Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri rindu. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri rindu. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 November 2012

[renungan] Belajar dari rasa

Rindu tak Bersayap

rindu - i miss u

Semua bergerak
Meninggalkan rasa melalui waktu
Tapi rindu ini tak bersayap
Tertinggal waktu...



Jika benar rindu ini tak bersayap
Biarkan ia tinggal di istana rasa
Menulis setiap detik asa
Tanpa peduli apa kata dunia

Jika benar rindu ini tak bersayap
Menunggu bersama diam adalah kebodohan
Karena semua menunggu satu, mati...

Kediri, 1 November 2012


Antara Suka & Benci

Ini hanya sebuah coretan hasil "belajar dari rasa" seekor anak yang biasa, bukan ahli, observasi ataupun dari survey

mungkin - antara suka & benci
Saat kau ingin menetralkan rasa, kau hanya perlu beberapa waktu dengan tak memikirkannya. Cukup beberapa waktu (kurang dari banyak dan lebih dari sedikit), buatlah ragamu sibuk dengan yang lain dan otakmu sibuk memikirkan apa yang kau kerjakan. Dan jangan pernah menikmati ragamu yang diam dengan jiwa yang melintasi ruang dan waktu. Lalu saat kau terbiasa tak memikirkan kesedihan atau rasa suka yang ingin kau netralkan, coba kau telusuri sebuah rasa yang ada di hatimu yang dulu pernah membuatmu sesak tak beraturan, apakah ia masih ada? kalau iya kau belum berhasil melakukannya tetapi kalau kau tak merasakan apa-apa itulah tanda kau berhasil. Tapi... rasa itu bukan hilang, dia hanya menepi di bilik hatimu.

Sehingga, jika kau senang atau sedih jangan pernah membiarkan otakmu terus memikirkannya, karena dengan itu hatimu mengukir rasa.

Sama ketika kau begitu membenci, benci dan benci kepada seseorang. Dan entah kau sadari atau tidak selalu memikirkannya, lalu kau memiliki rasa suka dalam kebencianmu. Karena otak tak mengenal rasa, sedang jika ia terus digunakan untuk memikirkan sesuatu secara intensif maka hati menerimanya sebagai sinyal rindu, sedang jarak antara rindu dan suka begitu dekat.

Berbeda dengan sebuah kalimat "Negatif yang kuat adalah positif" (benci yang sangat adalah suka).

Tak heran jika ada ucapan "Dia ke mana, kok tak kelihatan?" yang ditujukan kepada orang yang dibenci, atau "Aku benci dia, tapi entah kenapa aku rindu...", atau yang lebih aneh dari itu "Jangan bilang aku suka dia karena sifat yang ku benci".

Sebaliknya, jika kita terlalu cinta kepada seseorang. Maka otak akan tersingkirkan karena hanya mengurusi hati. Juga, sedikit salah pada dia akan membuat segudang luka. Dan terakhir jika kau kehilangan dia, akan terasa sesak hati dan gelap dunia.

Jadi? Tak perlu berlebihan dalam menyukai atau membenci, karena hati itu lemah dan cepat berbolak-balik. Saat otak berpikir membenci, bahkan ia mengukir rindu.

Mencintailah dengan sederhana
Lalu, lakukan sesuatu yang lebih dari kata

Cinta dan menyukai lawan jenis adalah fitrah, tapi jangan menjadikannya sebagai fitnah. Saat kau mencintai seseorang, tak perlu terburu-buru untuk menjadi indah kecuali jika kau mampu untuk mengikatnya dengan ikatan cinta yang halal dan membawa ridho-Nya yaitu dengan pernikahan. Jika belum mampu maka bersabarlah, sunggu janji ALLAH itu pasti :

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji [pula], dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik [pula] …. (Annur: 26)

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji. (Al-Imran: 194)

Bersabarlah, semoga ALLAH menjadikan kita termasuk orang yang menjaga kehormatan, bersabar, dan bertakwa kepada-Nya. Dan terakhir saya hanya ingin mengingatkan :

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengatahui (Al-baqarah: 216)

Kediri, 4 & 6 November 2012
Sumber gambar : perjalanandancoretan.blogspot.com

Semua tak Sama

Saat semua tak sama, kadang aku terjatuh di dasar rasa. Hati lemahku begitu memancar. Namun ketika semua sama, akankah menjadi indah dan seperti yang ku bayangkan? Tidak! Kau tahu kenapa ALLAH menciptakan manusia berbeda, dari yang nyebelin sampai ngegemesin... karena DIA ingin kau menjadi insan yang tegar, dari mengenal berbagai macam manusia dan berbagai sisi kehidupan. Itulah kenapa DIA memenuhi dunia dengan berbagai warna, bukan sekedar hitam, putih atau abu-abu.

So?
Laa Tahzan! (Jangan bersedih!)

Karena di setiap sisi dunia ada berbagai macam manusia dan lingkungannya dari A sampai Z, yang akan mewarnai hidupmu. Dan dari situ kau dapat tersenyum, tertawa, sebel, jengkel, benci, suka, duka, cinta dan berbagai rasa yang akhirnya kau akan tumbuh menjadi dewasa.

[hanya belajar dari hidup, yang menumbuhkan rasa]
- Menghibur diri -

Kediri, 5 & 6 November 2012
Sumber gambar : kfk.kompas.com/kfk/view/2051-jalan-sepi

Minggu, 02 Desember 2012

Galeri Boneka kotak Danbo - lucu & unik

Bismillah,
Keluarga boneka Danbo, hehe
Sumber gambar : weheartit.com
Sekilas boneka ini sudah terlihat unik atau aneh? Mungkin aneh juga unik, bagaimana tidak? Dengan bentuknya yang serba kotak menawarkan gaya baru di dunia perbonekaan (hem, apa maksudnya kok bahasanya ruwet gini), maksud saya di dunia mainan khususnya boneka.

Baiklah, kita flashback sejenak ke asal-usul atau sejarah dari terciptanya boneka Danbo. Danbo adalah singkatan dari kata Danboard, merupakan hasil kreasi dari Azuma Kiyohiko, komikus Jepang yang lahir pada 27 Mei 1968. Danboard sendiri berarti kertas karton board, atau dalam bahasa Jepang "danboru" yang berarti kardus.

Nah cukup di sini flashback-nya, jika kurang atau ingin tahu lebih banyak sejarahnya silahkan sobat browsing, hehe. Maaf ya kalau terlalu singkat. Dan perlu sobat ketahui, harga dari boneka ini adalah antara Rp 350.000 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) sampai Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) bergantung pada ukuran boneka Danbo tersebut. (mahal yak? tapi jangan tanyakan kualitas juga kepuasannya sob, karena dia bisa diputar sana putar sini dan menghasilkan ekpresi yang bagus. Tapi kalau tidak mau buang-buang uang untuk membeli Danbo atau juga tidak punya yang - seperti saya - kita bisa membuatnya sendiri lho, walau jauh dari sempurna namun cukup untuk mengobati kerinduan - heh??? apa ini kok nyolot ke rindu -, iya maksudnya rindu memiliki Danbo).

Oke, lanjut ke permasalahan utama. Selain unik juga lucu, kenapa? coba lihat wajah kotak dengan ekspresi yang sedemikian rupa :) ditambah dengan tingkah-tingkah unik yang dapat diperankannya. Sebagai contoh adalah foto di bawah ini :


[maaf, untuk melihat foto-foto danbo lansung saja dari google image karena gambar yang saya pajang tidak bisa lagi dibuka. Silahkan klik di sini]

Foto-foto Danbo ini hanya sebagian kecil dari galeri foto yang bertebaran di dunia internet, sobat bisa mencarinya dengan mengetik "Danbo" di mbah google lalu akan mendapatkan foto danbo yang banyak sekali. Ya, di sana ada yang lucu, menggemaskan, melas, galau, sedih, rindu dan lain-lain.

KERINDUANKU
Seperti yang saya katakan di atas, jika rindu ingin bertemu Danbo tapi tidak memiliki uang (untuk membelinya) kita bisa membuatnya sendiri baik menggunakan kertas karbon atau yang lainnya dan kemarin saya sempat mencari-cari di google ternyata ada banyak tutorial baik artikel atau video, ada yang lengkap dan ada yang asal-asalan. Namun ternyata cukup sulit :-D, karena saya menemukan yang cukup lengkap tapi langkahnya terbatas. Dan saya merasa sudah bilang pada diri saya "tidak mungkin kamu membuat Danbo dari kertas karbon, terlalu rumit. Kamu gak bisa!". Ya saya gak bisa dan nyerah, tapi saya tidak berhenti di situ.

Rindu ini memuncak sejak kemarin, entah kenapa saya ingin memiliki Danbo (setelah beberapa saat membayangkan ekspresi lucunya di foto-foto yang pernah saya lihat). Walau saya sempat lupa namanya, karena belum akrab, tapi rindu ini tersimpan rapi sejak aku mengenalnya :-P.

Pagi tadi, saya buka tutorial tersebut yang dari kemarin nganggur di laptop saya setelah saya simpan halamannya. Setelah membaca saya yakin tidak bisa jika harus menggunakan kertas, rumit je. Terus saya pandangi foto danbo yang sudah jadi, "Hem... bagaimana jika menggunakan kayu", oke saya langsung gerak mengambil kayu sisa kemarin saya benahi atap rumah dengan ayah. Dan tepat ada potongan seukuran kepala Danbo dan saya anggap itu pantas untuk menjadi kepalanya. Lanjut kena lanjut, saya mencari kayu yang lain dan mempersiapkan peralatan untuk membuat badan, tangan, dan kakinya.

Seperti kata pepatah, "tak ada akar, rotan pun jadi" akhirnya Danbo yang terbuat dari kayu-pun jadi. Meski mungkin geraknya tak sebaik Danbo yang asli namun cukup memuaskan :), apa lagi tak mengeluarkan uang, cuma butuh beberapa tenaga. Karena sudah ada bahan-bahan di rumah, tinggal memanfaatkannya saja.

GALERI FOTO DANBO-KU
Next, Danbo kayu tanpa desain apa-pun (mata, mulut, baju) jadi siang tadi. Dan sore ini, hujan memanggilku dan mengajak untuk bersua dalam ceria, melepas rindu. Akhirnya saya hujan-hujan bersama Danbo yang masih kasar, setengah jadi. Dan inilah galeri Danbo itu, sore tadi :

Danbo melihat hujan di tempat yang teduhDanbo bermain air hujan

Danbo berenang ketepi

Di tepi danauDi tepi danau

Masih aneh ya? Terlihat terlalu aneh pastinya, adakah imut di sana? belum ada lucu. Entah juga dah. Lanjut itu saya berpikir lebih baik diberi baju (balutan kertas berwarna cokelat, agar terlihat seperti Danbo asli, meski dalam hal warna saja) tapi setelah itu Danbo tidak boleh main air lagi :'(. Oke, saya pikir tak apa yang penting bagus lebih menarik dan lucu. Akhirnya sore sampai malam saya menyelesaikan desain pakaian Danbo dan inilah hasilnya :

Danbo Menghidupkan lampuDanbo siap berpose

Danbo bergaya :)

Lumayan kan? Bisa mengobati rindu yang bercandu juga bisa senang melihatnya nyata. Mungkin tak segitunya ya :). Tapi inilah dunia, dikejar dan mengejar (apa maksudnya, gak nyambung!).

Cukup panjang posting kali ini. So, sekian dulu sob coretan dan galerinya. Sampai jumpa di next part of Danbo, InsyaALLAH.

Senin, 05 Agustus 2024

Puisi: Perbatasan Rindu

 

Perbatasan rindu

Perbatasan Rindu
 
Kadang lidahku kelu
Tuk menggambarkan rindu
Tapi tak jarang tergelitik
Merangkai kata tanpa titik
 
Di perbatasan rindu aku menanti
Tuk bertemu dengannya walau lewat mimpi
Aku hanya bisa menitipkan rasa
Dengan lantunan doa disetiap kala
 
Setengah dari jiwanya masih di sini
Semoga aku bisa berbakti
 
@Rindu yang menitik, 5 Agustus 2024

Selasa, 06 Maret 2012

[part-1] Rain dan Windy - Bukan Kisah Romantis

Windy : "Rain, aku rindu"
Rain : "Rindu siapa?"
Windy : "Rindu hantu!"
Rain : "Ya sudah, sana berpelukan dengan hantu"
Windy : "Dasar gak punya hati, rindu kamu ngerti!"
Rain : "Oh, aku juga rindu kamu"
Windy : "@#$#"
Rain : "Diam?"
Windy : "Gak apa-apa, orang aneh"
Rain : "Siapa yang aneh?"
Windy : "Rain, malam ini indah ya"
Rain : "Iya, dingin"
Windy : "Selalu gak nyambung. Indah, lihat bintang itu"
Rain : "Kenapa dengan bintang itu?"
Windy : "Dia memancarkan kerinduan seseorang kepada orang lain"
Rain : "Dari mana kamu tahu?"
Windy : "Ngarang!!!"
Rain : "Haha, pastinya"
Windy : "Kamu tuh gak ada romantis-romantisnya Rain!"
Rain : "Aku bukan orang romantis"
Windy : "#$^@%$"
Rain : "Ada apa dengan wajahmu? Ekspresi apa itu?"
Windy : "Gak ada, aku cuma mau menikmati indah bintang malam ini. Walau kamu bilang dingin, dan aku akan mengingat selalu malam ini. Akan ku simpan baik memoriku"
Rain : "Ya, semoga saja"
Windy : "Apa maksudmu???"
Rain : "Semoga kamu selalu ingat"
Windy : "Ya. Kalau kamu?"
Rain : "Apa?"
Windy : "Gak ada, lupakan"
Rain : "Oke... di taman ini. Pertama kali kita bertemu kan?"
Windy : "Kamu masih ingat, ku pikir kau sudah lupa"
Rain : "Kamu selalu duduk di sini di malam seperti ini, sendiri"
Windy : "Dan kamu selalu mengintip aku"
Rain : (hanya tersenyum)
Windy : "Tapi akhirnya aku gak sendiri lagi. Aku bersama orang yang selalu mengintipku dulu. Dan orang yang sangat menjengkelkan sedunia"
Rain : "Menjengkelkan? Tapi kenapa kamu mau aku temani?"
Windy : "Tak tahu, walau menjengkelkan tapi nyaman di sisimu"
Rain : "Bilang saja kamu suka aku"
Windy : "Hah???"
Rain : "Wajah mu memerah"
Windy : "Hah? Kamu sok keren, sok cool, sok gak suka aku!"
Rain : "Emang kamu tahu?"
Windy : "$%@#$$#"
Rain : "Kamu, selalu di sini malam begini. Apa yang kamu lakukan?"
Windy : "Seperti saat ini, aku membayangkan ada seseorang menemaniku untuk menikmati malam dan bintang"
Rain : "Imajinasimu pasti di atas rata-rata"
Windy : "Kata-katamu selalu gak nyambung"
Rain : "Haha, dasar anak mama"
Windy : "Aku anak papa dan mama ngerti!"
Rain : "Oke, sudah cukup... aku pamit"
Windy : "Mau ke mana?"
Rain : "Pulang"
Windy : "Kamu gak punya rumah, mau pulang ke mana?"
Rain : "Rumah mama dan papa"
Windy : "Hahaha. Kamu pasti pemecah rekor dunia untuk orang aneh dan menjengkelkan!"
Rain : "Hem, kamu masih rindu? Tak mau ditinggal?"
Windy : "Apa yang kamu katakan? Sudah pulang sana!"
Rain : "Jangan pura-pura. Oke aku pulang dulu, anak mama juga cepat pulang ya?"
Windy : "Kamu tuh yang anak mama!"
Rain : "Bye manis"
Windy : "What? Bahkan kamu memanggil aku manis. Aneh, bener-bener aneh nih orang"

Rain berjalan pulang menuju rumahnya. Windy sejenak menikmati sepi malam ini, di telinganya masih terngiang kata "Bye manis". "Dasar, apa maksud dia memanggil aku manis. Ini orang selalu aneh, tak bisa ditebak jalan pikirannya. Benar kalau dia orang aneh sedunia" gumam Windy.

Rain dalam bahasa kita berarti hujan, dia memang selalu dingin tapi selalu memberikan kesejukan. Sedang Windy dalam bahasa kita berarti berangin, dia membawa sedikit keributan. Keributan yang membuat hancur apa yang ada di sekitarnya, tapi juga bisa membuat tertata rapi apa yang ada. Rain & Windy bisa saling melengkapi untuk menghancurkan dunia dan juga bisa membangun dunia agar menjadi lebih indah. *_*

Diary Rain (setelah pertemuan ini)

6 Maret 2012
Oleh : Fikri si Pemimpi

Senin, 19 Maret 2012

Madah Kerinduan

Puisi : Madah Kerinduan

Madah rindu, menjadi candu
Setiap waktu, dalam kalbu

Keping rinduku tercecer
Bak abu asyik dibawa bayu
Kemudian lenyap begitu

Tapi
Madah terus tumpah
Dari kalbu yang rindu
Sang Abadi, pemilik sejati

Kala rindu menjadi aksa
Tumbuhlah rindu baru mencipta asa
Tiada henti
Mengukir madah-madah untukNya

Lalu...
Aku ingin guci pusaka
Untuk menyimpan abu itu
Rapi dan satu

Kalbu yang merindu
Karena cinta, rindu bercerita
Mencipta asa, mengukir madah
Merakit candu, setiap waktu

19 Maret 2012
Oleh Fikri si Pemimpi
Puisi Lempar Kata Fikri Si Pemimpi - Usup Supriyadi kata yang dilempar adalah "Madah", "Guci", "Abu" dan "Candu". Kemudian saya akan melemparkan kata kepada mas Usup Supriyadi kata "Saksi", "Fajar",  "Embun" dan "Adinda".

Selasa, 30 Oktober 2012

Mutiara cair itu...

mutiara (rintik hujan) - di yang ketiga - by karyafikri.blogspot.com
Foto diambil 13.24 - 30 Oktober 2012 (mutiara - di yang ketiga)

Mutiara cair itu akhirnya membasahi rindu yang gersang, menampakkan kesejukan dan keramahan yang aku rindu... terimakasih, yaa Allah...

Ia berlomba membasahi kering rindu
Dari daun yang layu
Dari tanah yang kering
Dan dari jiwa yang gersang

Mutiara cair itu seperti kau, yang di rindu hati sayu
Dan kepada penciptamu aku berdoa, agar kau baik-baik saja
Tak kurang dan tak lebih dari yang membuat dunia tersenyum...
Hujan...

Kediri, 30 Oktober 2012

Selasa, 06 Agustus 2024

Puisi: Ngopi, dibalik Rindu

Ngopi, dibalik Rindu

 

"Ngopi"
Yang dibuat dengan rasa
Akan mengalirkan asa
Sederhana tapi penuh makna
Memang beda apa yang dibuat ibunda

Semoga sehat selalu
Setengah jiwa ayahanda
Maafkan aku, tak bisa disisi selalu
Insya Allah akan sering ke sana
Menyusuri rindu dan cinta

@Sendu merindu, 6 Agustus 2024

Jumat, 18 Januari 2013

Mengaku cinta : Ukhibbuka fillah...

Ukhibbuka fillah
Aku mencintaimu karena ALLAH..

Zaidan,  lelaki tegar di mataku. Meski aku tak begitu tahu liku dan terjal kisah hidupnya. Tapi semua sudah terpancar dari auranya, bahkan sebelum aku dekat dengan dia.
"Ukhibbuka fillah", kata itu yang terakhir dia katakan.  Sebelum ia pindah dari kota ini.  Dan entah kenapa harus pergi,  dia memang pendiam tapi bukan dingin jadi aku tak banyak tahu tentang dia kecuali Dari sikap Dan keluarganya.
Ketegarannya dibuktikan dengan sabar,  tak pernah mengeluh,  dan hidupnya untuk di jalanNYA.  Menggapai ridho Sang Pencipta.

***

"Assalamu'alaikum..." suara serak lirih  terdengar dibalik pintu rumah yang ku kunci,  rapat.
"Wa'alaikumussalam... siapa?" Jawabku ragu untuk memastikan dia adalah teman seaqidahku.
"Zaidan,.." jawabnya. Dengan suara yang melemah,  sepertinya dia sedang flu
"Cklik,  kreek" bunyi pintu yang aku buka. Ya, ini rumah tua peninggalan kakekku,  semua sudah direnovasi secukupnya kecuali pintu ini.
Selang beberapa hembus napas, Zaidan memelukku. Seperti lama tak bertemu, rindu, atau banyak beban di hatinya
"Bagaimana kabarnya akhi?" Tanya Zaidan dengan Nada datar
"Alhamdulillah, bikhoir. Antum sakit? Suara Antum semakin serak.." jawabku dengan rentetan Kata Seperti biasa
"Enggak, ana baik-baik saja. Oh iya,  maaf gak sempat kabari dulu kalau mau mampir rumah Antum. Kok sepi,  pada kemana?" Jawab Zaidan dilanjutkan dengan pertanyaan basa-basi seperti biasa
"Oh,  lagi ke rumah kakak.  Ana sendiri jaga rumah.  Sebentar ana tinggal dulu ya.." aku Minta izin untuk ke dapur membuatkan minuman atau sesuatu untuk teman berbincang
"Gak usah repot Kholid, ana gak bisa lama-lama.." katanya saat aku mulai berdiri
"Gak kok,  ku mau ke belakang" Jawabku lalu bersenyum tipis Dan beranjak melangkahkan kaki ke ruang lain yang disebut dapur.

***

"Ana pamit,  tetaplah istiqomah... harus segera ke stasiun." kata Zaidan setelah beberapa menit berbincang -  sebelum beranjak Dari tempat duduknya
"Iya akhi. Dan saling mendoakan ya. Oh ya sampai di tempat baru jangan lupa tempat lama ya.." Jawabku ku akhiri dengan canda kecil Dan senyum simpul
"Thoyyib, Ukhibbuka fillah. Assalamu'alaikum..." katanya sambil memanasi motornya
"Wa'alaikumussalam. Ukhibbuka fillah akhi.  hati-hati..." jawab ku

***

Semoga  baik Dan selalu tegar . Kabar saudara seiman yang tegar di atas Sunnah. Semuanya...
Aku mencintai kalian..
Aku rindu kalian..
Kediri

19 Januari 2013

ana ukhibbukum fillah
Sumber Gambar : searching google image

Lanjutan (Ukhibbuka fillah 2, silahkan klik di sini)

Selasa, 23 Oktober 2012

Puisi : Lewat Hujan


Disaat orang lain bilang "Alhamdulillah, hujan..." atau "Aku kehujanan..." aku hanya bisa bilang "Aku masih menunggumu..." - hujan.
selepas rintik hujan
Gambar diambil tanggal 19 Oktober 2012 (selesai rintik)

Lewat hujan
Kunikmati aroma khas hari
Mencurahkan rindu, bercerita dalam rinai

Saat di balik diam itu banyak kata
Saat di balik senyum itu ada luka
Dan saat di balik canda ada tangis

Lewat hujan aku menikmati keindahan dunia
Melupakan segala lara duka, candu rindu...

Saat paksi menepi
Bercanda berdua
Saat itulah aku cemburu
...

Dan biarkan
Lewat hujan aku tersenyum dalam tangis
Melepas segala rasa...

14 Oktober 2012
Oleh : Fikri Thufailiy

Selasa, 13 November 2012

Puisi : Langit tanpa bintang

malam tanpa bintang
Sumber gambar : lifestory-ceritakehidupan.blogspot.com

Malam ini
Ku nikmati malam di bawah langit tanpa bintang
Gelap tapi bukan menakutkan
Pesona hitam tenang
Diam...

Aku tak tahu ke mana pergi bintang-bintang yang biasanya menghias langit gelap malam, lalu membuat gelap menjadi indah yang dirindukan. Seperti malam ini, tak ada satu bintang pun yang menghiasi langit saat awan putih dikejar sepoi angin. Kemanakah perginya? jika kau tahu, kasih tahu aku.

Meski tanpa bintang, ku nikmati malam di bawah langit gelap tenang dengan diam. Berpikir tentang bintang yang hilang, lalu memikirkan waktu yang berjalan terus menuju masa depan. Sejenak kemudian, memikirkan penantian, dari kau hingga aku, yang kita menanti sebuah panggilan dari-Nya.

Aku
Masih menikmati waktu bersanding rindu
Karena waktu tak sanggup merubah rasaku

Aku
Rindu hidup bersanding denganmu

.untukmu yang berjiwa hanif.

Kamis, 20 Februari 2014

Nostalgia, kangen handphone jadul...

Bismillah,
Melihat foto handphone jadul (jaman dulu) atau hp lama yang pernah saya punya menjadi ingat masa lalu dan kadang ingin memilikinya lagi. Entah kenapa bisa merasa kangen, entah pada suasana zaman dulu, entah pada keadaan masa lalu, atau pada "perjuangan" utak-atiknya.

Kalau ditinjau dari fitur atau fasilitas dan kecanggihan yang dimiliki perangkat jadul dan perangkat di masa kini apa lagi Android, maka hp jadul tersebut mungkin tidak ada apa-apanya tapi entah rasa apa yang dapat menghadirkan rasa rindu itu?

Atau mungkin karena masih awal mengenal teknologi? dan melakukan eksperimen-eksperimen yang bagi saya masih sangat baru dan menarik. Banyak hal yang tidak saya tahu ketika itu menjadi tahu dan kini menjadi biasa? walau di kini ada yang baru tak terasa "wah" seperti dulu. Ahh, entah aku tak tahu kenapa rindu ini menderu.

Atau... proses itu terasa indah ketika kita sudah melaluinya? bukan ketika mengalaminya? Ya, itu tepatnya tapi untuk merinci alasan kangen handphone jadul masih sulit bagiku.

Pesona antara hp jadul dan perangkat masa kini mungkin berbeda, atau perasaanku saja.

Jumat, 21 Desember 2012

Renungan : Jangan khianati aku

Bismillah,
setia - jangan khianati aku
Kau...
Mungkin aku tampak tak peduli pada kau, kalian, dia, mereka, atau bahkan pada diriku sendiri. Ya, aku bukan seperti kau yang keras berjalan (berlari) menuju dunia hingga di seberang pulau atau luar negeri untuk meningkatkan taraf hidup yang kau impikan. Juga karena cinta? mungkin, tapi aku tak banyak tahu tentang kau. Aku hanya meminta seseorang bercerita tentangmu, sedikit saja. Orang yang hidup di sekitarmu, ya tentu lebih lama dari aku yang datang dan pergi di sini mulai beberapa hari yang lalu.

Tapi aku tak menyalahkan kau. Hanya saja, kau adalah wanita. Banyak yang harus kau jaga, dari jiwa dan ragamu. Kau tahu kan? Dari pesonamu, dari auratmu, dari kesendirianmu (pergi jauh tanpa mahrom), dan dari banyak hal lain yang harus kau jaga.

Mungkin tak ada guna aku banya menulis di sini tentang apa yang aku pikirkan. Tapi paling tidak bisa menjadi renungan untukku dan beberapa orang yang terpleset ke tulisan ini lalu mau membacanya. Bahwa, hati itu lemah, mudah dirayu bahkan dengan hal yang kecil (dengan cara yang halus mungkin kita tak merasakannya). Dan bahwa, wanita itu meski di otaknya ada kekurangan, tapi di hatinya ada kelebihan (fitrah wanita). Tapi di hati yang ada kelebihan itu, harus diarahkan pada hal yang tepat dengan cara yang cermat. Karena jika tidak, akan membuat berpikir terlalu pendek dan mementingkan rasa (perasaan hati yang begitu kuat). Tak baik bukan?.

Maaf wanita, bukan aku menyalahkan atau merendahkan. Aku maklumi itu fitrahmu. Ini hanya untuk mengingatkan kau. Dan bahkan aku sadarai, tanpa kau aku tak ada. Juga tanpa kau, aku mungkin tak akan bahagia. Lelaki atau wanita, kita, punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan itulah kenapa kakek adam diberi teman hidup oleh ALLAH Ta'ala, yaitu nenek Hawa (wanita). Ya, untuk saling melengkapi dan mendukung (menguatkan). Karena apa enaknya hidup mewah atau mulia tapi sendiri, kan? Dan Dia, ALLAH, Maha Tahu apa yang dibutuhkan oleh hambaNya.


Next, maaf jika pada posting ini mungkin tak bertopik atau bahkan melantur ke sana-ke mari. Sebenarnya saya hanya ingin membuat sajak tak beranak (khusus) untuk seseorang yang saya tak mengenalnya, tapi saya tahu sedikit tentang dia dari seseorang (tetangganya). Its just about my feel, kini pun dia hanya meniti waktu tanpa rasa, tanpa pikir, tanpa orang yang dipercaya, dan di sendiri, meski dengan kata. No, she is not alone in this world. I just feel sad to know her life, her weak, and her word. Meski tak ada merubah semua, tak akan memutar waktu. Tapi biarkan saya menulis sajak untuk dia :-).

Ini coretan untuk dia, yang mungkin terlalu dangkal jika digunakan sebagai gambaran dari rasanya dikhianati belahan jiwa (suami/ istri) :

Puisi untuk Belahan Jiwa(ku)

Melepasmu adalah luka dan rinduku
Melihatmu adalah kebahagiaan terindah

Kita, tak apa berpisah beberapa waktu
Sampai nanti mimpiku menjadi

Di sini, aku menanti waktu
Jalani hari merajut mimpi
Dan menguntai rindu untuk kita
Pun kebersamaan utuh keluarga

Izinkan aku bernapas tanpamu
Meski betapa sulitnya aku
Sejenak, lalu kita akan bahagia
Sempurna...
Selamanya...

Jangan khianati aku
Karena aku bernapas untukmu

Kediri, 21 Desember 2012
Harapan yang (lebih dari) Sirna

Kau, satu yang ku tuju
Satu yang ku rindu

Kau, satu yang ku setia
Satu yang ku percaya

Pun kau, penghancur impian yang ku rajut di titian waktu tersulit aku bernapas

Pun kau, pengkhianat janji setia sempurna

Kediri, 21 Desember 2012

Semoga dari coretan ini ada yang dapat diambil manfaatnya. Dan semoga bukan termasuk meratapi nasib. Karena demi ALLAH, setiap yang terjadi itu sudah ada di Buku Besar yang ditetapkanNya. Dan kita hanya menerima, tapi perlu untuk kita selalu berusaha menjadi baik dari waktu ke waktu (dan menghindari hal-hal buruk). Karena ALLAH pun berfirman yang artinya : "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah  keadaan" (QS. Ar-Ro'd[13] : 11).

Note : Jangan khianati belahan jiwamu (suami/ istri) yang percaya kepadamu sepenuhnya. Karena itu akan menghancurkan semua (keluarga, rasa, jiwa, and others). Jujurlah pada diri sendiri dan dirinya.

Terakhir kali. Semoga ini jalan yang terbaik untuk dia dan pasti ada hikmah bagi yang menjalani juga orang-orang yang disekitarnya, insyaALLAH.

Definisi kata-kata :
Belahan jiwa its not girlfriend or boyfriend. Ya, bukan pacar tapi suami atau istri.
- Buku Besar = Kitab Lauhul Mahfudz
- Mahrom = Orang-orang yang haram dinikahi karena sebab nasab, persusuan dan pernikahan
- Fitrah = asal-usul penciptaan jiwa (manusia) - mudah bilangnya sifat dasar

Senin, 02 September 2013

Rindu hidup bersamamu (ahlussunnah)

bismillah,

ahlul bid'ah sebenarnya memiliki semangat, tapi tidak berlandas ilmu

begitu juga teroris
mereka semangat jihad, tapi ilmu terlalu dangkal sehingga tersesat

(keduanya rugi dunia dan akhirat)

inti : Tak cukup berbekal SEMANGAT untuk beribadah tanpa adanya ILMU

karena setiap ibadah harus berlandas 2 syarat agar diterima oleh Allah. yaitu ikhlas dan mutaba'atussunnah (mengikuti sunnah)

.
satu kaidah penting "ilmu sebelum berkata dan beramal"
.

sajak tak beranak (untuk pengobat rindu hidup bersama ahlussunnah):

alangkah indah hidup dengan sunnah
tanpa amalan2 melelahkan berbau bid'ah

wahai ahlussunnah
ukhibbukum fillah

.
Kediri,
Muis Nado

Kamis, 22 Agustus 2024

Puisi: Rindu untuk Ayah

 

Foto Ayah bersama Presiden waktu itu (Pak SBY)

Sebelas tahun yang lalu
Terasa bukan selama itu

Di balik foto ini
Banyak sekali kisah perjuangan
Di siang dan berlanjut ke malam

Masih teringat kala itu
Semangatnya yang tak pudar
Fajar mendekatpun tak tampak payah
Hanya aku, pemuda yang minim semangat
Izin untuk segera rihat, melepas penat

Sekarang,
Semua tak akan terulang
Semoga dengannya kelak bertemu
Di Surga-Mu

Duhai Tuhanku
Ampunilah aku
Dan kedua orang tuaku

@Penuh Rindu
22 Agustus 2024

Jumat, 24 Februari 2012

Puisi : Cahaya di tengah kegelapan

Bismillah,
Puisi cahaya di tengah kegelapan oleh karyafikri.blogspot.com

Aku ingin bermimpi
Karena semangatku melemah
Dan kataku tak terarah

Mungkin dengan sejenak bermimpi
Aku bisa kembali seperti tadi
Sebelum semangatku pergi

Aku ingin bermimpi dian
Dalam gelap yang pekat
Yang bersinar anggun
Cahayanya memikat
Untuk hati yang gelap

Aku merindumu dian
Masihkah kau bersinar?
Aku tak bisa menangkap dengan pasti
Terlalu gelap ruang ini
Namun, ada setitik cahaya putih
Mungkinkah itu kau?
Yang selalu menjadi sinar hati

Dian
Jangan pernah lelah
Sinari gelapnya dunia
Dan memberi arti di sanubari

Oh dian
Terlalu rindu aku padamu
Namun akulah pekat
Dan kaulah cahaya
Tapi, aku ingin cahaya
Benar aku merinduimu
Di setiap detikku

Dian,
Ini surat dari hatiku
Untuk merayumu
Agar kau tetap tinggal
Di dalam ruang gelap ini
Dan bertahan, sampai akhir cerita

Dian,
Kisahmu adalah cahaya
Yang miliki gelora sinari gulita
Tak akan pernah sirna
Sampai ujung lelah

Dian,
Teruslah bertahan
Hingga kisah ini berakhir dengan sempurna
Walau nanti penuh linangan airmata
Bahagia ataupun luka

Dian,
Aku titip rindu
Untuk semangatmu
Yang bersemayam indah di kalbu

Aku, gelap yang merinduimu


24 Februari 2012

Semoga ini bukan puisi yang paling menyedihkan seperti yang sobat harapkan. Karena saya yakin ini bukan menyedihkan atau terlalu menyedihkan. Hanya saja ini sebuah kisah secercah cahaya dalam kegelapan :-). Semoga bisa melunasi hutangku kepada sobat Bil (terlalu-gila.blogspot.com), yang telah memesan puisi berjudul "Cahaya di tengah kegelapan". Sebenarnya saya ingin membuat tiga puisi dengan judul seperti yang sobat minta. Tapi sepertinya hanya ini yang bisa saya buat, dan tenang dua kata yang lain ada di dalam puisi ini. Oke sobat? tidak apa-apa ya? Terimakasih atas request-nya.

Minggu, 27 Mei 2012

Puisi : Tak pernah menyesal mengenalmu

Aku, tak pernah menyesal mengenalmu
Karena kau yang terindah di dalam sanubariku

Detik demi detik berlalu
Nafas demi nafas ku hembuskan
Menjauh, dari masa lalu
Menuju saat ini, masa depan yang rimbanya tak ku tahu
Tapi satu yang pasti, aku tak pernah menyesali kisah ini
Pun, tak akan hangus ukiran cerita kau dan aku

Aksara rindu dalam kalbuku tak pernah berhenti
Menceritakan padaku arti cinta dan setia

Ini ukiran rasa hati, untuk mu
Yang pernah membuatku merasa sempurna
Di kekurangan dan kebodohan jiwaku

26 Mei 2012
Oleh : Muis Nado

Rabu, 14 Maret 2012

Renungan Kala Hujan Terlalu Titik

Bismillah,
Hujan sore ini terlalu titik. Sehingga membuatku tak bisa menikmati setiap titiknya yang jatuh di kulit keringku. Tapi, tak ada yang salah dengan hujan dan Sang Pencipta karena semua sudah diatur olehNYA :-). Aku akan selalu menunggu hujan yang berintik lebih semangat dan lebih segar, tak terlalu titik. Pemimpi kecil.

Di waktu hujan, berdoalah kepada Allah. Karena itulah kesempatan emas untuk berdoa kepadaNYA. Limpahkan saja semua rasamu yang ada dan mintalah kepada Allah, agar lega hatimu. Aku, selalu menikmati rintik hujan, ingin selalu dibuainya, menikmati dingin dan sejuknya. Hujan, nikmat dari Allah yang selalu saya tunggu, menyejukkan dan menyenangkan. Tapi, kalau hujan terlalu deras aku juga takut apa lagi bersama windy ups salah bersama angin :-). Tapi tetap saja, berdoalah dan berdoalah. Tentunya kebaikan untuk diri mu atau untuk sahabatmu atau untuk orang istimewa dalam hatimu atau untuk keluarga dan untuk bangsa atau negara tercinta ini :-).

Aku ingat salah seorang sahabat nabi Muhammad (tapi lupa nama beliau), ketika ditanya oleh sahabat yang lain "Apakah yang kau inginkan jika saja satu doamu dikabulkan?" sahabat tersebut menjawab "Aku akan mendoakan kebaikan bagi pemimpin.". Sungguh jawaban yang singkat tapi penuh makna, kenapa untuk pemimpin dan bukan untuk dirinya atau orang terdekat yang disayanginya? Karena ketika pemimpin sebuah negara baik, maka semua rakyatnya akan makmur, tentram dan damai :-). Bukankah itu idaman setiap orang dalam sebuah negara? Ya, itu pasti dan aku juga rindu itu.

Maka, janganlah engkau menyalahkan pemimpin dengan cara mendoakan kejelekan kepadanya. Tapi taatilah mereka (selagi tidak bermaksiat kepada Allah), dan doakan kebaikan bagi mereka (agar mereka sadar atau mendapat ganti yang lebih baik). Karena Allah berfirman dalam surat An-Nisa[4] : 59 yang artinya :
"Hai orang-orang yang beriman taatilah ALLAH dan taatilah Rasul (Muhammad) dan taatilah Ulil Amri diantara kaian..."
Siapakah Ulil Amri? Yaitu pemimpin.

Yups, mungkin demikian yang dapat saya tuliskan untuk renungan kali ini, selain doa yang Anda inginkan baca juga doa ketika hujan yaitu "Allahumma soyiiban naafiaa" yang artinya "Yaa ALLAH, turunkan pada kami hujan yang bermanfaat" (baca selengkapnya di link referensi).

Semoga bermanfaat.

Referensi :
Saat hujan turun, kesempatan emas untuk berdoa

Sabtu, 23 Juni 2012

Wallpaper & screensaver kata-kata hikmah

Hem...
Wallpaper atau juga dapat dijadikan screensaver kali ini cuma satu, hasil utik-utik saja. Namun sebenarnya bukan untuk handphone, karena ukurannya tidak untuk layar hp. Tapi, kalau digunakan untuk hp ya tidak masalah. sebenarnya ingin dipasang di widget (sebagai banner) di blog, entah juga jadi atau tidak atau kapan-kapan dipasang atau malah cuma sekedar share. Sebenarnya saya sendiri bingung ini kata-kata apa, kata-kata hikmah atau kata-kata cinta atau kata-kata rindu. Apapun itu, inilah swf tersebut :


Klik di sini untuk Download

Ukuran panjang x lebar sebenarnya adalah 160 x 200. Dan jangan khawatir untuk ukuran filenya cuma 4kb. Untuk kumpulan galeri yang lainnya sobat dapat klik fisya.tk yang ada pada flash di atas.

Sesuatu yang membuatmu kesepian
dan bosan ketika ia tidak ada. Itulah hal yang berarti dalam hidupmu.
Bahkan, jika itu tidak kau sadari sebelumnya.

Tiba-tiba terbesit kata itu, dan aku tuliskan di hp sebagai draft sementara. Dan karena maerasa lama tak mengisi blog jadi ingin menulisnya dalam label "GALERI". Entah, mungkin kata-kata itu adalah kata lain dari kata-kata yang telah ada. Apa dan bagaimanapun itu, semoga bermanfaat :_).

Rabu, 29 Februari 2012

Hakiki Ainunjariah


Hakiki Ainunjariah

Dunia adalah sementara
Rumah yang berakhir jua
Pun bukan surga canda
Bagi insan yang beriman

Remaja mukalaf juga
Yang rancu hitam dan putih
Karena rasio tak lagi murni
Terbius isme-isme bak virus
Mana hitam? mana putih?
Kalut, dalam gelap tetap berjalan
Walhasil hakiki tersisih

Wahai saudara remajaku
Cobalah untuk mengerti
Belajar arti hakiki
Bukan menikmati darulfana
Karena darulbaka menanti
Menunggumu di sisi
Di dalamnya terdapat ainunjariah
Setiap orang menyebutnya daruljalal
Nan penuh keindahan dan kemuliaan

Tegarlah sejenak
Menyusuri gelap dengan cahaya
Jadilah dian di dalam pekat
Sinar bagi yang terikat

29 Februari 2012
Oleh : Fikri si Pemimpi

Puisi Lempar Kata Fikri Si Pemimpi - Usup Supriyadi kata yang dilempar adalah "Ainunjariah", "Gelap", "Mukalaf" dan "Rumah". Kemudian saya akan melemparkan kata kepada mas Usup Supriyadi, yaitu kata "Rindu", "Sirna",  "Bahagia" dan "Surga". Maaf jika ada kesalahan kata. Mohon kritik dan saran. Selamat menulis kak.

Kamis, 22 Desember 2011

Update status : Header baru (980 x 150)


Sudah lama tidak mengurusi blog ini, hanya sebentar-sebentar dan kemudian ditinggal. Sekarang update status blog sambil mencoret-coret yang agak jelas deh :).

Oh  iya, beberapa hari yang lalu mengganti nama blog dari "Fikri's web blog" menjadi "Fikri si pemimmpi". Kenapa? Biar seragam saja dan ingin menjadikan nama tersebut sebagai nama pena saya, semoga saja bisa istiqomah dengan ini :) aamiiin.

Dan pembaruan hari ini yaitu header blog, agar lebih berwarna, bersuara dan bermakna :

Aku rindu kampung halamanku, surga.
Yang mana aku terusir karena makar syetan.
Maka nyatalah dia adalah musuh bagiku dan seharusnya aku menyelisihinya.
Yaa ALLAH, tegarkan aku untuk tetap lurus di jalanMU
Untuk dapat kembali ke kampung halamanku dengan ridhoMU


Fikri @ Kediri 22 Desember 2011


Sebenarnya tidak ada cerita selama saya jarang mengurusi blog ini. Jadi hanya update status diri saja bahwa hari ini waktunya untuk istirahat :). Agar badan fit dan sehat selalu. Begitu juga para sobat blogger dan pengunjung ya...

Untuk melihat header dalam ukuran sebenarnya klik di sini.