Selasa, 26 Juni 2012

Back-story Asa & Cita (bagian 5 - end)



Bagian ke lima ini adalah kisah penutup asa & cita. Yang mereka terpisah ruang tapi tidak untuk waktu dan kalbu. Dan di bagian ini, saya akan membawa pembaca untuk mengetahui... siapa mereka. 

Di SD Harapan 1 - Senja, ruang kelas 3. Bu Ani, guru Bahasa Indonesia, di akhir pelajaran memanggil nama-nama muid untuk mengabsen kehadiran mereka.

Bu Ani : "Andi Raharja"
Andi : "Ada Bu"
Bu Ani : "Rosita Amalia"
Rosita : "Ada Bu Ani" (sambil tersenyum kecil)
Bu Ani : "Kamu baik-baik saja kan Ita?"
Rosita : "Baik Bu... sehat"
Bu Ani : "Hmmm, ya.. Rahayu Asa Dahlia"
Asa : "Ada"
Bu Ani : "Asa, kok lemas... Kenapa?"
Asa : "Tidak apa-apa Bu, ini hari terakhir saya bertemu Ibu dan juga teman-teman"
Bu Ani : "Jangan sedih, kita tidak pernah berpisah. Dan kamu akan dapat teman yang baik juga di tempat barumu"
Asa : "Terimakasih Bu"
Bu Ani : "Sanjaya Adi Pratama"
Adi : "Ada Bu"
Bu Ani : "Satria Cita Perdana"
Cita : "Ada Bu"
Bu Ani : "Kenapa kamu mengusutkan mukamu"
Cita : "Tidak ada apa-apa Bu"
Bu Ani : "Aku tahu kalian bersahabat baik, mungkin kamu terlalu sedih memikirkan Asa yang akan pergi. Cita nanti kalau sudah besar bisa ke tempat Asa, atau Asa juga akan kembali ke sini lagi..."
Cita : "Semoga"
Asa : (Menatap wajah Cita)
Cita : (Melirik Asa)
Bu Ani : "Toni Burhan Sejati"
Toni : "Selalu hadir bu"
Bu Ani : "Hem... baiklah anak-anak. Pelajaran hari ini selesai. Marilah kita berdoa menurut kepercayaan, agama, masing-masing. Berdo'a...Mulai"

Selesai berdoa, semua murid keluar kelas untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun di sana ada beberapa yang belum pulang, yaitu Asa, Cita, Rosita, Toni, dan 5 anak yang lain. Mereka sedang berbincang-bincang dengan Asa kecuali Cita yang hanya duduk diam di bangku depan pojok.

Setelah berbicara dengan teman-temannya, Asa menghampiri Cita lalu berkata "Besok, dan hari seterusnya mungkin sampai lama kita tidak akan bertemu. Kenapa kamu begini. Apa kamu benci aku?" tanya Asa pada Cita yang membuang wajahnya ketika Asa melihat dia.

"Aku minta nomor telepon rumah kamu" suara kecil Asa sedikit parau

Cita tak menjawab, hanya menyobek kertas kemudian menulis sebaris nomor, lalu diberikan pada Asa tanpa memperlihatkan wajahnya.

"Aku pulang dulu... Ayah dan Ibu sudah menunggu pastinya. Aku berangkat sekarang..." kata Asa

"Iya..." sahut Cita dengan suara yang hampir tak terdengar.


--Selesai--

Akhirnya cerita mini bersambung yang sangat ruwet ini selesai. 
Dan telah saya kumpulkan menjadi sebuah Ebook. Jadi mungkin untuk sobat yang tidak suka membaca online atau tidak suka membaca sesuatu yang terputus-putus (bersambung) maka dapat mendownload ebook cermin ini.


65 Kb (.pdf)

Untuk bagian sebelumnya klik di sini.

Dapatkan update gratis blog ini langsung ke alamat email Anda. Cukup dengan memasukkan alamat email Anda di bawah ini :
Buka e-mail Anda untuk konfirmasi berlangganan.
yufid.tv

0 Komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan komentar.
Kritik & Saran. Terimakasih atas kehadiran dan juga ukiran jejak Anda.