Ringkasan ini tidak tersedia. Harap
klik di sini untuk melihat postingan.
Rabu, 17 Agustus 2011
Selasa, 16 Agustus 2011
Adaptasi Kemaksiatan (filosofi katak)
Bismillah,
Tulisan ini adalah karya dari sahabat saya yaitu akhi Toni Tegar Sahidi, saya sungguh terkesan sekali, walaupun kesannya sederhana tapi pesan yang disampaikan sangat dalam, mengandung filosofi tinggi yang membuat saya tersindir dan skak Mat, Sobat Blogger gak usah kawatir artikel ini saya share atas seijin penulisnya loh, jadi 100% halal dan bisa dinikmati sahabat semua, Penasaran...?? silahkan langsung dibaca...
Ini kisah yang cukup populer. Saya pertama kali mendengarnya ketika masih remaja sembilan tahun lalu. Ijinkan saya untuk menyampaikannya kembali untuk Anda.
Alkisah, ada seorang ilmuwan ingin mengadakan eksperimen. Untuk itu ia harus merebus seekor katak hidup-hidup. Ia pun menyiapkannya. Diambilnya sebuah panci, diisinya dengan air secukupnya lalu diletakkan di atas tungku. Dengan sabar ia menunggu hingga air mendidih. Air pun mendidih lalu diambillah si katak malang, lalu dimasukkanlah katak tersebut ke air yang tengah mendidih tersebut.
Namun apa yang terjadi? Si katak yang merasakan suhu yang berubah drastis kontan sigap. Ia kaget, ia tanggap, katak pun kontan melompat keluar dari panci. Si Katak kali ini selamat.
Namun si ilmuwan yang gagal dengan percobaan pertamanya tak kehilangan akal. Kali ini ia menyiapkannya dengan cara yang berbeda.
Diambilnya lagi sebuah panci yang lain, dan sama seperti sebelumnya, ia isi dengan air lalu ia letakkan ke atas tungku. Namun sebelum ia nyalakan tungkunya, dengan air dalam kondisi masih dingin, ia masukkan si katak ke dalam panci. Si katak yang memang biasa dengan air, pun merasa nyaman-nyaman saja dengan kondisi ini, toh hitung-hitung mandi berendam. Si ilmuwan pun menyalakan tungkunya, namun kali ini apinya kecil saja agar air tak cepat mendidih.
Perlahan namun pasti air dalam panci pun menjadi kian hangat. Namun si Katak masih nyaman-nyaman saja, “sekalian mandi air hangat” begitu pikirnya. Namun air pun kian menghangat, dan menghangat, si katak masih merasa nyaman dan aman. Hingga satu titik, ketika air sudah mulai sangat panas, kali ini si katak sudah tak tahan, ia mencoba melompat. Namun sayang, kali ini ia tak bisa. Air sudah terlalu panas dan si katak sudah terlalu lemah. Akhirnya si Katak pun mati, terebus bersama air panas tersebut.
Sadar atau tidak, adakalanya kita menemukan orang-orang yang menjadi katak ini. Atau jika mau jujur bercermin, boleh jadi kita-lah katak tersebut. Ketika seorang shalih diajak untuk bermaksiat terang-terangan sudah pasti ia akan menolak. Namun syaithan sungguh cerdas, alih-alih langsung terang-terangan, setan akan mendekatinya dengan perlahan-lahan, membuainya hingga terasa aman, nyaman, menjadi kebiasaan, hingga akhirnya yang ada hanyalah penyesalan. Sadar atau tidak, si shalih terlah beradaptasi terhadap kemaksiatan.
Jika api besar dan air mendidih adalah dosa besar, maka api kecil adalah dosa-dosa kecil yang kita biarkan, yang kita anggap biasa, lumrah, wajar, atau bahkan kita merasa nyaman-nyaman saja dengannya. Sebagaimana air hangat yang melenakan, pelan namun pasti dosa kecil kian memanaskan kita hingga suhu yang membinasakan.
Terlebih manusia sering meremehkan ha-hal yang ada embel-embelnya “kecil”, batu kecil, uang kecil, anak kecil, dan termasuk pula dosa kecil. Sehingga tak jarang kita pun tak ambil pusing dengan dosa-dosa kecil yang kita perbuat. Jangankan taubat, istighfar pun seolah tak sempat. Kita merasa aman, kita nyaman, padahal ini strategi jitu syaithan yang menyesatkan,
Maka benarlah Rasulullah yang mengajak kita untuk mewaspadai dosa-dosa kecil. Dalam sebuah hadits riwayat Ahmad Rasulullah bersabda, “Hati-hatilah terhadap dosa-dosa kecil. Hal itu tidak ubahnya seperti sekelompok orang yang turun ke sebuah lereng gunung. Mereka masing-masing membawa sebatang ranting kayu sehingga dengan ranting-ranting kayu itu bisa mereka masak roti. Dosa-dosa kecil kapan saja di lakukan oleh seseorang ia akan menjadi celaka”.
Karena memang dosa kecil yang dibirkan ibarat titik kecil yang ditoreh dia atas kertas. Satu titik memang tak ada apa-apanya dibandingkan luasnya putih kertas. Namun jika ditorehkan berkali-kali , dan berkali-kali, tanpa henti, tanpa pernah kita menghapusnya, pada akhirnya kita pun merasa asing dengan warna putih kertas semula. Maka lihat, apa yang kita anggap sepele, satu titik hitam di kertas putih, namun jika diteruskan maka putihnya kertas kan berubah menjadi hitam.
Inilah cerdasnya syaithan, tak diajaknya seorang ustadz untuk langsung berzina, diajaknya ia untuk sekedar memandang sambil berkata “toh ini cuman memandang”, berlanjut saling SMS-an dengan perkataan yang sama “toh cuma SMS”, berlanjut memberi perhatian, pertemuan, pegang tangan, pacaran dan seterusnya sampai terjadilah zina. Sampai disinipun adakalanya timbul kerasnya hati, “toh nanti bisa bertaubat”. Bahkan ampunanNya pun kini dianggapnya remeh.
Tak diajaknya seorang muslim untuk langsung murtad. Dihembuskannya sedikit demi sedikit apa yang menarik hatinya, bisa lawan jenis, jabatan, kedudukan, harta, atau hal-hal non materi seperti jaminan, kebebasan ataupun kemenangan. Dibuatlah sedikit demi sedikit apa yang bertentangan dengan agama menjadi indah, dan kita pun terpesona dengannya. Disisi lain ditampakkanlah agamanya dengan sesuatu yang buruk-buruk, dianggap kuno, nggak gaul, radikal, teroris. Dibuatlah kita membenci apa yang selama ni kita yakini, di awal kita mendiamkan teman yang menjelek-jelekkan agama, esoknya kita lah yang membelanya, bahkan menggantikannya berbicara hal sama. Dibuatlah ucapan soal Tuhan, Surga dan Neraka adalah dongeng khayalan orang terdahulu, tanpa sadar kita pun mengangguk-angguk. Pelan tanpa pasti, sadar atau tidak, akidah itu pun lepas begitu saja.
Sebagaimana saya, boleh jadi Anda pun menemuinya di sekitar kita. Ada teman yang dahulunya ketua rohis, kini berubah layaknya preman. Ada yang dahulunya begitu aktif ikut pengajian, kini alergi dengan hal-hal keislaman. Ada yang dahulu begitu rapat ia menutup aurat, kini begitu nyaman ia buka-bukaan. Bahkan ada pula yang dahulu ikut sholat dengan khusyuknya, namun kini berpindah agama, menyembah selain Allah yang Esa.
Dan begitulah cara syaithan menyesatkan anak adam. Sebagaimana kisah katak yang direbus, begitulah manusia dijerumuskan perlahan-lahan, begitu sadar semuanya sudah terlambat. Luka fisik, rasa skit, isak tangis, penjara, hamil luar nikah, ataupun cacat seumur hidup sungguh masih tak ada apa-apanya dibanding panasnya nyala neraka akibat tiadanya taubat.
Sesal di dunia masih ada obatnya, sesal di akhirat hendak kemana kita lari dari siksaNya?
Maka sebelum terlambat, sudah saatnya kita bangun, tanggap, sadar, dan segera melompat dari panci dosa-dosa kecil, sebelum panasnya membuat kita kian terlena, lalu binasa. Mengutip nasehat sahabat saya, pada akhirnya kita harus sadar bahwa ini bukan soal besar kecilnya sebuah maksiat, namun yang terpenting ialah, kepada siapa kita bermaksiat?
Malang 3 Agustus 2011
Ditulis oleh: Toni Tegar Sahidi
“Menanti si katak Melompat Keluar”
+++
Original post by : Insan Robbani
Tulisan ini adalah karya dari sahabat saya yaitu akhi Toni Tegar Sahidi, saya sungguh terkesan sekali, walaupun kesannya sederhana tapi pesan yang disampaikan sangat dalam, mengandung filosofi tinggi yang membuat saya tersindir dan skak Mat, Sobat Blogger gak usah kawatir artikel ini saya share atas seijin penulisnya loh, jadi 100% halal dan bisa dinikmati sahabat semua, Penasaran...?? silahkan langsung dibaca...
Ini kisah yang cukup populer. Saya pertama kali mendengarnya ketika masih remaja sembilan tahun lalu. Ijinkan saya untuk menyampaikannya kembali untuk Anda.
Alkisah, ada seorang ilmuwan ingin mengadakan eksperimen. Untuk itu ia harus merebus seekor katak hidup-hidup. Ia pun menyiapkannya. Diambilnya sebuah panci, diisinya dengan air secukupnya lalu diletakkan di atas tungku. Dengan sabar ia menunggu hingga air mendidih. Air pun mendidih lalu diambillah si katak malang, lalu dimasukkanlah katak tersebut ke air yang tengah mendidih tersebut.
Namun apa yang terjadi? Si katak yang merasakan suhu yang berubah drastis kontan sigap. Ia kaget, ia tanggap, katak pun kontan melompat keluar dari panci. Si Katak kali ini selamat.
Namun si ilmuwan yang gagal dengan percobaan pertamanya tak kehilangan akal. Kali ini ia menyiapkannya dengan cara yang berbeda.
Diambilnya lagi sebuah panci yang lain, dan sama seperti sebelumnya, ia isi dengan air lalu ia letakkan ke atas tungku. Namun sebelum ia nyalakan tungkunya, dengan air dalam kondisi masih dingin, ia masukkan si katak ke dalam panci. Si katak yang memang biasa dengan air, pun merasa nyaman-nyaman saja dengan kondisi ini, toh hitung-hitung mandi berendam. Si ilmuwan pun menyalakan tungkunya, namun kali ini apinya kecil saja agar air tak cepat mendidih.
Perlahan namun pasti air dalam panci pun menjadi kian hangat. Namun si Katak masih nyaman-nyaman saja, “sekalian mandi air hangat” begitu pikirnya. Namun air pun kian menghangat, dan menghangat, si katak masih merasa nyaman dan aman. Hingga satu titik, ketika air sudah mulai sangat panas, kali ini si katak sudah tak tahan, ia mencoba melompat. Namun sayang, kali ini ia tak bisa. Air sudah terlalu panas dan si katak sudah terlalu lemah. Akhirnya si Katak pun mati, terebus bersama air panas tersebut.
Sadar atau tidak, adakalanya kita menemukan orang-orang yang menjadi katak ini. Atau jika mau jujur bercermin, boleh jadi kita-lah katak tersebut. Ketika seorang shalih diajak untuk bermaksiat terang-terangan sudah pasti ia akan menolak. Namun syaithan sungguh cerdas, alih-alih langsung terang-terangan, setan akan mendekatinya dengan perlahan-lahan, membuainya hingga terasa aman, nyaman, menjadi kebiasaan, hingga akhirnya yang ada hanyalah penyesalan. Sadar atau tidak, si shalih terlah beradaptasi terhadap kemaksiatan.
Jika api besar dan air mendidih adalah dosa besar, maka api kecil adalah dosa-dosa kecil yang kita biarkan, yang kita anggap biasa, lumrah, wajar, atau bahkan kita merasa nyaman-nyaman saja dengannya. Sebagaimana air hangat yang melenakan, pelan namun pasti dosa kecil kian memanaskan kita hingga suhu yang membinasakan.
Terlebih manusia sering meremehkan ha-hal yang ada embel-embelnya “kecil”, batu kecil, uang kecil, anak kecil, dan termasuk pula dosa kecil. Sehingga tak jarang kita pun tak ambil pusing dengan dosa-dosa kecil yang kita perbuat. Jangankan taubat, istighfar pun seolah tak sempat. Kita merasa aman, kita nyaman, padahal ini strategi jitu syaithan yang menyesatkan,
Maka benarlah Rasulullah yang mengajak kita untuk mewaspadai dosa-dosa kecil. Dalam sebuah hadits riwayat Ahmad Rasulullah bersabda, “Hati-hatilah terhadap dosa-dosa kecil. Hal itu tidak ubahnya seperti sekelompok orang yang turun ke sebuah lereng gunung. Mereka masing-masing membawa sebatang ranting kayu sehingga dengan ranting-ranting kayu itu bisa mereka masak roti. Dosa-dosa kecil kapan saja di lakukan oleh seseorang ia akan menjadi celaka”.
Karena memang dosa kecil yang dibirkan ibarat titik kecil yang ditoreh dia atas kertas. Satu titik memang tak ada apa-apanya dibandingkan luasnya putih kertas. Namun jika ditorehkan berkali-kali , dan berkali-kali, tanpa henti, tanpa pernah kita menghapusnya, pada akhirnya kita pun merasa asing dengan warna putih kertas semula. Maka lihat, apa yang kita anggap sepele, satu titik hitam di kertas putih, namun jika diteruskan maka putihnya kertas kan berubah menjadi hitam.
Inilah cerdasnya syaithan, tak diajaknya seorang ustadz untuk langsung berzina, diajaknya ia untuk sekedar memandang sambil berkata “toh ini cuman memandang”, berlanjut saling SMS-an dengan perkataan yang sama “toh cuma SMS”, berlanjut memberi perhatian, pertemuan, pegang tangan, pacaran dan seterusnya sampai terjadilah zina. Sampai disinipun adakalanya timbul kerasnya hati, “toh nanti bisa bertaubat”. Bahkan ampunanNya pun kini dianggapnya remeh.
Tak diajaknya seorang muslim untuk langsung murtad. Dihembuskannya sedikit demi sedikit apa yang menarik hatinya, bisa lawan jenis, jabatan, kedudukan, harta, atau hal-hal non materi seperti jaminan, kebebasan ataupun kemenangan. Dibuatlah sedikit demi sedikit apa yang bertentangan dengan agama menjadi indah, dan kita pun terpesona dengannya. Disisi lain ditampakkanlah agamanya dengan sesuatu yang buruk-buruk, dianggap kuno, nggak gaul, radikal, teroris. Dibuatlah kita membenci apa yang selama ni kita yakini, di awal kita mendiamkan teman yang menjelek-jelekkan agama, esoknya kita lah yang membelanya, bahkan menggantikannya berbicara hal sama. Dibuatlah ucapan soal Tuhan, Surga dan Neraka adalah dongeng khayalan orang terdahulu, tanpa sadar kita pun mengangguk-angguk. Pelan tanpa pasti, sadar atau tidak, akidah itu pun lepas begitu saja.
Sebagaimana saya, boleh jadi Anda pun menemuinya di sekitar kita. Ada teman yang dahulunya ketua rohis, kini berubah layaknya preman. Ada yang dahulunya begitu aktif ikut pengajian, kini alergi dengan hal-hal keislaman. Ada yang dahulu begitu rapat ia menutup aurat, kini begitu nyaman ia buka-bukaan. Bahkan ada pula yang dahulu ikut sholat dengan khusyuknya, namun kini berpindah agama, menyembah selain Allah yang Esa.
Dan begitulah cara syaithan menyesatkan anak adam. Sebagaimana kisah katak yang direbus, begitulah manusia dijerumuskan perlahan-lahan, begitu sadar semuanya sudah terlambat. Luka fisik, rasa skit, isak tangis, penjara, hamil luar nikah, ataupun cacat seumur hidup sungguh masih tak ada apa-apanya dibanding panasnya nyala neraka akibat tiadanya taubat.
Sesal di dunia masih ada obatnya, sesal di akhirat hendak kemana kita lari dari siksaNya?
Maka sebelum terlambat, sudah saatnya kita bangun, tanggap, sadar, dan segera melompat dari panci dosa-dosa kecil, sebelum panasnya membuat kita kian terlena, lalu binasa. Mengutip nasehat sahabat saya, pada akhirnya kita harus sadar bahwa ini bukan soal besar kecilnya sebuah maksiat, namun yang terpenting ialah, kepada siapa kita bermaksiat?
Malang 3 Agustus 2011
Ditulis oleh: Toni Tegar Sahidi
“Menanti si katak Melompat Keluar”
+++
Original post by : Insan Robbani
Minggu, 14 Agustus 2011
Aplikasi java - MoneyManager 1.4.1 (untuk mengatur keuangan)
Bismillah,
Baiklah, berikut ini adalah tampilan pembuka aplikasi mungil yang bermanfaat tersebut :
Sangat simpel dan menunjukkan kegunaan serta keringanan aplikasi ini bukan? jawabnya harus iya :D (kok maksa).
Untuk melihat menu yang tersedia klik saja tombol "MENU". Maka akan tampil beberapa menu :
Keterangan :
- Insert = Memasukkan transaksi hari ini (min di depan angka berarti pengeluaran)
- Statistics = Melihat tampilan statistik pada bulan ini
- Categories = Membuat kategori baru (dari sana hanya ada various)
- Preferences = Pengurutan berdasarkan tanggal (dari tanggal terkecil ke terbesar atau sebaliknya)
- About = Tentang aplikasi tersebut
Ketika sudah ada data maka akan bertambah beberapa menu, yaitu :
- Modify = Mengubah transaksi yang dipilih
- Delete = Menghapus transaksi yang dipilih
- Clear Month = Menghapus transaksi pada bulan yang dipilih
- Email = Mengirimkan data transaksi ke email Anda dengan format cvs dan atau xls

Demikian yang dapat saya tulis tentang aplikasi java MoneyManager ini, semoga bermanfaat. Untuk mendownload aplikasi tersebut silahkan klik tombol di bawah ini :
Untuk Software money manager komputer/ laptop silahkan klik di sini
Sudah lama saya tidak menulis tentang review aplikasi java ataupun game java, terakhir postingan saya adalah "Menulis text (catatan) di hp java dengan mynotes.jar dan notepad.jar". Untuk kali ini saya akan review sebuah aplikasi java yang cukup membantu dan berguna untuk saya dan Anda. Berikut sedikit tentang aplikasi tersebut :
| Nama | : MoneyManager |
| Versi | : 1.4.1 |
| Web | : 8mobile.org |
| Ukuran | : 56.5 Kb |
| Jenis | : Aplikasi Finansial |
Aplikasi ini tidak rumit alias simpel, namun sangat membantu kita untuk mengetahui pendapatan dan pengeluaran kita. Kita tidak perlu memasukkan hari, karena apa yang Anda tuliskan pada hari dan bulan saat ini akan tercatat pada tanggal dan bulan saat ini. Demikian seterusnya. Dan setiap bulan akan berganti. Kemudian Anda juga dapat melihat statistik sederhana dari pendapatan dan pengeluaran berdasarkan kategori yang kita buat.
Baiklah, berikut ini adalah tampilan pembuka aplikasi mungil yang bermanfaat tersebut :
Sangat simpel dan menunjukkan kegunaan serta keringanan aplikasi ini bukan? jawabnya harus iya :D (kok maksa).
Ok lanjut, jika sudah tampil tampilan di atas maka klik OK. Maka akan masuk ke tampilan awal seperti di bawah ini :
Untuk melihat menu yang tersedia klik saja tombol "MENU". Maka akan tampil beberapa menu :
Keterangan :
- Insert = Memasukkan transaksi hari ini (min di depan angka berarti pengeluaran)
- Statistics = Melihat tampilan statistik pada bulan ini
- Categories = Membuat kategori baru (dari sana hanya ada various)
- Preferences = Pengurutan berdasarkan tanggal (dari tanggal terkecil ke terbesar atau sebaliknya)
- About = Tentang aplikasi tersebut
Ketika sudah ada data maka akan bertambah beberapa menu, yaitu :
- Modify = Mengubah transaksi yang dipilih
- Delete = Menghapus transaksi yang dipilih
- Clear Month = Menghapus transaksi pada bulan yang dipilih
- Email = Mengirimkan data transaksi ke email Anda dengan format cvs dan atau xls
Demikian yang dapat saya tulis tentang aplikasi java MoneyManager ini, semoga bermanfaat. Untuk mendownload aplikasi tersebut silahkan klik tombol di bawah ini :
Untuk Software money manager komputer/ laptop silahkan klik di sini
Sholawat nariyah dalam sorotan
Sesungguhnya aqidah tauhid yang diseru oleh Al Qur’anul Karim dan yang diajarkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu laiahi wasallam, mengharuskan setiap muslim untuk berkeyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya yang melepaskan ikatan (kesusahan), membebaskan dari kesulitan, yang menunaikan hajat, dan memberikan manusia apa yang mereka minta. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdo’a kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihannya atau menyembuhkan penyakitnya, walaupun yang diminta itu seorang malaikat yang dekat ataukah nabi yang diutus. Telah disebutkan dalam berbagai ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan haramnya meminta pertolongan, berdo’a, dan semacamnya dari berbagai jenis ibadah kepada selain Allah Azza wajalla. Firman Allah:
قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِهِ فَلاَ يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحِْويْلاً
“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya.” (Al-Isra: 56)
Para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan segolongan kaum yang berdo’a kepada Al Masih ‘Isa, atau malaikat, ataukah sosok-sosok yang shalih dari kalangan jin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)
Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan ikatan (kesulitan), menghilangkan kesusahan, dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh beliau untuk berkata:
قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ
“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)
Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:
أَجَعَلْتَنِيْ للهِ نِدًّا؟ قُلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ
“Apakah engkau hendak menjadikan bagi Allah sekutu? Ucapkanlah: Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang hasan)
(Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah 227-228, Muhammad Jamil Zainu)
Baca juga : Menyoal sejarah (asal-usul) sholawat nariyah
Sabtu, 13 Agustus 2011
[sunnah] Amalan seputar bulan Ramadhan (download mp3)
Bismillah,
1. Berbuka di awal waktu
2. Mengakhirkan sahur
3. Memperbanyak sedekah dan membaca Al-Qur'an
4. Sholat Tarawih
5. Menghidupkan malam lailatul Qaddar (memperbanyak ibadah untuk mendapatkannya)
6. I'tikaf (berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada ALLAH)
Doa ketika mendapati malam lailatul qoddar
اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Ya Alloh sesungguhnya engkau Maha pemaaf, engkau senang memaafkan kesalahan maka maafkanlah aku."
Untuk penjelasan lebih lanjut tentang doa pada malam Lailatul Qadar silahkan klik di sini.
Seharusnya ini saya posting sebelum bulan Ramadhan tiba, namun saya mendapatinya beberapa hari yang lalu. Tidak ada yang terlambat selagi masih bermanfaat. Audio mp3 ini berisi tentang amalan-amalan sunnah di bulan Ramadhan :
1. Berbuka di awal waktu
2. Mengakhirkan sahur
3. Memperbanyak sedekah dan membaca Al-Qur'an
4. Sholat Tarawih
5. Menghidupkan malam lailatul Qaddar (memperbanyak ibadah untuk mendapatkannya)
6. I'tikaf (berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada ALLAH)
Doa ketika mendapati malam lailatul qoddar
"Ya Alloh sesungguhnya engkau Maha pemaaf, engkau senang memaafkan kesalahan maka maafkanlah aku."
Untuk penjelasan lebih lanjut tentang doa pada malam Lailatul Qadar silahkan klik di sini.
Download MP3 Ceramah
Amalan-amalan di bulan Ramadhan
Kamis, 11 Agustus 2011
Doa buka puasa yang shahih
Seputar Berbuka Puasa
Menyegerakan Berbuka
Disunnahkan untuk menyegerakan buka puasa setelah yakin kalau matahari telah terbenam. Dari hadits Sahl bin Sa’ad bahwa Nabi bersabda:
لَا يَزَالُ اَلنَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا اَلْفِطْرَ
“Terus-menerus manusia berada dalama kebaikan selama mereka masih menyegerakan buka puasa.” (HR. Al-Bukhari no. 1757 dan Muslim no. 1098)
Dan dari Abu Hurairah secara marfu’, “Terus-menerus agama ini akan nampak selama manusia masih menyegerakan berbuka. Karena orang-orang Yahudi dan Nashrani mengakhirkannya.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ Ash-Shahih: 2/420)
Al-Hafizh berkata dalam Al-Fath (1957), “Para ulama bersepakat bahwa waktu berbuka puasa adalah setelah pastinya matahari terbenam, baik dengan rukyat maupun dengan pengabaran dari dua orang yang adil, demikian halnya satu orang berdasarkan pendapat yang kuat.”
Ibnu Abdil Barr berkata dalam At-Tamhid (7/181), “Penyegeraan berbuka hanya dilakukan setelah diyakini terbenamnya matahari. Tidak boleh ada seorang pun yang berbuka dalam keadaan dia ragu apakah matahari sudah terbenam atau belum, karena sebuah kewajiban, jika dia wajib dengan keyakinan maka tidak boleh keluar darinya kecuali dengan keyakinan pula.”
Doa Berbuka Puasa
Sebelum berbuka puasa maka diwajibkan seseorang untuk membaca basmalah, berdasarkan keumuman hadits Umar bin Salamah riwayat Muslim tatkala Nabi bersabda kepadanya:
يَا غُلاَمُ سَمِّ اللهَ وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ
“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang terdekat denganmu.”
Adapun hadits:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
“Ya Allah hanya untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2358)
Maka dia diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni dan dalam sanadnya ada Abdul Malik bin Harun bin Antarah yang dia meriwayatkan dari ayahnya. Sedangkan dia adalah matrukul hadits sementara ayahnya adalah rawi yang dhaif.
Berbuka Puasalah dengan Doa-doa Berikut Ini
Do’a pertama:
Terdapat sebuah hadits shahih tentang doa berbuka puasa, yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”
[Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki](Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678) [7]
Periwayat hadits adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Pada awal hadits terdapat redaksi, “Abu Hurairah berkata, ‘Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan ….‘”
Yang dimaksud dengan إذا أفطر adalah setelah makan atau minum yang menandakan bahwa orang yang berpuasa tersebut telah “membatalkan” puasanya (berbuka puasa, pen) pada waktunya (waktu berbuka, pen). Oleh karena itu doa ini tidak dibaca sebelum makan atau minum saat berbuka. Sebelum makan tetap membaca basmalah, ucapan “bismillah” sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih)
Adapun ucapan وثبت الأجر maksudnya “telah hilanglah kelelahan dan telah diperolehlah pahala”, ini merupakan bentuk motivasi untuk beribadah. Maka, kelelahan menjadi hilang dan pergi, dan pahala berjumlah banyak telah ditetapkan bagi orang yang telah berpuasa tersebut.
Do’a kedua:
Adapun doa yang lain yang merupakan atsar dari perkataan Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash radhiyallahu ‘anhuma adalah,
اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ
“Allahumma inni as-aluka bi rohmatikal latii wasi’at kulla syain an taghfirolii-ed”
[Ya Allah, aku memohon rahmatmu yang meliputi segala sesuatu, yang dengannya engkau mengampuni aku](HR. Ibnu Majah: 1/557, no. 1753; dinilai hasan oleh al-Hafizh dalam takhrij beliau untuk kitab al-Adzkar; lihat Syarah al-Adzkar: 4/342) [8]
Disunnahkan memberi ifthar (buka puasa)
Berdasarkan hadits Zaid bin Khalid Al-Juhani bahwa Nabi bersabda:
“Barangsiapa yang memberi makan buka puasa kepada orang yang berpuasa maka akan dituliskan untuknya pahala seperti pahalanya, hanya saja tidak dikurangi sedikit pun dari pahala orang yang berpuasa.” (HR. At-Tirmizi no. 807, An-Nasai dalam Al-Kubra: 2/256 dan Ibnu Majah no. 1746)
Sumber :
Download Ebook sejarah lengkap google, kantor beserta pengurus-pengurusnya
Mbah "Google" tak langsung besar seperti saat ini. Pastinya dirilis dengan penuh perjuangan sehingga menjadi besar dan memiliki kantor-kantor yang hampir merata di dunia. Dan menjadi Mesin Pencari yang sangat favorit kearena kehandalannya.
Baiklah, tidak mungkin saya menuliskannya di sini semua. Karena terlalu banyak jika diposting. Tapi Anda dapat download Ebook Sejarah google dari tahun 1995 sampai tahun 2010. Kemudian kantor-kantor dan alamatnya. Dilanjutkan dengan Tim Pengelola.
Ada dua versi ebook yang saya sediakan. Anda bisa memilihnya, yaitu .doc (Microsoft Word 2003 atau versi sebelumnya dan sesudahnya) dan juga format .pdf.













