Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri akhirat. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri akhirat. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juli 2017

Tentang Hidup: Hidup ini... Antara Kata Mereka dan Apa yang Kurasa

Bismillah,
Hidup ini... Antara Kata Mereka dan Apa yang Kurasa
Hidup ini... Antara Kata Mereka dan Apa yang Kurasa
Kata orang hidup itu sulit, tetapi juga di sisi lain ada orang berkata hidup itu mudah, hidup itu dibikin enjoy saja atau yang penting happy. Dan masih banyak lagi entah apa lagi kata mereka tentang hidup ini, tetapi setiap orang pasti memiliki pandangan tersendiri tentang hidup atau kadang sama dengan orang lain baik sengaja maupun tidak sengaja. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan coret-coret sedikit tentang topik ini yang semoga saja dapat memberikan manfaat kepada para sobat pembaca.

Kalau dalam pikiran saya yang sederhana, hidup ini adalah untuk mencari bekal di akhirat karena sebagai orang Islam mengetahui dengan dalil baik dari al-Quran maupun hadits bahwa hidup di dunia itu adalah ujian selain itu fana dan juga sebentar dan akhirat adalah lebih baik dan kekal maka kita harus memperbanyak ibadah dan amal kebaikan yang kita berharap kebada Allah dengan rahmat-Nya agar dengan itu kita dapat dimasukkan kepada surga-Nya yang abadi.

Jadi, hidup ini memang tidaklah mudah tetapi juga tidak sulit. Sehingga yang perlu kita atur adalah cara pandang kita terhadap kehidupan ini, dan berikut ini adalah beberapa kata-kata hikmah / motivasi yang semoga saja bermanfaat untuk saya dan para pembaca sekalian:
  • Hidup itu sudah sulit, jangan kau persulit lagi
  • Hidup itu mudah / ringan, jangan kau jadikan beban
  • Jika kau dalam masalah hidup yang banyak dan dalam maka bersabarlah, dan jika kau dalam kelapangan maka bersyukurlah
  • Rizki yang diberikan Allah akan cukup untuk hidup, tetapi tidak akan pernah cukup untuk gaya hidup
  • Hidup ini murah, gengsimu yang mahal
  • Jika kau dalam kesulitan segera sujudlah untuk mengadukan kepada ALLAH, dan jika kau dalam kebahagian segera berdirilah menuju shalat kepadaNYA
  • Jika di atas jangan sombong, dan jika di bawah jangan sedih dan merasa merana
  • Kunci kebahagiaan adalah syukur
  • Kekayaan yang sebenarnya adalah dalam hati yang merasa cukup dan selalu bersyukur
  • Rugi dunia tak jadi apa, rugi di akhirat akan celaka selamanya
  • Lihatlah orang yang di bawahmu jika masalah dunia (dalam hal ekonomi), dan lihatlah orang di atasmu jika masalah akhirat (dalam hal ibadah)
  • Lain-lain yang dapat Anda cari di google baik dari gambar maupun teks dengan kata kunci "kata-kata motivasi hidup", "kata hikmah motivasi agar semangat hidup", dan sebagainya :).
Sekian coretan kali ini, semoga bermanfaat.

Selasa, 06 Maret 2012

Karena dunia bukan surga (Abdul & Abi)


Abdul : "Kenapa di dunia ini banyak yang dilarang?"
Abi : "Karena kita diciptakan bukan untuk bersenang-senang, Abdul. Tapi untuk beribadah dan taat kepada ALLAH Ta'ala"
Abdul : "Kenapa di dunia orang mati?"
Abi : "Karena dunia tidak kekal. Dunia dan isinya nantinya juga akan musnah"
Abdul : "Kenapa dunia akan musnah?"
Abi : "Karena dunia bukan tujuan akhir. Dunia hanya sarana untuk menggapai yang abadi"
Abdul : "Apakah yang abadi itu Abi?"
Abi : "Itu adalah akhirat, yang diciptakan ALLAH setelah kita hidup di dunia. Di sana ada syurga dan neraka. Syurga untuk yang taat kepada ALLAH ketika di dunia, dan neraka untuk orang yang membangkang/ tidak taat kepada ALLAH ketika di dunia"
Abdul : "Tapi, kenapa di dunia tidak ada yang enak 100%, Abi?
Abi : "Karena dunia bukan surga, jadi tidak mungkin enak 100%"
Abdul : "Kenapa begitu?"
Abi : "Karena nikmat 100% hanya dinikmati nanti di surga, dan berlipat-lipat kenikmatannya"
Abdul : "Kalau aku bersenang-senang di dunia bagaimana Abi?"
Abi : "Kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat"
Abdul : "Tapi kenapa di luar sana banyak orang  yang tidak beragama dan menikmati dunia? Bahkan mereka tidak peduli dengan kehidupan setelah mati"
Abi : "Mereka lupa atau sengaja mengingkari atau tidak tahu hakikat kehidupan ini"
Abdul : "Dunia adalah surganya mereka?"
Abi : "Iya, tapi di akhirat nanti mereka tidak mendapat apa-apa, kecuali siksa"
Abdul : "Aku takut Abi"
Abi : "Jangan takut, maka berusahalah istiqomah"
Abdul : "Semoga kita bersama-sama orang Islam yang taat kelak"
Abi : "Aamiiin. Dan semoga kita mati dalam keadaan Khusnul Khotimah"
Abdul : "Aamiiin..."
Abi : "Abdul, sudah malam. Ayo tidur"
Abdul : "Iya, Abi"
Abi : "Bagaimana do'a sebelum tidur?"
Abdul : "Bismikallahumma amuutu wa ahyaa"
Abi : "Pintar putra Abi... Assalamu'alaikum"
Abdul : "Wa'alaikumussalam"

Oleh : Fikri si Pemimpi

Bacaan (Materi Referensi) : Doa Sebelum Tidur --> Adab Islami Sebelum Tidur

Kamis, 17 Mei 2012

[yang lagi hot] Lady Gaga ke Indonesia?

Bismillah,

Untuk apa?
Apakah manfaatnya?
Sebenarnya tidak hanya untuk Lady Gaga, tapi for all. Justin Bibir, Linkin Park atau yang lainnya. Hanya dua pertanyaan di atas yang saya ajukan. Oh jawabnya untuk kepuasan dan tidak ada manfaatnya selain dari kepuasan bertemu dengan "idola"?

Apakah benar itukah idola bangsa Indonesia? Sungguh sangat menyedihkan. Idola bukan hanya sebagai ikon pastinya juga sebagai panutan. Jika "kita" sudah salah memilih idola, lalu apa yang akan terjadi? Oke sejenak kita lirik sabda Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam :

لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة

“Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.” (HR. Thobroni dalam Ash Shogir dan Al Awsath. Perowinya adalah perowi yang shahih kecuali Muhammad  bin Maimun Al Khiyath, namun ia ditsiqohkan. Lihat Majma’ Az Zawaid no. 18021.)


Sahabat yang mulia, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang meriwayatkan hadits ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, berkata: “Kami (para sahabat) tidak pernah merasakan suatu kegembiraan (setelah masuk Islam) seperti kegembiraan kami sewaktu mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Engkau bersama orang yang kamu cintai (di surga kelak)”, maka aku mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, dan aku berharap akan (dikumpulkan oleh Allah Ta’ala) bersama mereka (di surga nanti) karena kecintaanku kepada mereka, meskipun aku belum mengerjakan amalan seperti amalan mereka” (HR. al-Bukhari (no. 3485) dan Muslim (no. 2639).)

Masalah idola bukan saja untuk urusan dunia, namun juga akan membawa pada urusan akhirat. Sebagai seorang muslim sejati pastikan kita harus memiliki idola yang bukan hanya idola dunia. Tapi idola yang akan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Kebahagiaan di dunia sejatinya bukanlah harta, tahta dan wanita. Tapi adalah taat kepada Sang Pencipta, ALLAH. Dan kebahagiaan bahagia di akhirat yang pertama adalah bertemu dengan ALLAH (setelah mendapat RidhoNYA), yang kedua bertemu dengan orang-orang yang dicintai (idola). Jadi, sebagai remaja khususnya, dan juga kepada semua kalangan usia pada umumnya yang memeluk agama Islam sepatutnya kita menjadikan Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sebagai idola atau sahabat-sahabat beliau radhiyallahu 'anhum.

Yang paling tinggi kita harus menjadikan Rasul Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam sebagai idola, kenapa harus beliau? Bukankah sudah jelas bahwa belaiau adalah 'suri teladan yang baik' sebagaimana firman ALLAH :

{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS al-Ahzaab:21).

Kemudian setelah itu idola yang utama bagi seorang muslim adalah orang-orang yang teguh dalam menegakkan tauhid dan keimanan mereka.

Sekian yang dapat saya tuliskan pada posting kali ini.
Semoga dapat dijadikan bahan renungan dan bermanfaat bagi Anda semua dan saya.

(lagi) Dan semoga, bangsa Indonesia memiliki jati diri.
Yang tidak terombang-ambing sana-sini mengikuti arus 'trend' yang tidak jelas.
Dari diri sendiri, insyaALLAH.

Materi Referensi :

Minggu, 11 Desember 2011

Dunia dan akhirat, surga

Dunia ini sementara
Yang tidak kekal alias fana

Tidak ada keabadian di sana
Yang ada adalah berakhir saja

Semua akan berakhir
Kecuali Sang Pencipta

Dunia,
Semakin lama kau berwarna
Walau jelas kau semakin tua

Dunia,
Banyak yang menginginkanmu
Tanpa memikirkan apapun

Namun,
Janganlah begitu
Ingatlah bahwa akhirat lebih baik
Dan jauh lebih baik dari pada dunia

Dunia,
Pesonamu menawan
Tapi tak semenawan keabadian

Dunia,
Pesonamu memikat
Tapi tak seindah surga

....

Sabtu, 12 Maret 2011

Kenapa do'aku belum juga dikabulkan oleh ALLAH???

Bismillah,

Kadang kita merasa do'a kita tidak didengar ALLAH, atau tidak dikabulkan oleh ALLAH, padahal kita sudah berdo'a terus dan melakukan do'a sesuai dengan cara-cara berdo'a yang baik. Namun, kita belum juga mendapatkan hasil juga, walau sudah berusaha sekuat tenaga.

Iya, do'a dan usaha sudah kita lakukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun tetap saja hasilnya nol. Apakah di balik kejadian ini? apakah ALLAH tidak mendengar do'a kita? apakah ALLAH tidak mengabulkan do'a kita???

STOP! Ingat, ALLAH MAHA MENDENGAR, mustahil ALLAH tidak mendengarkan do'a yang kita lantunkan kepadaNYA. Bahkan apa yang akan kita bicarakan ALLAH tahu, kita bicara dalam hati ALLAH tahu.


Namun, kenapa do'aku tidak terkabulkan?
Do'a kita bukan tidak dikabulkan. Jika kita sudah berdo'a dan berusaha, maka yang terakhir kita lakukan adalah tawakkal (berserah diri) kepada ALLAH. Jadi kita menyerahkan hasil dari do'a dan usaha maksimal yang kita lakukan hanya pada ALLAH.

Lalu? kenapa do'a ku tidak terwujud???
ALLAH Maha Pengasih, Penyayang dan Maha Mengetahui. Dengan sifatNYA Maha Pengasih dan Penyayang, pada dasarnya do'a kita pastilah dikabulkan. Tetapi entah itu kapan, besok, lusa, minggu depan dan seterusnya. Ataupun jika tidak di dunia nanti di akhirat. Jika tidak di akhirat? Jika tidak diakhirat do'a kita tidak membawa kebaikan bagi diri kita, atau bahkan membawa madharat bagi diri kita, itulah alasannya mengapa ALLAH menunda atau tidak memperkenankan do'a kita.

 وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ


Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.(Al-Baqarah: 216)

ALLAH Maha Tahu apa yang terbaik buat kita, sedangkan kita tidak tahu. Kita boleh meminta apa pun, dan berharap serta berusaha. Tetapi ALLAH lah yang menentukan jawabannya, karena ALLAH mengetahui apa yang terbaik buat kita, jangan sampai kita berputus asa dalam berdo'a dan berusaha karena kita menganggap do'a kita selalu tertolak atau tidak pernah dikabulkan. Bukanlah demikian, tetapi seperti yang sudah dijelaskan bahwa pada dasarnya semua do'a pasti dikabulkan, entah itu kapan. Jika tidak dikabulkan, maka do'a itu mengandung madharat bagi diri kita.

---------------------------------------------------------------
NB:

Di dalam berdo'a tidak boleh ada 2 hal:
1. Memutuskan tali persaudaraan
2. Mengandung maksiat kepada ALLAH

Senin, 10 Oktober 2011

Doa shalat istikharah - sholat istikhoroh (beserta artinya)


اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ



[Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya]



Untuk panduan Sholat Istikharah silahkan klik di sini.

Sabtu, 21 Februari 2015

Lihatlah orang yang di bawahmu, jangan melihat orang yang di atasmu!

Bismillah,
Lihatlah yang di bawah mu dan jangan lihat yang di atasmu untuk masalah dunia oleh karyafikri.blogspot.com
 
 Lihatlah Orang yang di Bawahmu!
Jangan Melihat Orang yang di Atasmu!

Oleh Abu Haitsam

 Pembaca yang dimuliakan Allah, di zaman modern ini, dunia benar-benar makin "menipu" dan 'melalaikan' para pencintanya. Sering sekali para pecinta dunia menghambur-hamburkan hartanya. Mereka beli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Mereka ganti sesuatu yang sebenarnya belum saatnya diganti. Setiap ada produk baru, mereka ingin membelinya. Aneka perlengkapan rumah yang serba mewah pun mereka beli. Namun, sayangnya, itu semua belum juga terasa cukup baginya. Selalu saja ada yang dirasa kurang.
Banyak  orang awam yang Allah batasi rezekinya, saat melihat orang-orang yang di atasnya, merasa bahwa dirinya selalu kekurangan. Seorang istri mengeluhkan kepada suaminya kurangnya uang belanja, kurangnya perlengkapan rumah, dll. Seorang anak merengek kepada orang tuanya agar membelikan ponsel pintar seperti milik temannya. Begitulah seterusnya. Akibatnya, rasa syukur kepada Allah semakin terkikis. Begitu banyak nikmat yang selama ini ia dapatkan semakin dikufuri.
Nah, bagaimana kita menghadapi dunia modern yang menjadi ajang perlombaan sebagian orang ini? Simaklah tulisan singkat ini, semoga bermanfaat.

Penyakit orang-orang awam
Saudara pembaca dirahmati Allah, sesungguhnya berlomba-lomba dalam urusan duniawi sangat tercela. Berangan-angan demi menggapai kemegahan dunia bukanlah sifat orang-orang yang beriman. Perhatikan kisah yang Allah sebutkan dalam al-Qur'an tentang Qarun dan kaumnya (orang-orang awam).
Artinya:
Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, "Semoga kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar. (QS. al-Qashash: 79:80)

Lalu Allah benamkan seluruh harta Qarun karena kesombongan dan kekufurannya - yang ini sering terjadi pada orang-orang kaya dan para raja:
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ
Artinya:
Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).(QS al-Qashash: 81)

Akhirnya, sadarlah orang-orang awam saat itu bahwa dunia bukanlah kebahagiaan. Barulah mereka mempercayai ucapan orang yang berilmu:
وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ ۖ لَوْلَا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
Artinya:
Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah). (QS al-Qashash: 82)

Demikianlah kebanyakan orang-orang awam. Mereka baru sadar saan musibah telah terjadi. Maka jengan seperti mereka. Jadilah orang-orang yang sadar terlebih dahulu sebelum datang kemurkaan Allah.

Dalam masalah dunia, lihatlah orang yang di bawah
Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
"Pandanglah orang yang di bawahmu dan janganlah engkau pandang orang yang di atasmu (dalam masalah ini). Dengan begitu, kamu tidak akan meremehkan nikmat Allah kepadamu" (HR Muslim: 2963)

Yang dimaksud dengan perintah "memandang orang yang di bawah" adalah dalam urusan dunia atau harta. Dalilnya ialah sabda beliau, "Jika salah seorang diantara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (postur) tubuh maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya." (HR al-Bukhari: 6490 dan Muslim: 7617).
Seorang tidak akan meremehkan nikmat Allah apabila sikap ini - melihat orang yang dibawahnya dalam urusan duniawi - dia terapkan dalam hidupnya. Ketika dia bertamu ke rumah pejabat dan melihat keindahan ruangan dan kemewahan perabotan, dalam hatinya mungkin terbetik "rumahku masih kalah dari rumah bapak pejabat ini". Namun, ketika dia memandang pada orang lain di bawahnya, dia berkata, "Ternyata rumah tetangga dibandingkan dengan rumahku, masih lebih bagus rumahku. Dengan memandang orang yang di bawahnya, dia tidak akan meremehkan nikmat yang Allah berikan. Bahkan dia akan mensyukuri nikmat tersebut karena melihat masih banyak orang yang tertinggal jauh darinya.
Lain halnya dengan orang yang satu ini. Ketika dia melihat saudaranya memiliki ponsel iPhone atau Blackberry seharga lima jutaan ke atas, dia marasa ponselnya masih sangat tertinggal jauh dari temannya tersebut. Akhirnya, yang ada pada dirinya adalah kurang menyukuri nikmat. Dia menganggap bahwa nikmat tersebut - ponsel yang dimiliki - masih sedikit/ kecil nilainya. Bahkan, yang lebih parah, selalu hasad (dengki) yang berakibat dia akan memusuhi dan membenci temannya tadi. Padahal, masih banyak orang di bawah dirinya yangmemiliki ponsel dengan kualitas yang jauh lebih rendah. Inilah cara pandang yang keliru, namun banyak menimpa kebanyakan orang saat ini.

Urusan akhirat, pandanglah yang di atasmu
Adapun dalam masalah akhirat - ibadah dan amal shalih - hendaknya seseorang melihat orang yang di atasnya. Rakus terhadap perkara duniawi tercela, tetapi rakus terhadap pahala terpuji. Qana'ah dengan harta adalah sifat mulia, tetapi qana'ah dengan amal shalih adalah sifat buruk.
Sebagian salaf mengatakan, "Seandainya seseorang mendengar ada orang lain yang lebih taat kepada Allah daripada dirinya, sudah selayaknya dia sedih karena dia telah diungguli dalam perkara ketaatan." (Latha'if al-Ma'arif, hlm. 268).
Sahabat Abu Hurairah rodhiallahu 'anhu pernah menurutkan, "Orang-orang miskin (dari para sahabat Nabi) pernah dtang menemui Nabi. Mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, orang-orang kaya yang memiliki banyak harta telah memborong pahala. Mereka dapat melakukan shalat sebagaimana kami shalat. Mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Namun, mereka dengan kelebihan hartanya dapat menunaikan haji, umrah, jihad, dan sedekah; sedangkan kami tidak memiliki harta...' Dalam riwayat Muslim di akhir hadits, Rasulallah bersabda, 'Itu adalah karunia (dari) Allah yang diberikan kepada siapa yang Dai kehendaki.'" (HR al-Bukhari: 807, Muslim: 595).
Maka berlomba-lombalah dengan amal shalih. Kejarlah ketertinggalan dari teman-teman shalih yang lebih banyak ibadahnya.

Penutup
Sidang pembaca yang berbahagia, tentu kita sepakat bahwa kebahagiaanlah yang kita cari dalam hidup ini. Persoalannya, dimanakan kebahagiaan itu? Kebahagiaan bukanlah didapat dengan menjadi raja. Kebahagiaan bukan didapat dengan menjadi pengusaha sukses. Namun, kebahagiaan bisa diperoleh dengan merasa cukup terhadap apa yang Allah berikan. Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sungguh sangat bahagia orang yang telah masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa puas dengan apa yang diberikan kepadanya." (HR Muslim: 2473)
Sejatinya, apa yang diangan-angankan dari orang-orang kaya, semuanya mengerucut pada makanan, tempat tinggal, kesehatan, dan keamanan. Karena itu, jika seorang muslim dapat memperoleh makanan untuk hari yang dia jalani saat ini, ada rumah tempat ia bernaung, dan aman di dalamnya, serta badan yang sehat maka seolah-olah dunia telah ia pegang. Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa diantara kalian merasa aman di tempat tinggalnya, diberi kesehatan badan, dan menjumpai makanan untuk hari itu maka seolah-olah dia memiliki dunia seluruhnya." (HR at-Tirmidzi: 2346; dishahihkan al-Albani dalam ash-shahihah: 2318)
Akhirulkalam, ketahuilah bahwa ujian harta itu sangat berat. Allah kelak akan menanyakan dua kali: 1) dari mana harta itu ia dapatkan, dan 2) ke mana harta ia belanjakan. Haramnya harta adalah adzab, sedangkan halalnya adalah hisab.

Sumber: Buletin dakwah Islam "Al-Furqon"  Tahun ke-9 Volume 12 Nomor 4
Referensi:
Gambar teks arab qur'an: Quran.com
Teks arab qur'an: quran-terjemah.org
Teks hadits: belajarislam.com

Jumat, 20 Februari 2015

Wisuda: Perjalanan masih tetap berlanjut, dengan perjuangan yang lain

Bismillah,
Toga Wisuda: Perjalanan masih tetap berlanjut, dengan perjuangan yang lain
Sumber: juliandarobby.wordpress.com
Alhamdulillah, acara wisuda sudah terlaksana dengan baik dan lancar meskipun terdapat kesalahan kecil karena kurangnya praktek atau belajar saat menerima sebuah map yang berisikan kartu ucapan "Selamat & Sukses atas wisuda". Ya sebenarnya bukan masalah nervous atau semacamnya, hanya saja saat di depan saya lupa menerimanya harus seperti apa :-0.

Alhamdulillah, setelah semua yang ku lalui di kampus dekat sungai brantas kota Kediri akhirnya saya dapat lulus. Sebelumnya sempat berhenti mengerjakan proposal ketika kesulitan mengerjakan proposal skripsi karena "merasa" mendapatkan dosen yang terlalu tegas dan pintar sehingga usulan judul & proyek yang aku berikan ditolak karena "terlalu sederhana" (meskipun saya sendiri juga merasa terlalu sederhana, tetapi itu cukup sulit pembuatannya jadi saya tetap mengajukannya). Baiknya dosen ini adalah, setelah menolak usulan saya beliau memberikan solusi dengan memberikan sebuah proyek tugas akhir yang bagi saya cukup sulit karena saya tidak tahu menahu tentang topik itu, tetapi karena tidak ada pilihan lain akhirnya saya ingin mencoba bangkit setelah tertinggal pada proposal gelombang pertama, dan sebelum gelombang kedua dibuka saya mencari literatur dari internet dan ayah yang merupakan orang berpengalaman dalam bidang pendidikan (oh iya, proyek yang ditawarkan pak dosen ini adalah tentang "akreditasi SMK"), kemudian mencari lokasi penelitian dan selanjutnya menuju lokasi penelitian untuk bertanya-tanya tentang akreditasi dan sekolahnya.

Alhamdulillah, karena ALLAH telah menyadarkanku bahwa "Sekecil apapun sebuah masalah/ tugas, jika tidak dikerjakan tidak akan pernah selesai". Dan karena itu, aku bisa bangkit, mengejar ketinggalan pertama untuk menuju wisuda di gelombang proposal kedua dengan semangat, usaha, doa, dan dukungan keluarga terutama ayah dan kakak. Terimakasih semuanya.

Dosen menyalahkanmu, mencoret proposal/ skripsimu, bertanya tentang kasusmu adalah bukan untuk menjatuhkanmu! Tetapi ia ingin mengukuhkan pengetahuanmu, ia ingin mengoreksimu, ia ingin membenarkanmu meskipun dengan bertanya yang menyusahkanmu dan menjadikanmu tampak tidak bisa apa-apa. Jangan berhenti di situ! Jadikanlah itu semangat, cambuk untuk semakin memahami topik pada proposal/ skripsimu. Beliau tidak ingin menghina atau menjatuhkanmu, tetapi sebaliknya, ia ingin kau paham sepenuhnya tentang apa yang kau buat sebelum kau di sidang oleh dosen lain yang ia tidak dapat membantumu ketika itu! Jika kau berhenti ketika banyak kesalahan dan dicoret oleh dosenmu, hasilnya kau tak dapat menyelesaikan tugas akhirmu, jangan biarkan itu! Jadilah orang yang berpikir luas, berhati lapang, dan terus kerjakan. Hingga ketika semua terlalui, kau akan bisa tersenyum dan berterimakasih kepada beliau, orang yang kau kira selalu membuat soal yang sulit, orang yang selalu menyalahkan, orang yang kau kira selalu benar dan selalu menyalahkanmu! Ya, kau akan berterimakasih sekali kepada orang itu.

Alhamdulillah, setelah 4 tahun belajar di universitas, 1 bulan PKL, 1 bulan KKN, dan beberapa bulan mengerjakan skripsi akhirnya kami wisuda. Terimakasih untuk orang tuaku, saudara-saudaraku, dosen-dosenku, teman-temanku, dan semuanya yang tidak mungkin aku sebut satu-satu. Dan aku tahu, wisuda bukanlah akhir perjalanan, tetapi perjalananku masih berlanjut dengan perjuangan yang lain.

Untuk kalian yang sedang menempuh studi, semoga kalian selalu semangat dan sukses nantinya. Jangan lupa, jika saat mengerjakan skripsi pesanku yang di atas (quote) semoga kalian bisa menjadi pribadi yang lebih tegar dari aku, tahan banting, dan tidak rapuh. Jangan lupa selain berusaha juga berdoa, semoga ALLAH memberikan kita kesuksesan dunia dan akhirat. Aamiiin.

Kamis, 20 Januari 2011

Download mp3 pengajian dakwah islam

Materi tentang:
- Hakikat manusia diciptakan
- Jalan yang harus kita tempuh
- Larangan tasyabbuh hari raya orang kafir (natal dan tahun baru)
- Bersabar menghadapi cobaan
- Bersabar taat kepada ALLAH
- Dan lainnya.

Banyak orang yang menganggap mudah jalan hidup ini (untuk menuju ALLAH subhanahu wa ta'ala).
Tetapi pada kenyataannya, jalan menuju ALLAH subhanahu wata'ala tidaklah mudah dan enak.
Bahkan, jalan ini berat. Tetapi janganlah berputus asa dan berpaling.
Tetaplah di jalan ini, karena kita akan mendapatkan apa yang kita tanam di dunia, kelak di akhirat kebahagiaan yang abadi, InsyaALLAH.

Download mp3 kajiannya.

Jumat, 20 Juni 2014

"Kamu bisa mengendalikan mimpi?"

Hanya sebuah coretan...  
"Kamu bisa mengendalikan mimpi?" kata-kata itu terngiang di benakku. Entah kenapa aku terobsesi dengan sesuatu yang berhubungan dengan "dapat mengendalikan mimpi". Entah lah sebenarnya hanya masalah kecil dan tak perlu untuk dipikirkan :-) tapi tak apalah untuk sekedar mengisi coretan blog ini agar tidak lengang dari yang namanya posting.

Kembali ke judul, kalau aku disuruh menjawab pertanyaan itu. Tentu jawabannya adalah tidak bisa bahkan sulit bagiku, entah kenapa ada orang yang mudah melakukannya tetapi ada yang perlu bersusah-susah dulu baru bisa mengendalikan mimpinya. :-).

Tetapi, lepas dari apapun itu mimpi. Yang lebih manfaat dan perlu diperhatikan adalah kehidupan nyata kita dan bekal untuk menuju akhirat, untuk dapat kembali ke kampung halaman yaitu surga. Yups, dalam kata lain adalah kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan di dunia ini dengan bekerja dan berkarya kemudian juga beribadah sebaik-baiknya (dengan mengikuti petunjuk yang ada, sesuai dengan pemahaman para pendahulu yang sholeh atau para salafussholih) bukan sekedar beribadah yang banyak tanpa dasar atau dalil karena kita beragama berdasarkan dalil bukan akal, akal di belakang dalil bukan akal mendahului dalil (al-quran dan hadits). Silahkan melihat video berikut:



Sekian,
Semoga bermanfaat.

Sumber video: Hanya untuk orang cerdas.

Jumat, 24 Oktober 2014

[Baru - update Oktober 2014] Cara mengambil gaji Adsense melalui WU di kantor pos

Bismillah,
Gajian pertama dari Google Adsense adalah hal yang ditunggu-tunggu, bahkan mungkin bukan yang pertama pun tetap ditunggu ketika saat membutuhkan uang. Nah,  kali ini saya berbicara tentang Cara mengambil uang Adsense melalui Western Union (WU) di Kantor Pos untuk berbagi informasi dan panduan khususnya bagi sobat blogger yang baru dan akan gajian dari Adsense-nya.

Sebelumnya masuk tutorial atau panduannya, yang perlu sobat blogger tahu tempat mengambil yang mudah adalah di kantor pos berlogo WU. Sedangkan untuk di tempat lain yang berlogo WU juga bisa tetapi kadang terdapat masalah, seperti yang banyak diceritakan oleh para blogger di blognya ketika saya membaca-baca tentang cara mengambil uang google adsense di google. Di sana ada yang mencoba mengambil di AlfaMart  yang menerima pengambilan uang dari WU tetapi pindah-pindah ke swalayan lain karena mungkin uangnya sana tidak cukup atau masalah lain. Sedangkan untuk pengambilan melalui bank BRI lancar tetapi ada biaya materai 6 ribu untuk pengambilan uang via WU. Sedangkan untuk via kantor pos tanpa potongan apapun, dan dengan cara dan proses yang mudah.

Berikut ini adalah langkah-langkah mengambil uang via WU di kantor pos:
  • Ketika pendapatan Anda  mencapai 100 dolar pada bulan ini, maka pembayaran akan diproses bulan berikutnya. Misalkan bulan Agustus kemarin mencapai 100 dolar, maka akhir bulan Oktober Anda baru dapat mengambil bayaran tersebut (sekitar tanggal 22 atau lebih). Ketika pembayaran sudah siap diambil maka Anda akan mendapatkan e-mail dari Google seperti berikut:
    Screenshot e-mail pemberitahuan dari google bahwa gaji adsense dapat diambil (oleh karyafikri.blogspot.com)
    Screnshot e-mail pemberitahuan pembayaran
  • Setelah mendapatkan e-mail tersebut silahkan membuka akun google Adsense Anda di http://google.com/adsense lalu silahkan klik link "Pembayaran terbaru" atau "Lihat Pembayaran" untuk menuju halaman Riwayat Pembayaran.
  • Kemudian klik link Pembayaran Otomatis: Western Union xxx seperti pada gambar berikut:
    Halaman riwayat pembayaran google adsense (karyafikri.blogspot.com)
    Screenshot link Pembayaran Otomatis WU (klik untuk memperbesar)
  • Setelah Anda klik link tersebut, maka Anda akan disajikan alamat Anda, kode transaksi WU, alamat google, dan lain-lain yang dibutuhkan dalam pengambilan uang. Berikut adalah screenshotnya:
    Screenshot pembayaran dan yang diperlukan saat mengambil pembayaran di WU kantor pos (karyafikri.blogspot.com)
    Tanda terima bayaran
  • Pada bagian bawah sendiri terdapat sub-judul "Bawa persyaratan berikut bersama Anda". Itulah yang diperlukan saat mengambil gaji adsense Anda di kantor pos yang berlogo WU. Selain tanda pengenal, sebagai catatan jangan lupa memfotocopy tanda pengenal tersebut (baik SIM, KTP, atau yang lainnya) sebanyak 2 kali atau lebih karena kadang petugas kantor pos meminta fotocopyan KTP Anda.
  • Kalau Tanda Terima Bayaran  seperti yang tampil di atas diprint, dicatat, atau difoto khususnya pada bagian paling bawah.
  • Setelah semua hal di atas beres, silahkan menuju kantor pos dengan membawa persyaratan yang sudah saya jelaskan, kemudian silahkan tanya terlebih dahulu apakah bisa ambil uang dari WU. Kalau bisa Anda akan disuruh mengambil formulir/ blanko pengambilan uang dari WU seperti berikut:
    Blanko Form Western Union di Kantor Pos
    Blangko/ formulir penerimaan uang WU (klik untuk memperbesar)
  • Silahkan mengisi blangko tersebut sesuai dengan nama depan Anda, nama belakang Anda, alamat, dll sesuai dengan tanda pengenal Anda. Kemudian isikan penerima (GOOGLE INC), alamat google, nomor telepon tidak perlu, jumlah uang silahkan isi dengan angka dalam satuan dolar (masalah kurs sudah ditangani kantor pos), tuliskan kode transaksi (kode MTCN). Dan terakhir silahkan tanda tangan.
  • Setelah pengisian selesai, silahkan serahkan blangko kepada petugas kantor pos.
  • Tunggu sejenak prosesnya dan taraaaa, selamat Anda sudah menerima bayaran dari hasil blogging Anda.
  • Untuk yang muslim jangan lupa say Alhamdulillah and then syukuran membelikan saudara atau keluarga jajan atau makanan :). Dan semoga berkah, dan melanjutkan semangat mengisi blog dengan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain baik untuk dunia maupun akhirat. 
Sekian share kali ini,
Semgoa bermanfaat.

Link Referensi:
- Blangko WU adalah re-upload dari blog ardilas.com yang membahas masalah yang sama.

Sabtu, 24 Desember 2011

Puisi : Ayah

Ayah,
Ku tahu samudra hidup telah kau arungi
Banyak kisah yang tak terucap
Hanya tersimpan di hatimu
Dan yang tersisa hanya senyummu

Ayah,
Kau tetap tenang dan tegar
Meski banyak masalah menerpa menghadang

Ayah,
Aku masih ingat masa kecilku
Kita pernah hidup susah dan serba kekurangan
Namun kau tak pernah mengeluh dan tetap berjuang
Terus berjalan dengan kejujuran dan kesabaran
Hingga akhirnya aku, saudaraku, ibu dan kau menikmati hasil jerih payahmu
Kau tetap tak banyak kata, hanya bersyukur dengan senyum bahagia

Ayah,
Aku tahu, aku tak bisa membalas jasamu
Hanya dengan diam & patuhku itu yang bisa aku lakukan
Tak tertinggal do'a kepadaNYA, agar kau mendapatkan RidhoNYA
Seperti do'aku untuk ibu, mendapatkan bahagia dunia akhirat

Ayah,
Terimakasih
Dan maaf atas semua ulahku

Fikri si Pemimpi @ Kediri

Senin, 02 September 2013

Rindu hidup bersamamu (ahlussunnah)

bismillah,

ahlul bid'ah sebenarnya memiliki semangat, tapi tidak berlandas ilmu

begitu juga teroris
mereka semangat jihad, tapi ilmu terlalu dangkal sehingga tersesat

(keduanya rugi dunia dan akhirat)

inti : Tak cukup berbekal SEMANGAT untuk beribadah tanpa adanya ILMU

karena setiap ibadah harus berlandas 2 syarat agar diterima oleh Allah. yaitu ikhlas dan mutaba'atussunnah (mengikuti sunnah)

.
satu kaidah penting "ilmu sebelum berkata dan beramal"
.

sajak tak beranak (untuk pengobat rindu hidup bersama ahlussunnah):

alangkah indah hidup dengan sunnah
tanpa amalan2 melelahkan berbau bid'ah

wahai ahlussunnah
ukhibbukum fillah

.
Kediri,
Muis Nado

Kamis, 09 Februari 2012

Atlet - pencak silat, beladiri

Pencak silat merupakancabang olahraga beladiri yang digali atau warisan dari nenek moyangbangsa Indonesia. Dewasa ini pencak silat semakin populer dan semakinbanyak digemari oleh masyarakat. Pencak silat memiliki cukup banyakmanfaat antara lain untuk membela diri, kesehatan, pendidikandan prestasi.

Karate adalah olahragaberasal dari negeri MatahariTerbit, Jepang. Sebagai atlet karateka perlu adanyastamina kondisi badan yang fit. Ini perlu adanya latihan fisik yangmengarah kepada pembentukan kekuatan, kecepatan, daya tahan gunamenunjang suatu kondisi fisik yang tangguh.


Pencak silat, karate dan olahragabeladiri yang lain kini memiliki banyak cabang yang entah berapabanyak di dunia ini. Dengan di belahan dunia yang berbeda nama,ataupun memang beda gaya dari gerakan-gerakan yang ada. Namun padaintinya adalah untuk membela diridan bukan untuk menyerang orang lain, apalagi yang tak bersalah. Dan poin yang penting lagi adalah bukan untuk merusak danberperang karena permasalahankecil apalagi karena berbeda guru atau superguruan atau cabang namayang berbeda. Hal ini tidak saja merugikan masing-masing pihakdikarenakan jatuhnya korban jiwa, namun juga sebenarnya adalahmencoreng nama baik, entahitu nama baik perguruan dari pencak silat bersangkutan atau nama baiknegara di masyarakat dan di dunia internasional. Karena dengan adanyaperselisihan yang besar-besaran hingga menyebabkan meninggalnyaseseorang bukanlah memperbaiki nama baik namun memperburuknama baik.

Bukankah perdamaian, keamanan, ketentraman itulah yang selalu didambakan setiap jiwa?Bukankah memaafkan adalah lebih baik daripada perselisihan yangmenghancurkan dan mematikan? Bukankah nikmat hidup itu adalahbenar-benar kenikmatan yang harus disyukuri dengan menghargai hiduporang lain? Karena dunia bukan surga, bertindaklah semaumu, dan kauakan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Berperilakulahyang bijak, dan tunjukkan pada dunia bahwa dirimu adalah pendekaryang profesional, bukan amatiran.


Materi Referensi :
LKS Penjas OrKes SMA XI-B Semester 2

Minggu, 06 November 2016

Ikuti Aksi Bela Al-Quran Setiap Hari, Yuk!

Bismillah,
Mengisi sebuah blog yang mungkin sudah banyak sarang laba-labanya jika diibaratkan rumah. Yah, hanya sebuah coretan singkat untuk memanfaatkan momentum saja, ya kemarin lusa kan ada aksi damai bela Al-Qur'an pada tanggal 4 november 2016 atau 4-11.

Nah tapi kali ini saya bukan mengajak sobat untuk turun ke jalan, tapi pada posting ini saya hanya akan berbagi sebuah gambar yang berisikan ajakan untuk MEMBALA AL-QUR'AN setiap hari, bagaimana caranya? Mudah kok, baca, renungi dan amalkan. Baca di mana saja dan kapan saja, kecuali di tempat yang terlarang..... cek this out sob............

Aksi bela alquran setiap hari

Di bawah tulisan "AKSI BELA AL-QURAN SETIAP HARI" terdapat sebuah terjemahan surat Fathir ayat 29 yang menjelaskan keutamaan membaca al-qur'an sob. Berikut ini adalah teksnya:
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allahdan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagiandari rezeki yang Kami anugerahkan kepada merekadengan diam-diam dan terang-terangan,mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”.(QS. Fathir: 29).".

Yups, perdagangan yang tidak ada ruginya dan bahkan akan banyak sekali keuntungannya tentu dapat kita petik nanti di akhirat, InsyaAllah.

Sekian share kali ini, semoga bermanfaat.

Selasa, 24 Juli 2012

Tiket masuk surga VS tiket masuk neraka

Bismillah,
Mungkin ada yang bertanya, berapakah harga tiket masuk surga?? Bermacam-macam, namun kebanyakan adalah gratis. Asal mau taat pada Sang Pencipta dan menjauhi laranganNYA. Rasulullah bersabda yang artinya "setiap umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan". Siapakah yang tak mau masuk surga? Yaitu yang tidak mau taat Allah dan rasulNYA. Ya, yaitu orang yang memilih jalannya sendiri, sedangkan Rasulullah sudah menerangi jalan untuk mengambil tiket ke surga yang insyaALLAH terang sampai akhir zaman.
Contoh : sholat, puasa, membaca alquran, belajar ilmu agama, dsb.

Bicara tiket masuk surga jadi ingat bagaimana dengan harga tiket masuk neraka? Mungkin aneh jika saya membahasnya, namun di pembahasan singkat ini kita harus tahu tiket masuk neraka walau tidak ada yang penasaran ataupun bertanya, karena "siapa yang mau masuk neraka?" pasti jawabnya tidak ada. Disana ada banyak macam, dari yang gratis sampai mahalnya "gak ketulungan" Entah membayar dengan uang, keselamatan, ataupun kehormatan. Nah tambah aneh lagi, siapa yang mau membeli tiket ke neraka dengan uang, keselamatan, bahkan kehormatan?. Karena bujuk rayu setan, banyak diantara manusia yang ingin surga dunia tapi secara bersamaan membeli tiket untuk menuju neraka akhirat. Na'udzubillah, semoga kita dapat istiqomah untuk selalu taat kepada Allah dan menjauhi larangannya. Aamiiin.
Contoh : merampok, maling, korupis, jual & beli obat2an terlarang, jual & beli dan minum minuman keras, dll.

Demikian yang dapat saya tulis pada kesempatan ini, semoga bermanfaat.

Jumat, 01 Juni 2012

Puisi : Kerinduan - kampung akhirat


Pelan tapi pasti
Aku menujumu
Tak tahu kapan dekat

Aku tak ingin menodai mimpiku
Tapi, noktah-noktah hitam telah berkumpul
Cukup untuk membuat hitam yang putih

Namun,
Aku masih bernafas...
Untuk memperbaiki yang telah silam
Anfas...

.
1 Juni 2012

Sabtu, 13 Juni 2015

Puisi: Kampung halaman yang terlupa

Bismillah,
Puisi: Kampung halaman sejati - surga (karyafikri.blogspot.com)
Reupload dari Kanghaki (Mu'min Rindu Kampung Halaman Sejati - Surga)
Fana dunia
Jangan kau cinta
Pencarian abadi tak akan kau temui
Karena di sini adalah kisah sementara

Akhirat adalah kepastian nyata
Janji abadi di sana
Oleh Sang Pencipta

Jangan takut atau sedih
Duka dan lara di sini hanya sementara
Semua rasa selalu berganti menyapa

Sabar! jika surga adalah tujuan
Semoga bahagia abadi di sana

Dunia sementara ini
Jadikan titian menuju indahnya surga
Kampung halaman sejati, yang terlupa

Oleh: Fikri Thufailiy
Kediri, 13 Juni 2015

Jumat, 22 Februari 2013

(Bukan) Tentang aku...

bismillah,
Hal yang paling penting dalam hidup adalah kita harus memiliki prinsip atau paling tidak motto sebagai dasar kita untuk melangkah.
Lalu hal kedua, belajar dari apa yang terjadi. Baik kesalahan ataupun kejadian yang lainnya. Dan jika itu adalah kesalahan agar kita tidak mengulanginya lagi.
Dan yang terakhir, kita akan berarti dan merasa memiliki arti ketika peduli dengan orang lain.
Mungkin dari ketiganya ada yang benar atau salah. Hanya ambillah yang mungkin bermanfaat.
Tapi yang benar-benar paling penting adalah... agama. Berusaha terus untuk istiqomah dalam kebaikan diri dalam masalah agama dan akhirat. Juga kalau bisa untuk orang lain dan tanpa melupakan keadaan kita di dunia.

Ini coretan kecil...
Sebelum ke masjid dan menuju persiapan clandita part 4. :)

Selasa, 16 Agustus 2011

Adaptasi Kemaksiatan (filosofi katak)

Bismillah,
Adaptasi kemaksiatan filosofi katak shared by karyafikri.blogspot.com

Tulisan ini adalah karya dari sahabat saya yaitu akhi Toni Tegar Sahidi, saya sungguh terkesan sekali, walaupun kesannya sederhana tapi pesan yang disampaikan sangat dalam, mengandung filosofi tinggi yang membuat saya tersindir dan skak Mat, Sobat Blogger gak usah kawatir artikel ini saya share atas seijin penulisnya loh, jadi 100% halal dan bisa dinikmati sahabat semua, Penasaran...?? silahkan langsung dibaca...

Ini kisah yang cukup populer. Saya pertama kali mendengarnya ketika masih remaja sembilan tahun lalu. Ijinkan saya untuk menyampaikannya kembali untuk Anda.

Alkisah, ada seorang ilmuwan ingin mengadakan eksperimen. Untuk itu ia harus merebus seekor katak hidup-hidup. Ia pun menyiapkannya. Diambilnya sebuah panci, diisinya dengan air secukupnya lalu diletakkan di atas tungku. Dengan sabar ia menunggu hingga air mendidih. Air pun mendidih lalu diambillah si katak malang, lalu dimasukkanlah katak tersebut ke air yang tengah mendidih tersebut.

Namun apa yang terjadi? Si katak yang merasakan suhu yang berubah drastis kontan sigap. Ia kaget, ia tanggap, katak pun kontan melompat keluar dari panci. Si Katak kali ini selamat.

Namun si ilmuwan yang gagal dengan percobaan pertamanya tak kehilangan akal. Kali ini ia menyiapkannya dengan cara yang berbeda.

Diambilnya lagi sebuah panci yang lain, dan sama seperti sebelumnya, ia isi dengan air lalu ia letakkan ke atas tungku. Namun sebelum ia nyalakan tungkunya, dengan air dalam kondisi masih dingin, ia masukkan si katak ke dalam panci. Si katak yang memang biasa dengan air, pun merasa nyaman-nyaman saja dengan kondisi ini, toh hitung-hitung mandi berendam. Si ilmuwan pun menyalakan tungkunya, namun kali ini apinya kecil saja agar air tak cepat mendidih.

Perlahan namun pasti air dalam panci pun menjadi kian hangat. Namun si Katak masih nyaman-nyaman saja, “sekalian mandi air hangat” begitu pikirnya. Namun air pun kian menghangat, dan menghangat, si katak masih merasa nyaman dan aman. Hingga satu titik, ketika air sudah mulai sangat panas, kali ini si katak sudah tak tahan, ia mencoba melompat. Namun sayang, kali ini ia tak bisa. Air sudah terlalu panas dan si katak sudah terlalu lemah. Akhirnya si Katak pun mati, terebus bersama air panas tersebut.

Sadar atau tidak, adakalanya kita menemukan orang-orang yang menjadi katak ini. Atau jika mau jujur bercermin, boleh jadi kita-lah katak tersebut. Ketika seorang shalih diajak untuk bermaksiat terang-terangan sudah pasti ia akan menolak. Namun syaithan sungguh cerdas, alih-alih langsung terang-terangan, setan akan mendekatinya dengan perlahan-lahan, membuainya hingga terasa aman, nyaman, menjadi kebiasaan, hingga akhirnya yang ada hanyalah penyesalan. Sadar atau tidak, si shalih terlah beradaptasi terhadap kemaksiatan.

Jika api besar dan air mendidih adalah dosa besar, maka api kecil adalah dosa-dosa kecil yang kita biarkan, yang kita anggap biasa, lumrah, wajar, atau bahkan kita merasa nyaman-nyaman saja dengannya. Sebagaimana air hangat yang melenakan, pelan namun pasti dosa kecil kian memanaskan kita hingga suhu yang membinasakan.

Terlebih manusia sering meremehkan ha-hal yang ada embel-embelnya “kecil”, batu kecil, uang kecil, anak kecil, dan termasuk pula dosa kecil. Sehingga tak jarang kita pun tak ambil pusing dengan dosa-dosa kecil yang kita perbuat. Jangankan taubat, istighfar pun seolah tak sempat. Kita merasa aman, kita nyaman, padahal ini strategi jitu syaithan yang menyesatkan,

Maka benarlah Rasulullah yang mengajak kita untuk mewaspadai dosa-dosa kecil. Dalam sebuah hadits riwayat Ahmad Rasulullah bersabda, “Hati-hatilah terhadap dosa-dosa kecil. Hal itu tidak ubahnya seperti sekelompok orang yang turun ke sebuah lereng gunung. Mereka masing-masing membawa sebatang ranting kayu sehingga dengan ranting-ranting kayu itu bisa mereka masak roti. Dosa-dosa kecil kapan saja di lakukan oleh seseorang ia akan menjadi celaka”.

Karena memang dosa kecil yang dibirkan ibarat titik kecil yang ditoreh dia atas kertas. Satu titik memang tak ada apa-apanya dibandingkan luasnya putih kertas. Namun jika ditorehkan berkali-kali , dan berkali-kali, tanpa henti, tanpa pernah kita menghapusnya, pada akhirnya kita pun merasa asing dengan warna putih kertas semula. Maka lihat, apa yang kita anggap sepele, satu titik hitam di kertas putih, namun jika diteruskan maka putihnya kertas kan berubah menjadi hitam.

Inilah cerdasnya syaithan, tak diajaknya seorang ustadz untuk langsung berzina, diajaknya ia untuk sekedar memandang sambil berkata “toh ini cuman memandang”, berlanjut saling SMS-an dengan perkataan yang sama “toh cuma SMS”, berlanjut memberi perhatian, pertemuan, pegang tangan, pacaran dan seterusnya sampai terjadilah zina. Sampai disinipun adakalanya timbul kerasnya hati, “toh nanti bisa bertaubat”. Bahkan ampunanNya pun kini dianggapnya remeh.

Tak diajaknya seorang muslim untuk langsung murtad. Dihembuskannya sedikit demi sedikit apa yang menarik hatinya, bisa lawan jenis, jabatan, kedudukan, harta, atau hal-hal non materi seperti jaminan, kebebasan ataupun kemenangan. Dibuatlah sedikit demi sedikit apa yang bertentangan dengan agama menjadi indah, dan kita pun terpesona dengannya. Disisi lain ditampakkanlah agamanya dengan sesuatu yang buruk-buruk, dianggap kuno, nggak gaul, radikal, teroris. Dibuatlah kita membenci apa yang selama ni kita yakini, di awal kita mendiamkan teman yang menjelek-jelekkan agama, esoknya kita lah yang membelanya, bahkan menggantikannya berbicara hal sama. Dibuatlah ucapan soal Tuhan, Surga dan Neraka adalah dongeng khayalan orang terdahulu, tanpa sadar kita pun mengangguk-angguk. Pelan tanpa pasti, sadar atau tidak, akidah itu pun lepas begitu saja.

Sebagaimana saya, boleh jadi Anda pun menemuinya di sekitar kita. Ada teman yang dahulunya ketua rohis, kini berubah layaknya preman. Ada yang dahulunya begitu aktif ikut pengajian, kini alergi dengan hal-hal keislaman. Ada yang dahulu begitu rapat ia menutup aurat, kini begitu nyaman ia buka-bukaan. Bahkan ada pula yang dahulu ikut sholat dengan khusyuknya, namun kini berpindah agama, menyembah selain Allah yang Esa.

Dan begitulah cara syaithan menyesatkan anak adam. Sebagaimana kisah katak yang direbus, begitulah manusia dijerumuskan perlahan-lahan, begitu sadar semuanya sudah terlambat. Luka fisik, rasa skit, isak tangis, penjara, hamil luar nikah, ataupun cacat seumur hidup sungguh masih tak ada apa-apanya dibanding panasnya nyala neraka akibat tiadanya taubat.

Sesal di dunia masih ada obatnya, sesal di akhirat hendak kemana kita lari dari siksaNya?

Maka sebelum terlambat, sudah saatnya kita bangun, tanggap, sadar, dan segera melompat dari panci dosa-dosa kecil, sebelum panasnya membuat kita kian terlena, lalu binasa. Mengutip nasehat sahabat saya, pada akhirnya kita harus sadar bahwa ini bukan soal besar kecilnya sebuah maksiat, namun yang terpenting ialah, kepada siapa kita bermaksiat?

Malang 3 Agustus 2011
Ditulis oleh: Toni Tegar Sahidi

“Menanti si katak Melompat Keluar”


+++
Original post by : Insan Robbani