetapi ada beberapa dokumen konverter online yang bertebaran di dunia maya. Hal ini sangat membantu tentunya ketika kita berada di warnet yang tidak memiliki pdf converter atau dalam keadaan yang lainnya ^_^. Namun demikian kita juga bisa download pdf converter yang free ataupun yang berbayar.

Baiklah, langsung saja saya tunjukkan TKP untuk meng-konvert file pdf ke word (.doc dan .rtf).

Caranya cukup mudah dan simpel. Pertama Anda memilih file yang akan diconvert. Kemudian memilih hasil konvert (.doc atau .rtf) kemudian masukkan email Anda yang nanti hasilnya akan dikirim ke email Anda. Langkah terakhir klik convert.
Selesai, hanya tunggu beberapa menit (pengalaman 1 menit tidak ada) untuk mendapatkan email link download file.

Setting DNS dot.tk untuk blogger blogspot.com

Sudah beberapa kali saya memposting cara mendaftar dot tk, namun belum ada cara setting DNS dot.tk tersebut untuk blog khususnya blogspot.


Sebelumnya, jika Anda hanya menginginkan domain pengalihan saja. Maka Anda hanya perlu mem-forward tanpa harus setting DNS. Namun jika ingin mengubah alamat blogspot sepenuhnya menjadi dot.tk. Maka Anda harus melakukan setting DNS terlebih dahulu. Waktu proses setting sekitar 15 sampai 30 menit (atau bisa lebih). Berikut ini adalah gambar setting DNS dot.tk untuk blogspot Anda :


Setelah semuanya sama seperti gambar di atas, maka klik lanjut dan selesai ^_^. Selamat mencoba.