Selasa, 30 Oktober 2012

Mutiara cair itu...

mutiara (rintik hujan) - di yang ketiga - by karyafikri.blogspot.com
Foto diambil 13.24 - 30 Oktober 2012 (mutiara - di yang ketiga)

Mutiara cair itu akhirnya membasahi rindu yang gersang, menampakkan kesejukan dan keramahan yang aku rindu... terimakasih, yaa Allah...

Ia berlomba membasahi kering rindu
Dari daun yang layu
Dari tanah yang kering
Dan dari jiwa yang gersang

Mutiara cair itu seperti kau, yang di rindu hati sayu
Dan kepada penciptamu aku berdoa, agar kau baik-baik saja
Tak kurang dan tak lebih dari yang membuat dunia tersenyum...
Hujan...

Kediri, 30 Oktober 2012

Program Kode Wilayah Kendaraan Bermotor menggunakan C++

Bismillah,
Setelah mengenal bahasa c++ dan belajar input-outuput (memasukkan data dan mengeluarkan informasi), kini waktunya untuk belajar sedikit lebih dalam yaitu fungsi logika (if) pada c++, dan saya tetap setia menggunakan devC++.

Saya tidak akan menjelaskan dan menjabarkan source kode yang ada, di sini saya hanya akan berbagi source kode program yang saya buat berjudul "Kode wilayah plat indonesia" yang menggunakan if. Untuk penjelasan tentang if atau logika pada c++ silahkan Anda membaca di sini atau juga di sini.

Mungkin berbeda kompiler akan mempengaruhi jalan atau tidaknya source tersebut, karena pengalaman (dan mencoba dengan sekilas) bahwa borland dengan dev tidak sama, dan dev dengan compiler C-Free juga tidak sama. Walau hanya di sebagian kecil kode yang masing-masing mendefinisikan berbeda (cara yang berbeda) namun tetap menjadikan kode tersebut tidak bisa dikompilasi. Maka untuk sobat yang ingin belajar menggunakan source code ini saya rekomendasikan untuk menggunakan dev, jika belum punya silahkan download di sini.

Saya membuat program ini dalam 3 warna, yaitu aqua, hitam dan putih seperti pada screenshot di bawah ini (klik gambar untuk memperbesar):

program c++ kode wilayah plat indonesia (aqua)program c++ kode wilayah plat indonesia (hitam)

program c++ kode wilayah plat indonesia (putih)

Dan ternyata cukup mudah untuk mengganti warna tersebut, yaitu dengan system("color 3f");

Dapat dijelaskan sebagai berikut :
System = untuk mengatur system atau dasar dari program
Color = warna atau memberi warna system
3f = kode warna, di sini ada 2 digit kode. Digit pertama adalah untuk menentukan warna background dan digit kedua untuk menentukan warna teks atau tulisan.

Berikut ini daftar kode warna :
0 = hitam
1 = biru
2 = hijau
3 = aqua
4 = merah
5 = ungu
6 = kuning
7 = putih
8 = abu-abu
9 = biru cerah
a = hijau cerah
b = aquah cerah
c = merah cerah
d = ungu cerah
e = kuning cerah
f = putih cerah

Sekian yang dapat saya share, untuk download program beserta source-nya silahkan klik gambar di bawah ini :

820 KB

Cara penggunaan cukup memasukkan 2 huruf kode wilayah plat kendaraan, misalkan AG (bisa ditulis huruf besar atau kecil) kemudian tekan Enter, maka akan menampilkan hasil logika dari if yaitu AG adalah untuk wilayah : Kediri, Blitar, Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek.

Namun untuk kode detail dari wilayahnya tidak saya sertakan (misalkan 2 huruf di belakang angka). Mungkin bisa anda kembangkan dengan bermain kode c++ atau java atau yang lainnya dan kalau ada yang menarik silahkan bagi :). Terimakasih.

Semoga bermanfaat.

Jumat, 26 Oktober 2012

Cara Wanita Mengusap Kepala ketika Wudhu di Tempat Umum


cara wudhu wanita (mengusap kepala) di tempat umum
Pertanyaan:
Assalamu ‘alaikum. Sahkah wudhu seorang wanita yang rambutnya panjang, (tetapi) dia cuma mengusap bagian depannya saja? Bagaimana seharusnya wudhu yang benar bagi wanita yang rambutnya panjang? Bagaimana jika wudhu di tempat umum? Apakah boleh hanya mengusap jambulnya?
Fachrul (fachr**@****.com)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Bismillah.
Pertama: Sesungguhnya, yang diusap ketika berwudhu adalah kepala, bukan rambut. Karena itu, sepanjang apa pun rambut seseorang, cara mengusapnya sama dengan orang yang berambut pendek. dan batas kepala adalah sampai tengkuk. Karena itu, mengusapnya hanya sampai tengkuk dan bukan sepanjang rambut.
Kedua: Berdasarkan riwayat-riwayat tentang tata cara mengusap kepala maka ada tiga perincian:
1. Mengusap seluruh kepala.
Ini yang umumnya dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang dicontohkan oleh sahabat Utsman bin Affan dan Abdullah bin Zaid radhiallahu ‘anhuma. Abdullah bin Zaid pernah menceritakan tata cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Beliau mulai dari depan kemudian ke belakang. Beliau mulai dari bagian depan tumbuhnya rambut, kemudian beliau tarik kedua tangannya ke tengkuknya, lalu beliau kembalikan kedua tangannya ke tempat semua (bagian depan kepala yang ditumbuhi rambut).” (HR. Bukhari dan Muslim); riwayat semisal ini banyak sekali.

2. Mengusap jambul kemudian dilanjutkan mengusap serban sampai ke tengkuk.
Berdasarkan riwayat dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, kemudian beliau mengusap jambul kepala beliau dan serbannya, lalu mengusap sepatu. (HR. Muslim)

3. Mengusap serban saja, tanpa ada bagian rambut yang terkena usapan.
Berdasarkan riwayat dari Amr bin Umayah radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap serban beliau dan sepatu beliau (ketika berwudhu). (HR. Bukhari). Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh Ummu Salamah (istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), bahwa beliau berwudhu dan mengusap kerudungnya. (Disebutkan oleh Ibnu Qudamah dari Ibnu Al-Mundzir). Karena itu, wanita yang berwudhu di tempat umum tidak boleh melepas jilbabnya, namun cukup mengusap bagian atas jilbabnya.

Catatan:
Dijelaskan oleh ulama bahwa tutup kepala boleh diusap, jika memenuhi dua syarat:
1. Menutupi seluruh bagian kepala.
2. Terdapat kesulitan untuk melepaskannya.
Karena itu, sebatas (menggunakan) peci (menyebabkan peci) tidak boleh diusap, tetapi (bagian kepalalah yang) harus (tetap) diusap. (Shifat Wudhu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, hlm. 28)

Allahu a’lam.


Untuk melihat contoh wudhu yang baik (sesuai sunnah Rasulullah) silahkan klik di sini. atau juga di sini.

[ternyata] Neraka juga dingin

(ternyata) neraka juga dingin.
(ternyata) neraka juga dingin.
Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Di rumaysho.com dahulu pernah disinggung mengenai amalan ibadah di musim dingin di sini. Saat ini ada faedah lainnya yang kami peroleh dari penjelasan Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah ketika beliau membahas faedah-faedah di musim dingin (asy syitaa’). Di antara faedah yang beliau rahimahullah sebutkan bahwasanya musim dingin (winter) mengingatkan akan zamharir jahannam (dingin bekunya jahannam), yang siksa jahnnam wajib kita berlindung pada Allah darinya.

Di antara yang menunjukkan akan dinginnya neraka adalah riwayat berikut. Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al Khudri, dari Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
إذا كان يوم شديد البرد فإذا قال العبد : لا إله إلا الله ما أشد برد هذا اليوم : اللهم أجرني من زمهرير جهنم قال الله تعالى لجهنم : إن عبدا من عبادي استجار بي من زمهريرك و إني أشهدك أني قد أجرته قالوا ما زمهرير جهنم قال : بيت يلقى فيه الكفر فيتميز من شدة البرد
“Jika hari begitu amat dingin, lalu seorang hamba mengucapkan ‘Laa ilaha illallah, maa asyaddu bardin hadzal yaum: Allahumma aajirni min zamharir jahannam’ (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah begitu dingin hari ini. Ya Allah,  selamatkanlah aku dari dingin bekunya jahannam). Allah Ta’ala kemudian berfirman kepada jahannam, “Sesungguhnya di antara hamba-Ku, meminta perlindungan pada-Ku dari dingin bekumu, dan aku bersaksi padamu bahwa aku telah melindungi dari dingin tersebut.” Mereka berkata, “Apa itu zamharir jahannam?” Dia menjawab, “Itu adalah rumah yang orang kafir dilemparkan di dalamnya, lantas mereka terasing karena saking dinginnya.”[1]
Dari hadits ini, Syaikh Hammad Al Hammad[2] hafizhohullah berkata bahwa disyariatkan membaca dzikir yang disebutkan dalam hadits tersebut ketika mendapati hawa atau cuaca yang amat dingin seperti ketika winter.
Dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِى بَعْضًا. فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِى الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِى الصَّيْفِ فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ
“Neraka berkata; 'Ya Rabbi, kami memakan satu sama lainnya, (maka izinkanlah kami untuk bernapas!)' Maka Allah mengizinkan untuk bernapas dua kali, napas ketika musim dingin dan napas ketika musim panas. Hawa yang amat panas, itu adalah dari panasnya neraka. Hawa yang amat dingin, itu adalah dari dinginnya (dingin bekunya) neraka.”[3]

Lihatlah yang Terjadi pada Penduduk Neraka!
Dari Ka’ab, ia berkata, “Sesungguhnya di neraka terdapat dingin yaitu zamharir (dingin yang amat beku), yang ini bisa membuat kulit-kulit terlepas hingga mereka (yang berada di neraka) meminta pertolongan pada panasnya neraka.”
‘Abdul Malik bin ‘Umair berkata, “Telah sampai padaku bahwa penduduk neraka meminta pada penjaga neraka untuk keluar pada sisi neraka. Mereka pun keluar ke sisi, namun mereka disantap oleh zamharir atau dinginnya neraka. Hingga mereka pun akhirnya kembali ke neraka. Dan mereka menemukan dingin yang tadi mereka dapatkan.”[4]

Al Qur’an Membicarakan Tentang Dinginnya Neraka
Hal ini dapat kita lihat pada surat An Naba’, Allah Ta’ala berfirman,
لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا (24) إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا (25) جَزَاءً وِفَاقًا (26)
“Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan ghossaq, sebagai pambalasan yang setimpal.” (QS. An Naba’: 24-26).
Allah Ta’ala juga berfirman,
هَذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ
“Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin (ghossaq).” (QS. Shaad: 57)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Yang dimaksud ghossaq adalah dingin beku dari neraka, dan seseorang seperti terpanggang dengannya.” Mujahid rahimahullah berkata, “Ghossaq adalah sesuatu yang tidak mampu seseorang sentuh karena begitu dinginnya.” Ada ulama pula yang mengatakan, “Ghossaq adalah dingin yang baunya begitu busuk”.

Faedah
  1. Neraka bukan hanya panas, juga mengalami dingin (yang amat dingin).
  2. Hawa yang amat panas, itu adalah dari panasnya neraka. Hawa yang amat dingin, itu adalah dari dinginnya neraka.
  3. Cuaca yang amat panas dan dingin seharusnya mengingatkan kita akan neraka, sehingga kita pun seharusnya meminta perlindungan pada Allah dari siksanya yang begitu mengerikan.

Do’a yang Amat Bagus untuk Dihafal
Do’a ini amat baik untuk dihafal, berisi permintaan agar dimasukkan ke surga dan dilindungi dari neraka.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا
“Allahumma inni as-alukal jannah, wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal, wa a’udzu bika minan naari wa maa qorroba ilaiha min qoulin aw ‘amal, wa as-aluka an taj’ala kulla qodho-in qodhoitahu lii khoiroo” (Ya Allah, aku meminta surga pada-Mu serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari neraka serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, jadikanlah setiap takdir yang Engkau peruntukkan untukku adalah baik)[5]
Semoga Allah menyelematkan kita dari siksa Jahannam dengan karunia dan kemuliaan-Nya.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Referensi:
Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islam, hal. 574-576.
Khutbah Jum’at oleh Syaikh Hammad Al Hammad, 11 Muharram 1432 H di Masjid Kabir Jami’ah Malik Su’ud (King Saud University)
Program Hadits Maktabah Asy Syamilah
Prepared in the blessed morning in Riyadh-KSU, on 13rd Muharram 1432 H (19/12/2010)

By: Muhammad Abduh Tuasikal

Catatan dari saya (fikri thufailiy) :
Judul asli dari rohis-facebook.blogspot.com adalah "Neraka juga dingin...!" dan dari rumaysho.com adalah "Dinginnya neraka"

Yang perlu ditegaskan di sini adalah dinginnya neraka bukanlah menyejukkan tetapi menyiksa.

Bukankah jika panas itu cukup menyiksa, apa lagi dengan sangat panas.
Begitu juga dengan dingin, bukankah cukup untuk menyiksa apa lagi dengan sangat dingin. Sebagaimana firman ALLAH subhanahu wa ta'ala dalam surat Shaad[38] : 75 yang artinya :

“Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin (ghossaq).”



[1] Dikeluarkan oleh As Suhami dalam Tarikh Jarjaan (978), dari Lahiq bin Husain Al Maqdisi dan dia adalah di antara perowi yang memasulkan hadits. Lihat biografi di Lisanul Mizan. Dicuplik dari footnote Lathoif Al Ma’arif, hal. 574.
[2] Syaikh Hammad Al Hammad hafizhohullah adalah salah satu pengajar di Jami’ah Malik Su’ud Riyadh-KSA. Beliau memiliki majelis setiap Senin Malam di Masjid Kampus Jami’ah Malik Su’ud membahas Kitab Tauhid dan Muhadzdzab Zaadil Ma’ad. Beliau menyampaikan perkataan tadi ketika khutbah Jum’at 11 Muharram 1432 H di Masjid Kabir Jami’ah Malik Su’ud (King Saud University). Namun kami katakan, asal hadits tersebut adalah hadits yang lemah karena ada perowi yang memalsukan hadits sebagaimana kami sebutkan dalam footnote sebelumnya. Jadi dzikir ketika merasakan cuaca yang amat dingin tidak ada yang tertentu. Intinya banyaklah berlindung pada Allah ketika itu dari cuaca yang dingin dan dari siksa neraka yang dingin nantinya. Wallahu a’lam.
[3] HR. Bukhari no. 3260 dan Muslim no. 617, dari Abu Hurairah.
[4] Lathoif Al Ma’arif, hal. 575.
[5] HR. Ibnu Majah no. 3846 dan Ahmad (6/133), dari Ummu Kultsum binti Abi Bakr, dari ‘Aisyah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Kamis, 25 Oktober 2012

[download] Belajar Tajwid dengan Mudah (aplikasi flash)

Bismillah,
Sekarang kita dapat belajar tajwid dengan mudah melalui laptop atau komputer dengan menggunakan aplikasi flash "Tajwid Mudah". Selain visual juga disertakan audio dengan grafik yang ringan dan mudah, insyaALLAH. Berikut ini adalah tampilan dari aplikasi flash (.swf) tersebut :
Untuk Anda yang ingin mendownloadnya silahkan menggunakan firefox kemudian lihat tutorial cara download flash menggunakan mozilla firefox di sini.

Atau jika dirasa kesulitan, silahkan download melalui link di bawah ini :


Untuk keterangan aplikasi flash ini adalah sebagai berikut :
Nama : Tajwid Mudah
Format : flash atau .swf
Ukuran : 2.61 MB
Developer : (tidak diketahui)
Gender : Edukasi (agama Islam)

Sekian yang dapat saya share.
Semoga bermanfaat.

Menyoal Bom Bunuh Diri



Pada dekade terakhir ini bangsa Indonesia banyak dikejutkan oleh tragedi-tragedi tragis berupa ledakan bom di sana-sini, mulai dari ledakan “bom Bali” sampai ledakan di Hotel J.W. Marriott, Jakarta.  Belum lagi hilang dari benak kita akan tragisnya peristiwa tersebut, tiga ledakan di ibu kota kembali mengejutkan bumi pertiwi ini. Suara simpang siur, pro dan kontra berjejeran menyorot peristiwa tersebut. Tak mau kalah, dunia luar pun angkat suara membidikkan tuduhan “terorisme” ke arah kaum muslim secara totalitas, sehingga syari’at Islam yang suci ini pun menjadi sasaran utama tudingan-tudingan miring tersebut. Namun, yang tersisa dari kenyataan di atas adalah pertanyaan “Benarkah aksi bom bunuh diri berasal dari agama Islam?” dan “Bagaimana sebenarnya pandangan syari’at akan hal tersebut?”. Maka dengan memohon ma’unah dari Allah kita akan membahasnya pada edisi kali ini. Semoga bermanfaat.

Makna Jihad Syar’i
Jihad adalah sebuah ibadah nan sangat mulia lagi agung yang dengannya kalimat tauhid akan tegak serta akan menampakkan eksistensi agama Islam sebagai agama yang berasal dari Allah Yang Maha Agung. Sesungguhnya tiada seorang muslim pun yang tidak menginginkan mati syahid, gugur di medan pertempuran dalam menegakkan kalimat tauhid. Hanya, jihad seperti apa yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah-NYA (sholallahu ‘alaihi wassalam)? Apakah setiap pengrusakan tempat-tempat hiburan serta pembunuhan terhadap orang-orang kafir? Untuk menjawab pertanyaan itu perlu kita menilik kembali definisi jihad menurut Islam serta tujuan apakah yang dikehendaki Allah ketika mensyari’atkannya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata “Makna jihad yang shohih (tepat) ialah mengerahkan (segenap) kekuatan untuk meraih apa yang Allah subhanahu wa ta’ala cintai berupa iman dan amal sholih serta menolak (setiap) apa yang Allah subhanahu wa ta’ala benci seperti kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan.” (ahkamul jihad ‘inda ibni taimiyyah : 67,  dikumpulkan oleh Hasan Abdurrohman).
Dari difinisi ini dapat kita simpulkan bahwasannya gerakan jihad harus tetap berada di bawah kontrol syar’i. Ikhlas dan mutaba’ah merupakan syarat asasi (utama –ed) yang harus mendasari pelaksanaan jihad karena ia merupakan satu bentuk ibada yang bertujuan untuk menegakkan panji-panji tauhid. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya :


Dan perangilah mereka (orang-orang kafir), sampai tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah... (QS. Al-Baqoroh[2] : 193)

Dalam sebuah hadits yang bersumber dari sahabat mulia Abdullah bin Umar rodhiallahu ‘anhu : Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada Illah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dah Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan apabila mereka telah melakukannya, maka darah dan harta mereka aman, kecuali ada sebab yang mengharuskannya (untuk diperangi), dan hanya Allah yang akan menghisab mereka” (HR. Al-Bukhori: 50, Muslim: 22)

Batasan dan Syarat Jihad
Sesungguhnya hanya sekedar mengetahui makna dan tujuan ditegakkannya jihad belumlah cukup bagi kita untuk menenteng senjata dan menghujankan peluru ke segala penjuru. Akan tetapi, wajib bagi kita untuk tetap memperhatikan batasan serta syarat-syarat ketat (dhowabith) yang telah ditetapkan para ulama sebelum menegakkan syari’at yang mulia ini. Diantara dhowabith tersebut adalah :
1.      Ikhlas dan mutaba’ah (mengikuti sunnah Nabi sholallahu ‘alaihi wassalam) sebagaimana dalam ibadah-ibadah yang lainnnya.
2.      Harus berjalan selaras dengan maqoshid (tujuan-tujuan) disyari’atkannya jihad, seperti yang tertera dalam Surat al-Baqoroh[2] : 193; begitu pula dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dan Muslim, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda “Barang siapa yang berperang untuk menegakkan kalimat Allah yang mulia maka ia telah berpijak di jalan Allah” (HR. Al-Bukhori: 2810, Muslim : 1904)
3.      Dibangun di atas ilmu dan aqidah yang benar.
4.      Disertai dengan sifat rahmat, welas asih, dan lemah lembut, bukan semata-mata untuk menyakiti musuh dengan penuh kebengisan, serta hendaknya dibarengi dengan sifat adil. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Baqoroh[2] : 190)

Dalam ayat lain Allah berfirman :
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa... (QS. Al-Maidah[5] : 8)

5.      Wajib bersama dan dengan izin pemerintahnya kaum muslimin, berdasarkan hadits yang bersumber dari sahabat Abu Huroiroh rodhiallahu ‘anhu dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam, beliau bersabda “Imam adalah tameng bagi yang berperang di belakangnya serta untuk menjaga diri dengannya” (HR. Al-Bukhori : 123, Muslim : 1512). Syaikhul Islam berkata “Urusan jihad (harus) diserahkan kepada imam, dan wajib bagi rakyat mentaati apa saja yang ia (imam) pandang baik” (al-Quthuful Jiyat : 30)
6.      Sesuai dengan kadar kemampuan kaum muslimin.
7.      Mempertimbangkan maslahat (dampak positif) dan mafsadat (dampak negatif)nya guna mewujudkan maqoshid syar’iyah yang ada.

Itulah diantara dhowabith jihad yang harus menjadi pegangan kita sebelum terjun dalam kancah pertempuran. Dengannya kita dapat mengukur apakah gerakan-gerakan “jihad” yang selama ini menjamur di berbagai belahan dunia merupakan jihad yang syar’i atau hanya sekedar aksi brutal berkedok jihad. Siapa saja yang tidak menjadikan batasan-batasan ini sebagai bekalnya di medan jihad, maka sungguh ia telah keliru memahami arti jihad yang sesungguhnya.

Hukum bom bunuh diri
Aksi bom bunuh diri merupakan sebuah fakta hitam yang telah banyak mengguncang dunia dan membuat was-was perasaan setiap orang. Gerakan ini juga merupakan aksi pintas (jalan pintas –ed) yang sekaligus menjadi siasat utama bagi sebagian saudara kita yang begitu merindukan ditegakkannya hukum Allah subhanahu wa ta’ala di muka bumi. Namun, perlu dipahami bahwa kita tidak bermaksud mengingkari cita-cita mereka yang mulia. Hanya, langkah yang mereka ambil telah berseberangan dengan syari’at, semisal membunuh diri sendiri, menumpahkan darah yang diharamkan Allah dan RasulNya, tidak taat kepada pemimpin, dan dampak negatif lain yang semuanya menunjukkan keharaman aksi ini.
1.      Membunuh diri sendiri
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

... dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An-Nisa[4] : 29)

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Barang siapa membunuh dirinya di dunia dengan suatu benda maka pada hari kiamat dia akan disiksa dengan benda itu” (HR. Al-Bukhori : 6047)

2.      Menumpahkan darah yang diharamkan agama
Seperti darah kaum muslimin dan orang kafir yang mendapatkan jaminan keamanan dari kaum muslimin.
Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang menjaga hak-hak dan kehormatan jiwa serta melarang segala bentuk kriminalitas. Allah Ta’ala berfirman
 
... dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar... (QS. Al-an’am[6] : 151)

Mengenai haramnya darah dan kehormatan kaum muslimin, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam pernah bersabda ketika berada di Tanah Haram pada Hari Akbar : “Sesungguhnya darah dan harta kalian adalah haram atas kalian seperti keharaman hari ini, bulan ini, dan negeri ini sampai hari perjumpaan dengan Robb kalian” (HR. Muslim : 1218)
Adapun mengenai darah orang-orang kafir yang mendapatkan jaminan keamanan dari kaum muslimin seperti para duta besar, wisatawan, atau sebagai penduduk pada suatu negeri maka perhatikanlah sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam ketika Ali bin Abi Tholib rodhiallahu ‘anhu hendak membunuh seorang kafir, maka seketika itu pula Ummu Hani rodhiallahu ‘anha memberikan jaminan keamanan kepadanya kemudian Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam mengatakan “Sungguh aku melindungi orang yang engkau lindungi wahai Ummu Hani’” (HR. Al-Bukhori : 3171, Muslim 336)

3.      Keluar dari ketaatan kepada pemerintah
Aksi bom bunuh diri yang ada sekarang ini rata-rata merupakan tindakan terhadap pemerintah yang seharusnya ditaati. Peristiwa-peristiwa kelabu tersebut hanya mengusik para tamu negara yang telah mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah, padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
  
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu... (QS. An-Nisa[4] : 59)
Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Wajib bagi setiap muslim untuk mendengar dan tat baik pada yang ia senangi maupun tidak, kecuali apabila ia diperintah untuk berbuat maksiat, maka tidak ada ketaatan dan tidak ada pula mendengar dalam kemaksiatan (kepada Allah Ta’ala)” (HR. Al-Bukhori: 2955, Muslim :1839)

Fatwa Ulama seputar “Bom Bunuh Diri”
Menanggapi insiden-insiden berdarah akibat ulah tangan kaum muslimin yang dikuasai oleh semangat berlebihan (dan sedikitnya ilmu –ed), para ulama telah banyak menyerukan keharaman aksi bom bunuh diri ini meski berlabel “siasat perang modern”. Di antara para ulama yang telah mengeluarkan fatwa keharaman aksi ini adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Bani rahimahullah, Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baz rohimahulloh, Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rohimahulloh, dan ulama-ulama lainnya.
Saudaraku, itula seberkas dalil syar’i beriring tuntunan para ulama, kiranya dapat kita jadikan parameter untuk mengukur realitas pahit yang selama ini membungkam dunia. Kemudian ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya sikap agresif sebagian saudara kita dalam membombardir lokasi-lokasi hiburan serta gedung-gedung kedutaan besar merupakan refleksi dari keruhnya aqidah mereka yang telah terkontaminasi oleh paham Khowarij. Kita memohon kepada Allah Ta’ala, semoga kita dijauhkan dari gelapnya aqidah khowarij yang sekarang telah banyak merebak di bumi persada. Wallahu a’lam.

Sumber : Buletin Al-Furqon (Tahun ke-4, Volume  6 No.2)

Selasa, 23 Oktober 2012

Puisi : Lewat Hujan


Disaat orang lain bilang "Alhamdulillah, hujan..." atau "Aku kehujanan..." aku hanya bisa bilang "Aku masih menunggumu..." - hujan.
selepas rintik hujan
Gambar diambil tanggal 19 Oktober 2012 (selesai rintik)

Lewat hujan
Kunikmati aroma khas hari
Mencurahkan rindu, bercerita dalam rinai

Saat di balik diam itu banyak kata
Saat di balik senyum itu ada luka
Dan saat di balik canda ada tangis

Lewat hujan aku menikmati keindahan dunia
Melupakan segala lara duka, candu rindu...

Saat paksi menepi
Bercanda berdua
Saat itulah aku cemburu
...

Dan biarkan
Lewat hujan aku tersenyum dalam tangis
Melepas segala rasa...

14 Oktober 2012
Oleh : Fikri Thufailiy