Bismillah,
Penipuan, satu kata yang cukup menggambarkan sesuatu yang menyebabkan kerugian bagi orang yang ditipu dan menyebabkan keuntungan orang yang menipu. Baik menipu secara halus (tidak terlihat atau tidak terasa) sampai secara kasar (terlihat jelas), hal ini sangatlah merugikan orang lain terutama bagi orang yang ditipu. Dan tentu itulah tujuan dari penipuan, yaitu meraup keuntungan dari menipu orang lain. - Semua orang juga tahu!, maaf saya hanya ingin sedikit menulis tentang pengertian penipuan baik dapat dimengerti ataupun tidak dimengerti oleh Anda -.
Kenapa banyak terjadi penipuan?
Lalu mungkin akan timbul pertanyaan sejurus "Kenapa banyak terjadi penipuan?" dan pertanyaan lain yang pada intinya menanyakan penyebab atau latar belakang kenapa terjadinya penipuan.
Tidak lain dan tidak bukan alasan mendasar penipuan adalah untuk mendapatkan keuntungan dalam hal harta atau uang yang melimpah dengan mudah cepat atau instan - Oke, lalu ada yang bilang "nipu itu tidak mudah dan perlu keterampilan". Mungkin benar, maka dari itu sama-sama tidak mudah dan memerlukan keterampilan (untuk mendapatkan uang) bukankah bekerja dengan hasil yang halal itu lebih baik secara akal sehat, dan secara agama itu adalah keharusan -.
Dan hal itu sudah terlihat mencolok ketika kita mengamati jalan-jalan dari menuju penipuan tersebut, yaitu "ujung-ujungnya pasti uang". Contoh kasus sederhana adalah ketika ada SMS atau Telepon yang mengatasnamakan operator seluler yang Anda gunakan namun nomor tersebut bukan dari nomor operator (menggunakan nomor biasa), - ini adalah keanehan pertama -. Kemudian isi dari sms atau pembicaraan dalam telepon tersebut mengatakan bahwa Anda mendapatkan hadiah undian "sekian juta" dan harus segera diambil. Dan dengan beberapa belitan-belitan (mungkin bualan-bualan) yang lain, hingga akhirnya menyuruh Anda untuk mengirim uang terlebih dahulu ke nomor rekening ini ataupun itu, bahkan untuk kasus yang sama berdasarkan pengalaman orang dekat bahkan jika tidak memiliki nomor rekening bisa diganti dengan mengisikan pulsa ke nomor tersebut atau nomor lain yang diberikan oleh mereka sekian ratus ribu! - ini aneh yang kedua dan yang ketiga -. What the kamsud? Mendapatkan hadiah undian harus mengirim uang, bahkan jika tidak punya rekening bisa diganti dengan mengisikan pulsa! Benar-benar terlalu! Tapi, ya... ada yang bisa tertipu dengan bahasa-bahasa halusnya.
Contoh kasus lain dari penipuan di dunia nyata adalah saat berjalan-jalan di Mall, kita diberi sebuah kertas lalu disuruh untuk menggosok atau membuka stiker yang di baliknya ada sesuatu. Dan "taraaaa", mereka kata Anda beruntung! Dan "selamat" katanya, lalu... Pada pertengahan pembicaraan, ternyata harus mengeluarkan uang, walau untuk mengambil hadiah yang katanya "hadiah" undian. Bukan kah hadiah itu gratis? kenapa harus ada uang keluar bahkan bukan untuk biaya pengiriman atau ongkos ringan yang lain.
Banyak contoh-contoh penipuan di dunia nyata yang lain semisal lowongan kerja, ada seseorang menjual hp bagus eh ternyata akhirnya diganti hp mainan (tanpa disadari), dan yang lainnya dengan modus yang bermacam-macam.
Penipuan di dunia maya
Selain di dunia nyata, di dunia maya (internet) juga ada penipuan dengan latar belakang yang sama. Baik jual-beli, atas nama bisnis seperti investasi atau yang lainnya. Namun perlu diingat, bukan berarti semua yang ada di dunia maya adalah penipu atau jelek. Karena ada dan cukup banyak di internet toko online yang dapat dijadikan sebagai bahan banding, acuan, tempat belanja alternatif yang dapat dipercaya.
Karena layaknya dunia nyata, dunia maya yang kita sebut internet ini selain memiliki sisi baik juga memiliki sisi buruk. Hanya pandai-pandainya kita memilih untuk menggunakan dan menyaringnya, insyaALLAH.
Sekian posting kali ini. Dari semua yang saya tulis, latar belakang penipuan adalah untuk mendapatkan keuntungan harta/ uang semata dengan cara instan dan tidak memperhatikan sumber harta tersebut halal / haram. Jadi intinya adalah kurang atau tidak adanya iman dalam diri penipu.



























