Bismillahirrahmanirrahim,
Hampir empat bulan tidak menulis lagi di sini, rencana menulis rutin terpapar keadaan. Bukan karena kehilangan cerita, melainkan karena kehidupan terkadang berjalan lebih cepat daripada jemari yang sempat menuliskannya. Hingga akhirnya sebuah perjalanan sederhana ke pantai mengingatkanku bahwa alam selalu pandai mengembalikan sesuatu yang perlahan hilang, termasuk semangat untuk kembali menulis.
Akhir pekan kemarin, Alhamdulillah sempat melakukan safar ringan menuju Pantai Pasir Putih, Karanggongso - setelah lama tidak safar jarak jauh. Di tepian pantai, angin datang tanpa meminta izin. Ombak bergulung silih berganti seolah menghapus riuh yang menumpuk di kepala. Langit membentang luas, dan untuk beberapa saat, dunia terasa berjalan lebih pelan. Tidak ada yang luar biasa terjadi, tetapi justru kesederhanaan itulah yang membuat perjalanan ini berkesan.
Ternyata, apa yang kita rasakan di pantai tidak hanya sebatas perasaan. Teringat dulu pernah diajak teman pergi ke pantai, saat itu sebelum berangkat badan tidak bisa dikatakan sehat bahkan masih teringat waktu itu pusing dan pilek. Saat di pantai sudah lupa hal itu dan pulang merasa baikan bahkan bisa dikatakan sembuh, saat perjalanan pulang sempat terbesit pertanyaan "bukankah tadi aku sakit?". Belum terpikir apa karena pikiran yang fresh atau sakit yang terlupa karena senang dan lainnya, tetapi sebelum berangkat ke pantai pekan kemarin tidak sengaja ada video reels instagram saat scroll muncul video yang intinya "jika ada yang lama batuk, coba diajak ke pantai. udara pantai yang mengandung asin itu membantu meredakan/ menyembuhkan batuk", baru kemudian aku search lagi di Mbah Google.
Udara pantai umumnya lebih bersih karena jauh dari padatnya kendaraan dan polusi perkotaan. Butiran halus air laut yang terbawa angin membantu menjaga kelembapan udara sehingga sebagian orang merasa napas menjadi lebih lega. Irama ombak yang terdengar berulang juga diketahui dapat membantu tubuh memasuki kondisi yang lebih rileks dan menurunkan tingkat stres. Ditambah lagi, pemandangan laut yang luas memberi kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari kepadatan informasi yang setiap hari memenuhi mata dan kepala.
Tentu saja, pantai bukanlah obat untuk segala penyakit. Namun, sesekali memberi tubuh kesempatan menghirup udara yang lebih segar, berjalan di atas pasir, mendengar debur ombak, dan memandang cakrawala tanpa batas adalah bentuk sederhana dari merawat diri.
Perjalanan kemarin mengajarkanku bahwa istirahat tidak selalu berarti tidur lebih lama. Kadang, istirahat adalah ketika kita memberi ruang bagi hati untuk kembali berdialog dengan alam. Sebab di sana, kita diingatkan bahwa angin tetap berembus, ombak tetap datang dan pergi, dan hidup pun semestinya dijalani dengan irama yang tidak selalu tergesa.
Mungkin itulah oleh-oleh terbaik dari rihlah kemarin. Bukan sekadar foto yang tersimpan di galeri, melainkan kesadaran bahwa kesehatan bukan hanya soal makanan dan obat, tetapi juga tentang sesekali membiarkan diri kembali akrab dengan ciptaan Allah yang begitu luas dan menenangkan.






.png)
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan meninggalkan komentar.
Kritik & Saran. Terimakasih atas kehadiran dan juga ukiran jejak Anda.