Sabtu, 02 November 2013

Menyelami Kandungan Ayat Kursi

Bismillah,
Ayat kursi merupakan satu dari ribuan ayat yang ada dalam al-Quran. Ia merupakan ayat yang paling agung dalam al-Quran, yang di dalamnya terdapat nama Allah subhanahu wa ta'ala yang teragung yaitu al-Hayyu dan al-Qayyuum. Di dalamnya terdapat pula dalil dan penjelasan akan sifat-sifat, keaguangan serta kekuasaan-Nya serta penjelasan tentang tiga tauhid. Ia adalah salah satu ayat yang dianjurkan untuk selalu dibaca, yang mana Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam menjanjikan surga bagi orang yang senantiasa membacanya selepas shalat fardhu.
Karena besarnya keutamaan dan agungnya kandungan ayat ini, para uama membahasnya dengan panjang lebar dalam kitab-kitab tafsir mereka. Bahkan, sebagian ulama membuat tulisan khusus untuk membahas ayat yang agung ini, semisal Ibnu Katsir rohimahulloh atau ulama-ulama yang sebelum maupun sesudahnya.

Maka, berdasar dengan hal itu pula, kali ini penulis akan meringkas - dengan memohon taufiq dan hidayah dari Allah - apa yang pernah ditulis oleh para ulama yang telah disebutkan di atas dalam mengungkap kebesaran ayat ini.

Keutamaan Ayat Kursi
Ayat Kursi merupakan ayat yang paling agung dalam al-Quran lantaran berbagai kandungan dan keutamaan ayat tersebut yang tidak ada pada ayat-ayat yang lain sangatlah besar, diantaranya :
1. Ayat kursi adalah ayat yang paling utama dan paling agung di dalam al-Quran
Sebagaimana dalam hadits yang bersumber dari sahabat yang mulia Ubay bin Ka'ab radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi sholallahu 'alaihi wassalam pernah bertanya kepadanya "Ayat apakah yang paling agung di dalam al-Quran?" Ubay menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui" Rasulullah pun mengulangi pertanyaannya beberapa kali, kemudian Ubay menjawab "Ayat Kursi" Maka belaipun bersabda "Mudah-mudahan ilmu ini menjadi kenikmatan atasmu, wahai Abul Mundzir! Demi Allah yang diriku berada di tangan-Nya, sungguh ayat Kursi ini nanti akan mempunyai lisan dan dua bibir yang bertasbih mensucikan Allah di sisi tiang 'Arsy" (HR. Muslim : 810).

2. Barang siapa yang membaca arti Kursi sesuai menunaikan shalat fardhu maka akan dimasukkan oleh Allah subhanallahu wa ta'ala ke surga-Nya
Dari Abu Umamah rodhiallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam bersabda : "Barang siapa membaca ayat Kursi tiap-tiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang mencegahnya masuk surga kecuali kematian".

3. Ayat Kursi sebagai do'a perlindungan dari gangguan setan
Sebagaimana dalam kisah Abu Hurairah rodhiallahu 'anhu ia berkata :
"Tatkala Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam mengamanahiku untuk menjaga zakat, datanglah seseorang dan dia pun mengambil segenggam makanan, maka aku menangkapnya dan aku katakan : 'Aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah!' Orang itu berkata : 'Sesungguhnya aku sangat membutuhkannya untuk menanggung keluargaku.' Maka aku pun melepaskannya. Ketika pada hari, Nabi sholallahu 'alaihi wassalam bertanya, 'Wahai Abu Hurairah! Apa yang dilakukan tawananmu semalam?' aku menjawab : 'Wahai Rasulullah, dia mengeluh kebutuhannya dan keluarga yang ditanggungnya, maka aku mengasihani dan melepaskannya'. Beliau bersabda: 'Ketahuilah, sesungguhnya ia telah berdusta kepadamu, dan sungguh ia akan kembali lagi'. Dan benar, ia pun kembali lagi. Maka pada kali ketiga ia tertangkap, ia berkata : 'Lepaskan aku! Aku akan mengajarimu beberapa kalimat yang dengannya Allah akan memberikan manfaat kepadamu.' aku berkata : 'apa itu?' orang itu berkata : 'Allahu laa ilaha illaa huwal hayyul qayyuum... (sampai terakhir. Sungguh, engkau akan senantiasa mendapat penjagaan dari Allah subhanahu wa ta'ala dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.' maka ia pun melepaskannya. Ketika mengetahuinya, Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam bersabda 'Ketahuilah! Sesungguhnya ia telah berkata jujur kepadamu padahal ia adalah pendusta. Tahukah engkau, siapa yang engkau ajak bicara selama tiga hari itu?' aku menjawab : 'tidak'. Beliau bersabda : 'Itu adalah setan'" (HR. Bukhori 2311)
Ibnu Taimiyyah rohimahulloh berkata : "Apabila manusia membaca ayat Kursi dengan kejujuran tatkala ia diganggu oleh setan maka ayat Kursi tersebut akan mengusirnya" (al-Furqon hlm. 140)

Kapan Ayat Kursi dianjurkan untuk dibaca?
Pada asalnya dianjurkan kepada seorang muslim memperbanyak membaca ayat-ayat al-Quran kapanpun dan dimana pun, terutama ayat Kursi ini, karena kebutuhan mereka yang mendesak akan ayat ini juga terhadap tauhid dan pengagungan mereka kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang terkandung di dalamnya. Akan tetapi, ada waktu-waktu tertentu yang Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam lebih menekankan lagi untuk membaca ayat Kursi pada waktu tersebut, dan itu dapat kita ketahui dari hadits-hadits yang telah kita sebutkan tatkala membahas tentang keutamaan-keutamaan ayat Kursi, di antaranya :
1. Pada pagi dan sore hari
2. Setelah selesai menunaikan shalat fardhu
3. Ketika hendak tidur
4. Ketika hendak berlindung dari gangguan jin

Catatan : yang diharapkan bukanlah sekedar membaca dan mengulang-ulang tanpa merenungi maknanya serta mengkaji maksud dan tujuannya. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : "Maka tidakkah mereka menghayati al-Quran?.." (QS. Muhammad[47]: 24)
Maka bagaimana dengan ayat yang paling agung dan paling utama dalam al-Quran?

Kandungan Ayat Kursi
Dalam tafsirnya (Bada'i'u at-Tafsir 1/190) Ibnul Qayyim rohimahulloh berkata "Dalam ayat ini Allah menyebutkan al-hayyah (yang Maha Hidup) yang mana ia adalah asal dari semua sifat-sifat Allah dan Allah mengiringi penyebutan sifat hayyah tersebut dengan menyebutkan sifat al-Qayyum yang menafikkan sifat-sifat yang kurang bagi Allah seperti tidur, mengantuk, lemah, dan yang selainnya. Kemudian Allah Ta'ala menyebutkan kesempurnaan kekuasaan-Nya tidak ada yang memintakan syafa'at kepada-Nya seorang pun kecuali yang diizinkan. Kemudian Allah menyebutkan keluasan ilmu-Nya, lantas mengirinya dengan firman-Nya bahwa tidak ada jalan bagi makhluk untuk mengetahui sesuatu kecuali jika Allah menghendakinya. Kemudian Allah menyebutkan keagungan Kursi-Nya yang menunjukkan akan kebesaran dan ketinggian penciptanya yaitu Allah dan itu semua Allah sebutkan sebagai muqaddimah sebelum Allah menyebutkan dua nama-Nya yang mulia yang menunjukkan atas ketinggian dan keagungan Allah subhanahu wa ta'ala (yaitu al-'aliy al-'azhim)".

Faedah-Faedah dari Ayat Kursi
1.        Menetapkan lima nama bagi Allah, yaitu : Allah, al-hayyu, al-qayyum, al-'aliy dan al-'azhim serta sifat-sifat yang terkandung di dalamnya
2.        Menetapkan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala saja yang berhak diibadahi
3.        Batalnya cara-cara kaum musyrikin yang mempersekutukan Allah subhanahu wa ta'ala dan menjadikan tuhan-tuhan yang disembah bersama Allah.
4.        Allah tidak butuh kepada makhluk-Nya, bahkan segala sesuatu sangat butuh kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
5.        Meniadakan sifat mengantuk dan tidur bagi Allah Ta'ala. Hal itu karena kesempurnaan kehidupan-Nya dan berdiri sendiri dalam mengurus makhluk-Nya
6.        Cakupan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala yang sempurna dan meliputi segala sesuatu.
7.        Hendaknya manusia ridho dengan ketentuan dan taqdir Allah subhanahu wa ta'ala dan tidak boleh 'ujub (membanggakan diri) dengan apa yang ia peroleh, karena sesungguhnya semua itu hanya dari Allah subhanahu wa ta'ala.
8.        Menetapkan adanya syafa'at dengan izin dari Allah subhanahu wa ta'ala.
9.        Menetapkan luasnya ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu dan tidak ada yang luput dari ilmu-Nya
10.    Haramnya menanyakan tentang hakikat sifat dan zat Allah
11.    Besarnya Kursi Allah, terlebih Zat yang menciptakannya
12.    Menetapkan ketinggian Allah subhanahu wa ta'ala yang azali dan abadi. Allah Maha Tinggi dengan zat, sifat, dan kekuasaanNya
13.    Mentapkan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala berada di atas langit, beristiwa' di atas 'Arsy dan tidak boleh mengatakan Allah subhanahu wa ta'ala berada dimana-mana.

Wallahu Ta'ala A'lam


(Sumber : Buletin Al-Furqon, tahun ke-5, volume 7, no.2)

Rabu, 30 Oktober 2013

Update : Tampilan utama hp my android

Bismillah,
Pada posting kali ini saya hanya akan berbagi tampilan utama hp android saya, yah seperti biasanya untuk update info pribadi dan galeri pada blog ini. Ya, berikut adalah tampilannya:

Puisi : LangitMU

Bismillah,
Indah mempesona
Tanpa pilar menyelimuti bumi

LangitMU
Salah satu tanda kebesaranMU

Kediri, 30 Oktober 2013

langitmu - karyafikri.blogspot.com
LangitMU

Senin, 28 Oktober 2013

Bacaan dan Cara Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Bismillah,
Setelah beberapa waktu lalu saya share tentang Dzikir setelah sholat dan dan Cara dzikir Rasulullah, pada posting kali ini saya akan share tata cara dzikir Rasulullah secara rinci disertai gambar, yang saya dapatkan artikel ini dari Fans Page Facebook "Status Nasehat (untuk saudaraku)". Nah berikut adalah beberapa cara dzikir yang dituntunkan oleh Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam:

[1] Astaghfirullah (3x)
 أَسْتَغْفِرُ اللهَ

"Aku minta ampun kepada Allah (3x)"

[2] Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.

“Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”
[HR. Muslim 1/414, no. 591.]

Dalam masyarakat Indonesia, banyak setelah sholat fardhu tidak membaca istighfar, namun ada yang membaca alhamdulillaah, atau dengan lafal Astagfirullahal’adzim Alladzi laa ilaaha illa hual hayyul qayyum watubu ilaih. Jelas lebih utama hanya membaca astaghfirullah (3x), jika lafal Astagfirullahal’adzim Alladzi laa ilaaha illa hual hayyul qayyum watubu ilaih itu lebih baik, tentu Rosululloh adalah yang pertama yang mencontohkannya. Lebih baik mencontoh Rosulluloh dari pada mencontoh selain beliau.

Namun lafal Astagfirullahal’adzim Alladzi laa ilaaha illa hual hayyul qayyum watubu ilaih dianjurkan dibaca, namun tidak dicontohkan dibaca setelah sholat fardhu. 

[3] Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.

“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.” [HR. Bukhari 1/255, no. 844 dan Muslim 1/414, no. 593.]

[4] Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

“Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.” [HR. Muslim 1/415, no. 594]

[5] Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ (33 ×) لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

“Barangsiapa yang membaca kalimat tersebut setiap selesai shalat, akan diampuni kesalahannya, sekalipun seperti busa laut.” HR. Muslim 1/418, no. 597.

[6] Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat (fardhu). [HR. Abu Daud (2/86, no. 1523)]

[7] Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).

“Barangsiapa membacanya setiap selesai shalat, tidak yang menghalanginya masuk Surga selain mati.” HR. An-Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah no. 100 dan Ibnus Sinni no. 121, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ 5/339 dan Silsilah Hadits Shahih, 2/697 no. 972.

Lebih lanjut tentang keutamaan membaca ayat kursi silahkan kunjung artikel berjudul "Menyelami Kandungan Ayat Kursi" [klik di sini].

Dan khusus sholat subuh dan maghrib, disunnahkan untuk membaca doa berikut sebanyak 10x
[8] Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ  

“Tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10 x setiap sesudah shalat Maghrib dan Subuh) [HR. Tirmidzi (5/515, no. 3474)]

Khusus sholat subuh ada doa seperti berikut,

[9] Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.” (Dibaca setelah salam shalat Shubuh).[HR. Ibnu Majah no. 925]

[10]Soal Berdzikir Dengan Tasbih
Banyak sebagian orang setelah sholat fardhu mereka berdzikir dengan kedua tangannya (tangan kanan dan tangan kiri) atau berdzikir dengan menggunakan tasbih (bijian) yang merupakan suatu perkara baru dalam agama, dari hadits dibawah ini rasulullah bertasbih dengan jari kanannya. Simak Hadits shohih yang sama berikut ini:

Dari Abdullah bin Umar Radhiallahu’anhu, dia berkata:
“Saya melihat Rasulullah bertasbih dengan (jari-jari) tangan kanannya.”
HR. Abu Dawud (2/81), At-Tirmidzi (5/521), dan lihat Shahihul Jami’ (4/271, no. 4865). 

Lihat gambar berikut agar lebih jelas dalam menggunakan tangan kanan untuk berdzikir:

tata cara dzikir setelah sholat wajib

Sumber :
Fan Page Status Nasehat
+ Al-Uyeah

Sabtu, 26 Oktober 2013

Kata mutiara: Tentang hidup

Bismillah,

Hidup penuh dengan pilihan
Hari ini adalah hasil pilihanmu kemarin
Dan hari ini kau memilih untuk hari esok

Pilihlah dengan bijak

Kediri,
26 oktober 2013

------------
Semoga semua baik2 saja
Dan semoga kebaikanmu menjadikan mu bahagia kini dan nanti.

Jumat, 25 Oktober 2013

Puisi : Nafsu dan hati

Bismillah,

Kau bisa menuruti nafsumu
Tapi tak mampu membohongi hatimu
Jua Penciptamu


Kediri, 25 Oktober 2013
--------------------------------------

Selasa, 22 Oktober 2013

Berita : Akhirnya BBM hadir di Play Store Indonesia

Bismillah,
Bulan lalu hadir sebentar di pengguna Android Indonesia, lama tidak ada kabar dan memberitakan bahwa BBM telah dicabut kembali karena adanya aplikasi BBM versi tidak resmi. Dan saat itu hanya bisa digunakan hanya 8 jam (saya bukan termasuk user yang bisa mencicipinya).

Nah di pagi ini saya dapat email dari blackbery, bahwa kini BBM sudah tersedia untuk android dan iphone, segera saya cek ke play store dan wal hasil ada BBM tersebut. Anda hanya perlu mengetikkan "BBM" (tanpa tanda petik) di kotak pencarian play store, atau silahkna klik link di bawah ini:

BBM for Android klik di sini.
atau klik di sini untuk download file apk-nya.

.
Note:
Minimal perangkat android adalah ICS dan prosesor armv7 (armv6 tidak support, sedangkan untuk yang lainnya silahkan dicoba atau bertanya ke mbah google).
.
Anda sudah update BBM? jangan lupa Update pula ngaji dan belajarnya yah :-)
Sekian, semoga bermanfaat.
Terimakasih.