Jumat, 30 Agustus 2013

Cara Dzikir Rasulullah

Teknis Dzikir Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuhu
Bagaimana teknis Rasulullah berzikir beserta haditsnya. Apabila dengan jari tangan, bagaimana teknisnya?
Dimulai dari jari apa dan bagaimana detailnya? Afwan, kalau pertanyaannya kurang rapi.
Terimakasih
Dari: Hamba Allah
Jawaban:
Wa alaikumus salam Warahmatullaahi Wabarakatuhu
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Teknis dzikir yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah menghitung dengan jari dan bukan dengan bantuan alat, seperti kerikil atau tasbih.
Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan,
رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُهُنَّ بِيَدِهِ
“Saya melihat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghitung dzikir beliau dengan tangannya.” (HR. Ahmad 6498 dan dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth).
Kemudian dari seorang sahabat wanita, Yusairah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada kami (para sahabat wanita),
يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَينَ، عَلَيْكُنَّ بِالتَّهْلِيلِ وَالتَّسْبِيحِ وَالتَّقْدِيسِ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ، وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ
“Wahai para wanita mukminah, kalian harus rajin bertasbih, bertahlil, mensucikan nama Allah. Janganlah kalian lalai, sehingga melupakan rahmat. Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena semua jari itu akan ditanya dan diminta untuk bicara.” (HR. Ahmad 27089, Abu Daud 1501, Turmudzi 3583, dan sanadnya dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani).
Yusairah bintu Yasir Al-Anshariyah adalah sahabat wanita. Beliau termasuk salah satu wanita yang ikut menjadi peserta Baiat aqabah.
Ketika menjelaskan hadis Yusairah, Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan,
ومعنى العقد المذكور في الحديث إحصاء العد، وهو اصطلاح للعرب بوضع بعض الأنامل على بعض عُقد الأُنملة الأخرى، فالآحاد والعشرات باليمين، والمئون والآلاف باليسار، والله أعلم
Makna kata ‘al-aqd’ (menghitung) yang disebutkan dalam hadis [pada kata: وَاعْقِدْنَ] adalah menghitung jumlah dzikir. Ini merupakan istilah orang arab, yang bentuknya dengan meletakkan salah satu ujung jari pada berbagai ruas jari yang lain. Satuan dan puluhan dengan tangan kanan, sementara ratusan dan ribuan dengan tangan kiri. Allahu a’lam. (Nataij Al-Afkar fi Takhrij Ahadits Al-Adzkar, 1/90).
Ibnu Alan menjelaskan bahwa cara ‘al-aqd’ (menghitung dengan tangan) ada dua:
  1. Al-Aqd bil mafashil (menghitung dengan ruas jari)
  2. Al-Aqd bil ashabi’ (menghitung dengan jari)
Beliau mengatakan,
والعقد بالمفاصل أن يضع إبهامه في كل ذكر على مفصل، والعقد بالأصابع أن يعقدها ثم يفتحها
“Al-Aqd bil mafashil (menghitung dengan ruas jari), bentuknya adalah meletakkan ujung jempol para setiap ruas, setiap kali membaca dzikir. Sedangkan Al-Aqd bil ashabi’ (menghitung dengan jari), bentuknya adalah jari digenggamkan kemudian dibuka satu persatu.

Haruskah Dzikir dengan Tangan Kanan?

Terdapat hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan,
رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يعقد التسبيح. وزاد محمد بن قدامة -شيخ أبي داود- في روايته لفظ: “بيمينه”
“Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghitung bacaan tasbih dengan tangannya.” Sementara dari jalur Muhammad bin Qudamah – gurunya Abu Daud – terdapat tambahan: “dengan tangan kanannya” (HR. Abu Daud 1502 dan dishahihkan Al-Albani)
Berdasarkan hadis ini, sebagian ulama menganjurkan untuk menghitung dzikir dengan jari-jari tangan kanan saja. Hanya saja, sebagian ulama menilai bahwa tambahan ‘dengan tangan kanannya’ adalah tambahan yang lemah. Sebagaimana keterangan Syaikh Dr. Bakr Abu Zaid. Sehingga dianjurkan untuk menghitung dzikir dengan kedua tangan, kanan maupun kiri.
Kesimpulan yang tepat dalam hal ini, dzikir dengan tangan kanan hukumnya dianjurkan, meskipun boleh berdzikir dengan kedua tangan dibolehkan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka menggunakan anggota badan yang kanan untuk hal yang baik. Sebagaimana keterangan Aisyah radhiyallahu ‘anha,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan bagian yang kanan ketika mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusan beliau.” (HR. Bukhari 168).
Dan menghitung dzikir termasuk hal yang baik, sehingga dilakukan dengan tangan kanan, lebih baik. (Simak Fatwa Islam, no. 139662)
Allahu a’lam

Sumber : konsultasisyariah.com

Selasa, 27 Agustus 2013

Dari Mocin ke Honda...

Bismillah,
Karena di coretan-coretan sebelumnya saya selalu cerita mocin (motor Cina) "mercury". Kini saatnya update informasi tentang tunggangan admin blog "Fikri Thufailiy". Ya, alhamdulillah.
Untuk pengganti dari mocin tersebut saya dibelikan motor honda spesies "Spacy". Pertama kali mendengar nama itu pasti sudah terbayang bodynya yang cukup atau bahkan lebih dari "montok". Dilihat dari fungsinya motor ini cukup memuaskan, helm-in dan fuel injection.

Sekian update informasi pribadi kali ini.
Doakan semoga awet ya :-)
Salam semangat.

Kamis, 22 Agustus 2013

Puisi : Yang berarti...

Bismillah,

Yang berarti...
Akan terasa berarti ketika tak di sisi
Akan terasa berarti ketika sudah pergi

22 Agustus 2013

Aku tahu, kenapa sesuatu itu begitu berarti bagiku saat ia tidak di sisi atau tidak di genggamanku. Karena kadang aku sudah terbiasa dengan keberadaannya. Sebuah contoh mudah! Alhamdulillah, aku mendapatkan nikmat yang begitu besar diantaranya adalah aku hidup sebagai manusia berfisik normal. Karena dari lahir aku hidup seperti ini (dalam keadaan normal) maka aku sudah menganggap hal itu biasa. Tapi suatu saat aku kehilangan salah satu panca indera - sebagai contoh indera pendengar - (hanya sebuah misal, dan Alhamdulillah sampai saat ini panca indera saya masih lengkap). Betapa sepinya dunia ini? betapa mengerikan dunia ini tanpa suara? betapa menyedihkan? Ya, semua itu akan terasa berarti ketika ia sudah pergi.

----------------
Hati itu lemah...

Duhai Dzat yang membolak-balikkan hati
Tuntunlah hatiku untuk mendapatkan RidhoMu

Duhai Dzat yang membolak-balikkan hati
Dekatkan aku dengan orang-orang yang menguatkan imanku
Yang mencintai dan membenci karenaMu

Duhai Dzat  yang membolak-balikkan hati
Cintakan aku kepada pecintaMu dan RasulMu
Cintakan aku kepada pecinta Sunnah RasulMu dan Sunnah Sahabatnya

Duhai Dzat yang membolak-balikkaan hati
Maafkan hambaMu yang berlumur dosa
...

Hati ini lemah
Ana Ukhibbukum Fillah
....................

Kediri, 22 Agustus 2013

Rabu, 21 Agustus 2013

Alangkah bahagia (Uje -rohimahulloh- ingin rujuk ke Manhaj yang benar)

Bismillah,

Qodarulloh, saya baru tahu berita tentang keinginan rujuknya Uje atau ustad Jefri al Buchori -rohimahullohkepada Manhaj yang benar yaitu Manhaj Salaf baru kemarin dan hari ini saya menelusuri sumber berita. Alhamdulillah, insyaAllah berita ini shohih (silahkan mengunjungi link klarifikasi di akhir tulisan ini untuk mengetahui sumber klarifikasi).

Berikut adalah salah satu tulisan berita yang cukup mewakili beberapa berita yang terseber di beberapa media internet baik facebook, blog, web, atau yang lainnya:
Habis berbincang-bincang dengan ust. Syafiq Reza Basalamah, MA -hafidhzahullah-, saya tanyakan kpd beliau perihal kabar yang menyebar dijejaring sosial mengenai hubungan beliau dengan Ust Jefri Al Bukhori. Ternyata kabar itu benar adanya, kata beliau:” awal saya mengenal Jefri waktu musim haji tahun 2005, waktu itu saya ditugaskan pemerintah Arabsaudi, untuk menjadi mursyid (pembimbing) jamaah haji Indonesia , kebetulan saya dapat jama’ahnya Jefri, akhirnya kenal dekat dengan beliau dan hubungan pun berlanjut.”
Ust Syafiq juga seringkali dimintai utk membimbing jama’ah umrahnya ust. Jeri satiap kali beliau umrah. Bahkan Ust Syafiq juga pernah mengisi kajian di rumah ust. Jefri atas permintaan ust Jefri sendiri.
Beliau melanjutkan ” Jefri itu masyaAllah, orang yang terbuka untuk menerima nasehat. Pernah saya melihat Jefri dalam sebuah sinetron, dia memerankan peran ustadz di sinetron itu, namun dalam sinetron itu ada adegan yang berbau syirik. Kemudian saya hubungi dia untuk memberi masukan perihal sinetron yang dibintanginya itu. Beliau pun menerima dan berhenti dari sinetron itu. Pernah pula waktu saya berkunjung ke rumahnya, sy melihat dia memakai kaos bergambarkan supermen di atas gambar supermen itu ada gambar Bintang DVID yg merupkn lambangnya orang yahudi. Saya nasehati dia, dia pun menerima dengan segera dan melepas kaos itu. Jika bertemu di madinah Jefri biasanya ngehubungi saya, kemudian kita berbincang-bincang dan hubungan itu terus berlanjut melalui via BBM.”
Semoga Allah membalas ust Syafiq dengan kebaikan-kebaikan atas dakwah beliau dan semoga Allah mengampuni kekhilafan-kekhilafan ust Jefri dan merahmati beliau.
Dikabarkan Oleh Abu Usaamah Sufyan
Hari Jum’at Pagi
( WAFAT DI PUCUK TAUBAT )
Kurang lebih sebulan yang lalu, saya bertemu seorang alumnus Universitas Madinah al Ustadz Abu Nizar Mirjani Djohan berasal dari kalimantan, beliau jurusan Hadits, sedikit bercerita-cerita tentang ta’lim assatidz salafy Indonesia di Saudi Arabia.
Kami berdua bercerita tentang ta’lim Ustadz Syafiq Reza Baasalamah hafizhahullah di Saudi, Ustadz abu nizar berkata “Jefri al Bukhari setiap datangkan jama’ah Indonesia untuk Umrah, ketika sampai di madinah jefri al bukhari senantiasa meminta ustadz syafiq membimbing jama’ah umrahnya, dan ustadz syafiq senantiasa menashihati jefri al bukhari di madinah, dan jefri al bukhari senantiasa memberikan hadiah untuk ustadz syafiq, kami pernah tanya ke ustadz syafiq tentang barang baru yang dimiliki beliau, beliau menjawab “ini hadiah dari jefri”.
Insya Allah khabar ini Tsiqat (dipercaya) dan teman ana Ustadz Abu Nizar adalah alumnus hadits di univ.madinah dan sekarang sama-sama bernaung di sebuah ma’had dengan saya, Setiap manusia tentu ada proses untuk berubah,dan menuju perubahan itu tidak langsung berubah seluruhnya tentu bertahap, terlebih seorang tersebut sudah menjadi tokoh, dan Allah adalah Rabb yang maha pengampun.
Begitupun kita melihat Ustadz Jefri al Bukhari -rahimahullah- semoga Allah mengampuni segala kesalahannya, tentu beliau ada niat untuk berubah dalam hal manhaj yakni tengah berusaha menuju manhaj salaf, dan dengan ketsiqahan khabar diatas pasti mempunyai efek / pengaruh dikehidupan ustadz jefri sebelum ia wafat dan tanda-tanda beliau untuk berusaha untuk ruju’ ke salaf terlihat dimedia :
1. Ustadz Jefri mengurangi bahkan sudah jarang muncul di televisi.
2. Ustadz Jefri ingin kembali kepada agama Allah yang murni.
pada web : http://hot.detik.com/read/2013/04/26/121549/2231225/230/opick-uje-ingin-kembali-kepada-allah-dengan-murni?hd771104bcj
salah tokoh pesohor di negeri ini Opick mengungkapkan :
“Dia bilang akhir-akhir ini agak aneh, dia merasa dirinya sangat banyak dosa, kekurangan. Saya menangkap ada ruang tobat yang besar dipenghujung hidupnya. Ingin kembali kapada Allah dengan murni,” ungkapnya.
Uje sebelumnya memang mengaku ingin berhenti berceremah. Ternyata hal itu juga sempat diutarakannya kepada Opick.
“Ada kegelisahan dia, saya menangkap ini hal luar biasa. Kita semua berdua,” ujarnya.
Sebagaimana kita lihat di media, mema
3.Ustadz Jefri mau pensiun dini untuk berdakwah.
http://hot.detik.com/read/2013/04/26/122938/2231238/230/ini-alasan-uje-ingin-berhenti-ceramah?991104topnews
Uje berkata :
“Kalau saya terus ceramah, terus siapa yang ceramahin saya? Ada kegelisahan dia. Saya menangkap ini hal luar biasa,” kisah Opick.
Sebelumnya adik Uje, Fajar Sidiq juga menuturkan sang kakak memang pernah bilang kepada dirinya niat berhenti berdakwah. “Gue mau istirahat, ceramah sudah capek,” ungkap Fajar menirukan ucapan Uje.
Terlepas dari segala kesalahan yang terdapat dari diri Uje, tentu dari segala kesalahan itu menuju perubahan sebagaimana Al Imam Al Ghazali rahimahullah yang beliau malang melintang didunia tasawuf diakhir hayatnya beliau ruju’ kepada salaf, namun ajal tak lamakemudian menjemputnya sehingga cita-cita beliau untuk meluruskan(membenahi)kesalahan karya nya yakni kitab “ihya ulumuddin” tidak tercapai.
Semoga Allah senantiasa menjaga diri kita, keluarga kita serta keturunan kita untuk beristiqamah pada ajaranNya. sebagaimana Wasiat Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu :
“Aku berwasiat kepada kalian, wahai hamba-hamba Allah agar kalian bertaqwa padaNya, Dia telah membuat perumpamaan bagi kalian, menetapkan ajal bagi kalian, memberikan telinga yang kalian mengerti maksudnya, memberi kalian mata yang kalian mengerti maksudnya,memberi kalian hati yang kalian mengerti maksudnya, sungguh Allah tidaklah menciptakan kalian dengan sia-sia, dan tidak menghentikan peringataNya dari kalian, Allah memuliakan kalian dengan nikmat yang melimpah, dan Dia menyiapkan balasan untuk kalian , maka bertaqwalah dijalan Allah, bertaqwalah dijalan Allah wahai hamba-hamba ALLAH.”[ash habur Rasul shalalallahu alaihi wa sallam ;mahmud al mishri].
istiqlal
#Jenazah yang dishalatkan oleh mayoritas kaum muslimin#
Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwa anaknya telah meninggal di kawasan Qudaid atau ‘Asfan. Maka ia pun berkata, “Wahai Kuraib (budak beliau), lihatlah berapa orang yang telah berkumpul untuk menyalatkannya.” Kuraib berkata, “Maka aku pun keluar, ternyata orang-orang telah berkumpul untuknya. Lalu aku memberitahukannya kepada Ibnu Abbas.” Dia bertanya, “Apakah jumlah mereka telah mencapai empat puluh orang?” Kuraib menjawab, “Ya.” Kemudian Ibnu Abbas berkata, “Keluarkanlah mayatnya, karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ فِيهِ
‘Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, dan dishalatkan oleh empat puluh orang, yang mana mereka semua ini tidak menyekutukan Allah, niscaya Allah akan memberikan syafaat mereka kepadnya.” [HR. Muslim no. 948]
Dari Aisyah radhiallahu anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ
“Tidak ada satupun mayat yang dishalatkan oleh kaum muslimin dengan jumlah mencapai seratus orang, dan semuanya mendo’akannya, kecuali do’a mereka untuknya akan dikabulkan.” [HR. Muslim no. 947]
FOTO : [Ratusan simpatisan Iringi jenazah Uje menuju Masjid Istiqlal]
(sumber : attaqwapik)
Untuk berita lainnya silahkan lihat di beberapa link berikut:

Semoga ALLAH mengampuni beliau, dan memberi hidayah-Nya kepada saya dan kita semua yang masih hidup di dunia. Untuk klarifikasi sumber berita berikut ini adalah linknya:
- Klarifikasi pertama
- Klarifikasi kedua

Sekian, semoga membawa manfaat.

Sebagai catatan, salafy bukan golongan/ kelompok.
Salafy adalah "Islam Sesungguhnya".
InsyaAllah.

Selasa, 20 Agustus 2013

Mengaku cinta : Ukhibbuka fillah 2

Ukhibbuka fillah
Aku mencintaimu karena Allah...

- Lanjutan cermin sebelumnya (klik di sini untuk melihat bagian pertama) -


Waktu berlalu, tidak ada kabar dari Zaidan setelah beberapa minggu berkomunikasi saat dia berada di kota lain. Hidup di sana dan entah bagaimana kabarnya.

"Ada apa di sana, kenapa tak kau beri tahu aku meski hanya dengan satu kata" itu yang kadang aku pikirkan. Namun mungkin dia masih tidak ingin orang tahu apa yang dilakukan dia di sana, aku hanya dapat berdo'a semoga dia tetap tegar, istiqomah dalam berpegang teguh dengan sunnah.

***

Hari raya Idul Fitri telah datang, beberapa bulan dari pertemuan terakhirku dengan Zaidan.

"Antum di rumah?" layar HPku menampilkan kalimat tanya dengan pengirim Zaidan, saat aku mengerjakan projek web untuk kantor tempat ku bekerja. 
Segera aku balas, "Ya, antum di mana?" tulisku pada psesan singkat untuk Zaidan.
"Di rumah, boleh saya ke rumah antum?" jawaban darinya tak lama setelah aku membalas
"Silahkan :-)" tulisku

***
"Assalamu'alaikum..." terdengar suara Zaidan di depan pintu rumah ayahku.
"Wa'alaikumussalam", jawabku dengan senyum dan memberi isyarat kepadanya untuk masuk ke dalam rumah.

"Bagaimana kabarnya? Terlihat semakin ganteng saja dengan jenggot yang terpelihara" tanya dia dan dilanjutkan dengan candaan seperti biasa setelah lama tak berjumpa.
"Alhamdulillah, seperti yang antum lihat saat ini. Antum juga semakin ganteng, tapi antum terlihat lebih kurus dari yang lalu." jawabku, dan aku memikirkan apa yang dia lakukan di kota yang cukup jauh dari kota kelahirannya.
"Kalau antum sekarang terlihat subur ya, tambah tembem" kata Zaidan diiringin tawa kecil

Setelah beberapa menit berbincang kecil, akhirnya dia mengajakku untuk ke rumah saudara seiman yang juga teman diwaktu sekolah SMA, sesama pecinta sunnah. Awalnya aku menolak karena aku dikejar dead-line projek web untuk kantor, namun setelah ku pikir ini adalah waktu yang tepat untuk kita bisa bercengkerama sesama teman dan saudara seiman yang telah lama tidak bertemu. Untuk saling berbagi cerita, pengalaman, dan melepas kesepian karena terasing di dalam keramaian.

***

"Assalamu'alaikum...." salamku untuk penghuni rumah Faris.
"Wa'alaikumussalam warohmatulloh, silahkan masuk" jawab Faris mempersilahkan kami untuk masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
"Subhanalloh, Faris juga tambah tembem seperti Kholid" celetuk Zaidan setelah beberapa detik duduk di sofa, diiringi dengan tawa kecilnya.

Aku dan Faris hanya tersenyum, akhirnya kami bertiga tersenyum. Lalu kami bernostalgia, bercerita tentang apa yang kami lakukan di beberapa bulan lalu, dan saling bertanya keadaan masing-masing.

"Aku rindu jenis manusia seperti mereka, aku ingin hidup bersama dengan manusia spesies ini" kataku dalam hati. Manusia yang mencintai saudara seiman, menjaga haknya, mencintai sunnah, membenci bid'ah, aman dari tangan dan mulutnya sendiri. 

***

Ana ukhibbukum fillah...
Semoga kita tetap istiqomah
Di jalan sunnah

Kediri, 20 Agustus 2013.

Minggu, 18 Agustus 2013

Video Animasi : Motivasi Diri

Bismillah,
Saya hanya ingin berbagi video motivasi diri yang saya dapat dari pencarian di youtube.com. Dan semoga saja ini dapat memberi manfaat kepada diri saya dan Anda. Berikut videonya:



Berikut kata-kata yang ada dalam video tersebut:

Setiap hari,
Setiap jam,
Bahkan setiap detik
adalah rangkaian masalah

Sahabat bermasalah?
Ingin tahu kuncinya?

Kuncinya adalah...
HHN...
Hadapi!
Hayati!
dan...
Nikmati!

Alloh memotivasi 2x
Agar selalu optimis


فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
5. Karena sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
6. Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan.

SURAH AL-INSYIRAH


1 kesulitan
2 kemudahan