Minggu, 22 Februari 2015

Netscan: Aplikasi gratis untuk scan jaringan (LAN & WLAN)

Bismillah,
Ikon aplikasi Netscan
Suatu saat mungkin Anda ingin melakukan scan jaringan untuk mengetahui perangkat yang aktif beserta IPnya. Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan, tetapi pada kesempatan ini saya akan berbagi salah satu freeware yang berfungsi untuk melakukan scan jaringan. Nama aplikasinya "Netscan" dari developer softperfect, yang aplikasi lain dulu pernah saya ulas di sini (Networx, aplikasi pemantau trafik jaringan dan internet).

Berikut adalah screenshot tampilan software ini:
Netscan - aplikasi untuk scan jaringan gratis di PC windows (karyafikir.blogspot.com)
Tampilan Netscan & contoh hasil scan jaringan (klik untuk memperbesar)
Freeware ini tersedia hanya untuk windows (XP, 7, 8, dan lain-lain). Dalam satu paket zip yang Anda download terdapat 2 folder yang satu untuk 32 bit dan yang satunya untuk 64 bit. Berikut link untuk downloadnya:

Size: 2,7 Mb

Yang perlu diketahui, aplikasi ini tidak perlu diinstall karena  hanya tersedia dalam bentuk software portable, sehingga setelah ekstrak dan membuka netscan.exe maka Anda akan langsung dapat membuka software ini.

Sekian share  kali ini, semoga bermanfaat :).
Sumber gambar: Softperfect/netscan

Sabtu, 21 Februari 2015

Lihatlah orang yang di bawahmu, jangan melihat orang yang di atasmu!

Bismillah,
Lihatlah yang di bawah mu dan jangan lihat yang di atasmu untuk masalah dunia oleh karyafikri.blogspot.com
 
 Lihatlah Orang yang di Bawahmu!
Jangan Melihat Orang yang di Atasmu!

Oleh Abu Haitsam

 Pembaca yang dimuliakan Allah, di zaman modern ini, dunia benar-benar makin "menipu" dan 'melalaikan' para pencintanya. Sering sekali para pecinta dunia menghambur-hamburkan hartanya. Mereka beli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Mereka ganti sesuatu yang sebenarnya belum saatnya diganti. Setiap ada produk baru, mereka ingin membelinya. Aneka perlengkapan rumah yang serba mewah pun mereka beli. Namun, sayangnya, itu semua belum juga terasa cukup baginya. Selalu saja ada yang dirasa kurang.
Banyak  orang awam yang Allah batasi rezekinya, saat melihat orang-orang yang di atasnya, merasa bahwa dirinya selalu kekurangan. Seorang istri mengeluhkan kepada suaminya kurangnya uang belanja, kurangnya perlengkapan rumah, dll. Seorang anak merengek kepada orang tuanya agar membelikan ponsel pintar seperti milik temannya. Begitulah seterusnya. Akibatnya, rasa syukur kepada Allah semakin terkikis. Begitu banyak nikmat yang selama ini ia dapatkan semakin dikufuri.
Nah, bagaimana kita menghadapi dunia modern yang menjadi ajang perlombaan sebagian orang ini? Simaklah tulisan singkat ini, semoga bermanfaat.

Penyakit orang-orang awam
Saudara pembaca dirahmati Allah, sesungguhnya berlomba-lomba dalam urusan duniawi sangat tercela. Berangan-angan demi menggapai kemegahan dunia bukanlah sifat orang-orang yang beriman. Perhatikan kisah yang Allah sebutkan dalam al-Qur'an tentang Qarun dan kaumnya (orang-orang awam).
Artinya:
Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, "Semoga kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar. (QS. al-Qashash: 79:80)

Lalu Allah benamkan seluruh harta Qarun karena kesombongan dan kekufurannya - yang ini sering terjadi pada orang-orang kaya dan para raja:
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ
Artinya:
Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).(QS al-Qashash: 81)

Akhirnya, sadarlah orang-orang awam saat itu bahwa dunia bukanlah kebahagiaan. Barulah mereka mempercayai ucapan orang yang berilmu:
وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ ۖ لَوْلَا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
Artinya:
Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah). (QS al-Qashash: 82)

Demikianlah kebanyakan orang-orang awam. Mereka baru sadar saan musibah telah terjadi. Maka jengan seperti mereka. Jadilah orang-orang yang sadar terlebih dahulu sebelum datang kemurkaan Allah.

Dalam masalah dunia, lihatlah orang yang di bawah
Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
"Pandanglah orang yang di bawahmu dan janganlah engkau pandang orang yang di atasmu (dalam masalah ini). Dengan begitu, kamu tidak akan meremehkan nikmat Allah kepadamu" (HR Muslim: 2963)

Yang dimaksud dengan perintah "memandang orang yang di bawah" adalah dalam urusan dunia atau harta. Dalilnya ialah sabda beliau, "Jika salah seorang diantara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (postur) tubuh maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya." (HR al-Bukhari: 6490 dan Muslim: 7617).
Seorang tidak akan meremehkan nikmat Allah apabila sikap ini - melihat orang yang dibawahnya dalam urusan duniawi - dia terapkan dalam hidupnya. Ketika dia bertamu ke rumah pejabat dan melihat keindahan ruangan dan kemewahan perabotan, dalam hatinya mungkin terbetik "rumahku masih kalah dari rumah bapak pejabat ini". Namun, ketika dia memandang pada orang lain di bawahnya, dia berkata, "Ternyata rumah tetangga dibandingkan dengan rumahku, masih lebih bagus rumahku. Dengan memandang orang yang di bawahnya, dia tidak akan meremehkan nikmat yang Allah berikan. Bahkan dia akan mensyukuri nikmat tersebut karena melihat masih banyak orang yang tertinggal jauh darinya.
Lain halnya dengan orang yang satu ini. Ketika dia melihat saudaranya memiliki ponsel iPhone atau Blackberry seharga lima jutaan ke atas, dia marasa ponselnya masih sangat tertinggal jauh dari temannya tersebut. Akhirnya, yang ada pada dirinya adalah kurang menyukuri nikmat. Dia menganggap bahwa nikmat tersebut - ponsel yang dimiliki - masih sedikit/ kecil nilainya. Bahkan, yang lebih parah, selalu hasad (dengki) yang berakibat dia akan memusuhi dan membenci temannya tadi. Padahal, masih banyak orang di bawah dirinya yangmemiliki ponsel dengan kualitas yang jauh lebih rendah. Inilah cara pandang yang keliru, namun banyak menimpa kebanyakan orang saat ini.

Urusan akhirat, pandanglah yang di atasmu
Adapun dalam masalah akhirat - ibadah dan amal shalih - hendaknya seseorang melihat orang yang di atasnya. Rakus terhadap perkara duniawi tercela, tetapi rakus terhadap pahala terpuji. Qana'ah dengan harta adalah sifat mulia, tetapi qana'ah dengan amal shalih adalah sifat buruk.
Sebagian salaf mengatakan, "Seandainya seseorang mendengar ada orang lain yang lebih taat kepada Allah daripada dirinya, sudah selayaknya dia sedih karena dia telah diungguli dalam perkara ketaatan." (Latha'if al-Ma'arif, hlm. 268).
Sahabat Abu Hurairah rodhiallahu 'anhu pernah menurutkan, "Orang-orang miskin (dari para sahabat Nabi) pernah dtang menemui Nabi. Mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, orang-orang kaya yang memiliki banyak harta telah memborong pahala. Mereka dapat melakukan shalat sebagaimana kami shalat. Mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Namun, mereka dengan kelebihan hartanya dapat menunaikan haji, umrah, jihad, dan sedekah; sedangkan kami tidak memiliki harta...' Dalam riwayat Muslim di akhir hadits, Rasulallah bersabda, 'Itu adalah karunia (dari) Allah yang diberikan kepada siapa yang Dai kehendaki.'" (HR al-Bukhari: 807, Muslim: 595).
Maka berlomba-lombalah dengan amal shalih. Kejarlah ketertinggalan dari teman-teman shalih yang lebih banyak ibadahnya.

Penutup
Sidang pembaca yang berbahagia, tentu kita sepakat bahwa kebahagiaanlah yang kita cari dalam hidup ini. Persoalannya, dimanakan kebahagiaan itu? Kebahagiaan bukanlah didapat dengan menjadi raja. Kebahagiaan bukan didapat dengan menjadi pengusaha sukses. Namun, kebahagiaan bisa diperoleh dengan merasa cukup terhadap apa yang Allah berikan. Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sungguh sangat bahagia orang yang telah masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa puas dengan apa yang diberikan kepadanya." (HR Muslim: 2473)
Sejatinya, apa yang diangan-angankan dari orang-orang kaya, semuanya mengerucut pada makanan, tempat tinggal, kesehatan, dan keamanan. Karena itu, jika seorang muslim dapat memperoleh makanan untuk hari yang dia jalani saat ini, ada rumah tempat ia bernaung, dan aman di dalamnya, serta badan yang sehat maka seolah-olah dunia telah ia pegang. Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa diantara kalian merasa aman di tempat tinggalnya, diberi kesehatan badan, dan menjumpai makanan untuk hari itu maka seolah-olah dia memiliki dunia seluruhnya." (HR at-Tirmidzi: 2346; dishahihkan al-Albani dalam ash-shahihah: 2318)
Akhirulkalam, ketahuilah bahwa ujian harta itu sangat berat. Allah kelak akan menanyakan dua kali: 1) dari mana harta itu ia dapatkan, dan 2) ke mana harta ia belanjakan. Haramnya harta adalah adzab, sedangkan halalnya adalah hisab.

Sumber: Buletin dakwah Islam "Al-Furqon"  Tahun ke-9 Volume 12 Nomor 4
Referensi:
Gambar teks arab qur'an: Quran.com
Teks arab qur'an: quran-terjemah.org
Teks hadits: belajarislam.com

Jumat, 20 Februari 2015

Wisuda: Perjalanan masih tetap berlanjut, dengan perjuangan yang lain

Bismillah,
Toga Wisuda: Perjalanan masih tetap berlanjut, dengan perjuangan yang lain
Sumber: juliandarobby.wordpress.com
Alhamdulillah, acara wisuda sudah terlaksana dengan baik dan lancar meskipun terdapat kesalahan kecil karena kurangnya praktek atau belajar saat menerima sebuah map yang berisikan kartu ucapan "Selamat & Sukses atas wisuda". Ya sebenarnya bukan masalah nervous atau semacamnya, hanya saja saat di depan saya lupa menerimanya harus seperti apa :-0.

Alhamdulillah, setelah semua yang ku lalui di kampus dekat sungai brantas kota Kediri akhirnya saya dapat lulus. Sebelumnya sempat berhenti mengerjakan proposal ketika kesulitan mengerjakan proposal skripsi karena "merasa" mendapatkan dosen yang terlalu tegas dan pintar sehingga usulan judul & proyek yang aku berikan ditolak karena "terlalu sederhana" (meskipun saya sendiri juga merasa terlalu sederhana, tetapi itu cukup sulit pembuatannya jadi saya tetap mengajukannya). Baiknya dosen ini adalah, setelah menolak usulan saya beliau memberikan solusi dengan memberikan sebuah proyek tugas akhir yang bagi saya cukup sulit karena saya tidak tahu menahu tentang topik itu, tetapi karena tidak ada pilihan lain akhirnya saya ingin mencoba bangkit setelah tertinggal pada proposal gelombang pertama, dan sebelum gelombang kedua dibuka saya mencari literatur dari internet dan ayah yang merupakan orang berpengalaman dalam bidang pendidikan (oh iya, proyek yang ditawarkan pak dosen ini adalah tentang "akreditasi SMK"), kemudian mencari lokasi penelitian dan selanjutnya menuju lokasi penelitian untuk bertanya-tanya tentang akreditasi dan sekolahnya.

Alhamdulillah, karena ALLAH telah menyadarkanku bahwa "Sekecil apapun sebuah masalah/ tugas, jika tidak dikerjakan tidak akan pernah selesai". Dan karena itu, aku bisa bangkit, mengejar ketinggalan pertama untuk menuju wisuda di gelombang proposal kedua dengan semangat, usaha, doa, dan dukungan keluarga terutama ayah dan kakak. Terimakasih semuanya.

Dosen menyalahkanmu, mencoret proposal/ skripsimu, bertanya tentang kasusmu adalah bukan untuk menjatuhkanmu! Tetapi ia ingin mengukuhkan pengetahuanmu, ia ingin mengoreksimu, ia ingin membenarkanmu meskipun dengan bertanya yang menyusahkanmu dan menjadikanmu tampak tidak bisa apa-apa. Jangan berhenti di situ! Jadikanlah itu semangat, cambuk untuk semakin memahami topik pada proposal/ skripsimu. Beliau tidak ingin menghina atau menjatuhkanmu, tetapi sebaliknya, ia ingin kau paham sepenuhnya tentang apa yang kau buat sebelum kau di sidang oleh dosen lain yang ia tidak dapat membantumu ketika itu! Jika kau berhenti ketika banyak kesalahan dan dicoret oleh dosenmu, hasilnya kau tak dapat menyelesaikan tugas akhirmu, jangan biarkan itu! Jadilah orang yang berpikir luas, berhati lapang, dan terus kerjakan. Hingga ketika semua terlalui, kau akan bisa tersenyum dan berterimakasih kepada beliau, orang yang kau kira selalu membuat soal yang sulit, orang yang selalu menyalahkan, orang yang kau kira selalu benar dan selalu menyalahkanmu! Ya, kau akan berterimakasih sekali kepada orang itu.

Alhamdulillah, setelah 4 tahun belajar di universitas, 1 bulan PKL, 1 bulan KKN, dan beberapa bulan mengerjakan skripsi akhirnya kami wisuda. Terimakasih untuk orang tuaku, saudara-saudaraku, dosen-dosenku, teman-temanku, dan semuanya yang tidak mungkin aku sebut satu-satu. Dan aku tahu, wisuda bukanlah akhir perjalanan, tetapi perjalananku masih berlanjut dengan perjuangan yang lain.

Untuk kalian yang sedang menempuh studi, semoga kalian selalu semangat dan sukses nantinya. Jangan lupa, jika saat mengerjakan skripsi pesanku yang di atas (quote) semoga kalian bisa menjadi pribadi yang lebih tegar dari aku, tahan banting, dan tidak rapuh. Jangan lupa selain berusaha juga berdoa, semoga ALLAH memberikan kita kesuksesan dunia dan akhirat. Aamiiin.

Minggu, 01 Februari 2015

Puisi: Cahaya gelap

Cahaya gelap
Dari mana datangnya?
Coba aku mengira
Dari bisikan perayu, makhluk tak terindra
Tapi, dia adalah musuh nyata

Cahaya gelap
Dari mana datangnya?
Dari rayuan yang kau terima
Lalu ke hati
Dan kau perbuat

Oh...
Cahaya gelap
Rayuan sempurna
Janji fana

Oh,..
Larilah
Larilah dari bisikan kosong
Bisikan menjanji surga fana
Bukan surga abadi, nanti

------------------------------------------------
Kediri
Fikri Thufailiy.

Menunggu...

Bismillah,
Alhamdulillah, setelah semua dilalui... Kini tinggal menanti, sebuah acara kelulusan. Ya, tugas atau masalah sekecil apapun tidak akan pernah selesai jika kita tidak mengerjakan/ menyelesaikannya.

Januari adalah bulan menunggu, dan bulan februari adalah persiapan untuk melaksanakannya. Semoga semua lancar dan kemudian hari lebih baik, dari hari-hari yang lalu. Dan bukan  hanya sebuah simbolis, tetapi juga kepada jiwa yang lebih dewasa dan produktif berkarya. Aamiiin, untuk kita semua.

Teman,
Jika menunggu adalah hal yang paling menjemukan, itu benar tetapi tidak akan terasa jika sambil menunggu kita melakkukan sesuatu, bukan diam.

...

Sabtu, 24 Januari 2015

Ketika Hujan Tiba

Bismillah
Ketika Hujan Tiba
Oleh Abu Rima

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rezeki kepada kita semua. Begitu banyak nikmat diberikan-Nya. Di antara nikmat tersebut, air hujan. Allah telah menurunkan air hujan yang amat banyak manfaatnya bagi makhluk-Nya. Air merupakan komponen yang paling penting pada jasad manusia, hewan, tanaman, dll. Dengan adanya air, tanah yang kering dan mati menjadi hidup dan subur. Dengan adanya air, tanaman bisa tumbuh, berkembang, dan menghasilkan aneka buah-buahan. Dengan adanya air, hewan berkembang biak dengan izin Allah. Dengan adanya air pula, manusia bisa melangsungkan kehidupannya. Kewajiban kita hanyalah bersyukur atas nikmat tersebut.
Allah berfirman (yang artinya), "Pernahkan kamu memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Sekiranya Kami menghendaki, niscaya kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?" (QS al-Waqi'ah: 68-70)

Air hujan suci dan menyucikan
Allah berfirman (yang artinya), "Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang suci dan menyucikan." (QS al-Furqan: 48)
Hal ini menunjukkan bahwasannya air hujan dapat di8gunakan untuk bersuci. Bahkan, pakaian yang terkena lumpur dan air hujan tidak perlu dicuci terlebih dahulu jika hendak digunakan shalat. Demikianlah yang dikatakan oleh Mujahid rohimahulloh ketika belau ditanya tentang hal tersebut. Kemudian beliau menerangkan bahwa lumpur yang menempel pada pakaian tersebut hendaknya dikerik bila telah kering (Mushannaf Abdurrazzaq: 1474).
Subhanallah, sungguh ini adalah kemurahan serta kemudahan dari Allah. Karena itu, wahai saudaraku kaum muslimin, janganlah kalian ragu akan sucinya air hujan dan benda yang terkena air hujan.

Pahala wudhu di musim penghujan
Menyempurnakan wudhu di musim dingin (penghujan) termasuk amalan penghapus dosa. Ini benar-benar kenikmatan yang dianugerahkan Allah subhanahu wa ta'ala. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
المشي على الأقدام إل الجمعات كفارت للذنوب, وإسباغ الوضوء في السبرات, ونتظار الصلوات
"Berjalan menuju ke (shalat) jama'ah menghapus dosa, begitu pula menyempurnakan wudhu di waktu musim/ cuaca dingin dan menunggu shalat setelah shalat" (HR ath-Thabrani: 1552 dalam Mu'jamul Kabir, ash-Shahihah: 3169)

Mengusap kaos kaki tanpa mencuci kaki
Biasanya, ketika keadaan dingin dan musim penghujan, sebagian orang mengenakan kaos kaki. Dalam kondisi seperti ini, syari'at Islam membolehkan penggunaan kaos kaki mengusap bagian atas kaos kakinya - tidak perlu membasuh kaki - ketika berwudhu. Disebutkan dalam sebuah hadits:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى الْجَوْرَبَيْنِ
Bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudhu dan mengusap bagian atas kedua kaos kakinya (HR Abu Dawud: 159 dari Sahabat al-Mughirah ibn Syu'bah radhiallahu 'anhu; dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil: 101)

Abu Dawud rahimahullah berkata, "Begitu pula Ali ib Abu Thalib, Ibnu Mas'ud, al-Barra' ib Azib, Anas ibn Malik, Abu Umamah, Sahl ibn Sa'd, dan Amr ibn Huraits telah mengusap bagian atas kedua kaos kakinya." (Sunan Abi Dawud 1/61)
Maha Suci Allah yang telah memudahkan semua urusan hamba-Nya.

Boleh shalat di rumah saat hujan turun
Pada asalnya, para lelaki kaum muslimin wajib shalat lima waktu secara berjama'ah di masjid. Namun, ketika hujan turun, mereka dibolehkan shalat di rumah/ tempat masing-masing. Sahabat Jabir radhiallahu 'anhu mengabarkan, "Kami melakukan perjalanan bersama Rasulullah shalallahu 'alaihu wasallam, lalu kami mendapati hujan, maka beliau bersabda:
لِيُصَلِّ مَنْ شَاءَ مِنْكُمْ فِى رَحْلِهِ
"Hendaklah melakukan shalat di tempatnya bagi yang berkehendak" (HR Muslim: 698)

Tambahan kalimat adzan ketika hujan
Lafal tambahan tersebut adalah:
  1. أَلَا صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ
    Artinya "Shalatlah di tempat-tempat kalian." (HR al-Bukhari: 632, Muslim: 697)
  2. صَلُّوافِي بُيُوتِكُمْ
    Artinya "Shalatlah di rumah-rumah kalian" (HR al-Bukhari: 616, Muslim: 699)
Salah satu dari dua kalimat di atas diucapkan di tengah adzan sebagai pengganti "hayya 'alash shalat". Dasarnya ialah bahwa Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu menyuruh muadzin ketika hujan, "Jika kamu telah mengucap asyhadu an la ilaha illallah, asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, maka jangan kamu mengucap hayya 'alash shalat, tetapi ucapkan shalluu fi buyutikum." Lalu sepertinya manusia mengingkari (tambahan) ini, maka beliau berkata, "Apakah kalian heran tentang (tambahan) ini? Sungguh orang yang lebih baik dariku (yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) telah melakukan hal ini." (HR al-Bukhari: 616 dan Muslim: 699)

Atau, diucapkan langsung setelah adzan. Dasarnya ialah bahwasanya Ibnu Umar radhiallahu 'anhu adzan pada suatu malam yang dingin dan angin lalu dia mengatakan alaa shalluu fi rihaal, kemudian setelah itu dia berkata:
كَانَ رَسُولُاللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُالْمُؤْذِّنَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةٌ بَارِدَةٌ ذَاتُ مَطَرٍيَقُولُ: أّلَاصَلُّوافِى الرِّحَالِ
"Sesungguhnya Rasulallah shallallahu 'alaihi wasallam menyuruh muadzain jika malam dingin dan hujan agar mengatakan alaa shalluu fir rihaal." (HR al-Bukhari: 632, Muslim: 697)

Atau, diucapkan setelah mengucap hayya 'alash shalat  dan hayya 'alal falah; hal ini berdasarkan hadits Amr ibn Aus berkata, "Seorang (shabat Nabi) dari Tsaqif mengabarkan kapada kami bahwa dia mendengarkan muadzinnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tatkala hujan di malam hari ketika perjalanan, (muadzain itu) mengucapkan hayya 'alash shalat, hayya 'alal falah, shalluu fi rihalikum." (HR an-Nasa'i: 653; dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih wa Dha'if Sunan an-Nasa'i 2/297)

Boleh menjama' shalat ketika hujan
Pada asalnya, shalat dikerjakan pada waktunya, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala (yang artinya), "Sesungguhnya shalat adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman." (QS an-Nisa': 103)
Namun, ketika hujan turun diperbolehkan menjama' shalat Zhuhur dengan Ashar atau Maghrib dengan Isya'. Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu berkata:
  صَلَّى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ وَالعَصْرَ جَمِيْعًا وَالمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ جَمِيْعًا مِنْ غَيْرِ خَوْفٍ وَلَاسَفَرٍ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menjama' shalat Zhuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya', bukan dalam keadaan takut maupun safar." (HR an-Nasa'i: 601: dishahihkan al-Albani, Sunan an-Nasa'i 1/290)

Imam Malik rahimahulloh berkata, "Hal tersebut diketahui pada saat turun hujan." (al-Muwaththa': 480, 2/200)

Yang hendaknya dilakukan ketika hujan
  1. Takut datangnya adzab ketika mendung. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika mendung tiba begitu khawatir jangan-jangan akan datang adzan dan kemurkaan Allah (al-Adabul Mufrad: 251; dinyatakan shahih oleh al-Albani 1/97)
  2. Berdoa ketika turun hujan:
    اَللَّهمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
    "Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat." (al-Adabul Mufrad: 686: ash-Shahihah: 2757)
  3. Berdoa setelah turun hujan:
    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ
    "Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah." (HR al-Bukhari: 846, Muslim: 71)
Penutup
Masih banyak hal-hal penting untuk diketahui dan diperhatikan sehubungan dengan turunnya hujan, misalkan tidak boleh "mencela hujan" dll. Namun tidak mungkin kita mengkajinya di sini karena keterbatasan tempat. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua sebagai panduan amal di musim hujan. Allahu A'lam.

Sumber:
Buletin Dakwah Islam "AL-FURQON" Tahun ke-9 Volume 12 Nomor 1

Jumat, 23 Januari 2015

Tutorial: Membuat CCTV menggunakan webcam eksternal via Ustream dengan akun gratis [broadcast melalui webnya]

Bismillah,
Setelah kemarin mengulas secara ringkas tentang ustream.tv, kini saya akan memberikan panduan ringkas cara membuat CCTV menggunakan webcam sederhana sehingga biaya dibuat semurah-murahnya dengan fasilitas ustream gratis dengan kualitas video biasa.

Sebelum panduan membuat cctv dan broadcast, perlu diketahui dulu bahwa Anda harus membuat akun dulu di ustream.tv. Ada 2 metode untuk mendaftar, yang pertama menggunakan akun facebook sehingga Anda tidak perlu sudah-sudah memasukkan nama, alamat, dan yang lainnya pada formulir pendaftaran. Dan cara kedua adalah dengan mendaftarkan biasa yaitu menggunakan formulir pendaftaran, perlu mengisikan alamat-email, nama, dan lain-lain kemudian juga perlu konfirmasi e-mail. Tetapi secara garis besar cara pendaftaran sepeti biasa dan mudah, sehingga saya pikir tidak perlu tutorial pendaftaran.

  • Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pemasangan webcam sebagai CCTV. Di sini karena saya hanya memasang webcam sebagai CCTV sementara (bukan permanen) maka yang dibutuhkan hanya kabel USB Extension (kabel penyambung USB) dengan panjang 10 meter - sedangkan untuk Anda silahkan sesuai dengan kebutuhan, dapat dibile di toko komputer dengan ukuran kurang lebih 5 meter dan 10 meter - dan webcam. Sedangkan jika sobat ingin memasangnya secara permanen silahkan pertimbangkan apa yang diperlukan misalkan kaleng bekas, atau botol bekas, dan semacamnya sebagai pelindung kamera saat hujan dan silahkan mengatur agar kabel tidak banyak terkena sinar matahari dan hujan agar awet.
    1 Kabel sambungan USB (usb extension) dan webcam (karyafikri.blogspot.com)
    Kabel USB extension & webcam
    Pada webcam yang saya miliki karena antara kabel kamera dan suara dibedakan dan saya tidak memiliki kabel penyambung audio maka pada percobaan ini saya tidak menggunakan suara pada CCTV yang dibuat. Untuk sobat mungkin sebelum membeli dapat menentukan atau memilih webcam yang kamera dan suaranya jadi satu pada kabel USB saja (jika ada) agar lebih mudah karena tidak perlu menyambung kabel audio dan hanya dengan kabel USB sudah mendapatkan gambar dan suara. 
    • Setelah bahan sudah siap, maka silahkan menentukan lokasi dan menentukan rute kabel. Selanjutnya silahkan pasang di tempat yang sekiranya aman dan sulit dijangkau oleh orang karena mungkin saja banyak orang usil di sana. Berikut adalah contoh pemasangan kamera yang saya lakukan:
      2 Pencarian lokasi kamera dan pemasangan (karyafikri.blogspot.com)
      Contoh pemasangan kamera
      Ya hanya seperti itu sebagai contoh, karena ini bukan pemasangan permanen. Jika sobat ingin memasang webcam sebagai CCTV secara permanen silahkan menentukan tempat yang tepat, kuat, dan terlindungi dari panas dan hujan.
    • Setelah kamera dan kabel sudah terpasang, maka langkah selanjutnya silahkan pastikan laptop atau komputer Anda terhubung dengan internet kemudian login pada situs ustream.
    • Untuk login silahkan klik link "Login", kemudian klik "Go Live!". Jika sobat masih pertama kali masuk halaman broadcast maka akan ada pertanyaan untuk pilih dengan fasilitas premium atau basic, pilih saja yang tetap basic, kalau tidak salah "Remain Basic" atau dengan kata yang sama seperti itu (maaf lupa).
    • Ketika berada pada halaman broadcast secara bawaan kamera yang digunakan adalah kamera yang ada/ webcam laptop. Untuk merubahnya silahkan klik pilihan di bawah tulisan Video dan pilih USB Video Device.
    • Setelah tampilan video sudah berganti seperti yang seharusnya terlihat dari video webcam eksternal, dan pastikan sudah siap. Jika sudah siap silahkan memulai broadcast dengan cara klik "Start Broadcast".
    • Setelah Anda klik broadcast itu artinya CCTV Anda sudah online dan dapat dilihat orang lain yang mengetahui alamat Anda, atau Anda sendiri baik melalui situs ustream maupun aplikasi android (untuk tutorialnya silahkan klik di sini). Berikut adalah contoh tampilan halaman broadcast saya:
      3 Mulai broadcast atau streaming via ustream.tv (karyafikri.blogspot.com)
      Contoh Halaman Broadcast
    • Secara bawaan, Anda akan memiliki channel sama dengan username Anda (dan Anda dapat menambahkan channel dengan klik Dashboard kemudian Channels dan klik Create new channel. Sedangkan jika Anda ingin melihat CCTV Anda itu, silahkan kunjungi link yang tampil di bawah kotak "Share your broadcast with your followers!". Dan Anda dapat membagikannya kepada pengikut Anda, atau orang lain. Atau silahkan klik nama channel Anda.
    • Sedangkan jika Anda ingin melihat hasil broadcast Anda dari perangkat Android silahkan buka aplikasi ustream kemudian silahkan lakukan pencarian dengan nama channel (misalkan di sini saya menggunakan channel raincintz maka silahkan cari dengan kata pencarian "Raincintz" tanpa tanda petik).
    • Selesai.
    Semoga membantu dan bermanfaat.