Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri bintang. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri bintang. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Mei 2012

[part-3] Rain & Windy - Pertemuan terencana

Pertengahan Maret 2012
Pojok Taman Kota
19.05

Di sebuah kedai kecil "Batas Kerinduan", Rain dan Feel sedang asyik berbincang-bincang.
Feel : "Siapa cewek itu?"
Rain : "Namanya Windy, aneh"
Feel : "Kau suka?"
Rain : (diam dan tetap memandang tempat dimana Windy biasa duduk)
Feel : "Kau selalu melihat dia dari sini dan entah sudah berapa kali kau menemuinya. Apa kau punya rasa padanya?"
Rain : "Kau bicara apa?"
Feel : "Banyak cewek yang ke taman ini, duduk-duduk, dan tak sedikit yang mampir ke kedai kita. Tapi sejauh ini kamu tak ada perhatian lebih, tapi..."
Rain : "Tapi pada cewek itu yang belum pernah ke sini dan hanya duduk di tempat yang sama, datang dan pergi pada waktu yang sama aku memperhatikannya." (sela Rain sebelum Feel melanjutkan ucapannya).
Feel : "Huh, ya itu maksudku. Kau selalu menyela pembicaraanku dan melanjutkannya sesuai dengan apa yang ingin aku katakan"
Rain : "Aku tahu alur otakmu"
Feel : "Hem...?"
Rain : "Bukan apa-apa, kita sudah lama kenal"
Feel : "Ya, aku tahu sifatmu tapi tak bisa menebak apa yang ada di otakmu. Sepertinya otakmu kosong"
Rain : (hanya tersenyum)
Feel : "Jadi kau suka dia?"
Rain : "Apa cukup dengan itu kau berkesimpulan? Yang kau lihat tak selalu menunjukkan isi hati orang"
Feel : "Ya, kau benar. Makanya aku ingin memastikannya dengan tanya kamu"
Rain : "Dia sudah datang, sebentar lagi aku ke sana" (jawab Rain sambil mengarahkan jari telunjuknya ke tempat duduk Windy)
Feel : "Oke"
Rain : "Aku pergi dulu, nanti jangan lupa kunci pintunya"
Feel : "Yaps, semoga bahagia"
Rain : "Apa katamu?"
Feel : "Untuk apa itu?"
Rain : "Aku" (Rain sedang membuat kopi-susu hangat)
Feel : "Pasti buat dia"
Rain : "Apa dunia sesempit ini..."
Feel : "Sepertinya orang yang dekat denganmu akan tahu kalau kamu aneh, atau merasakan dirinya sendiri yang aneh"
Rain : "Setiap orang aneh"
Feel : "Tapi kau yang paling parah"
Rain : "Oke, aku pergi dulu" (Rain keluar kedai untuk menemui Windy)
Feel : "Ya, hati-hati"

***

Taman Kota ini
19.15

Windy menghitung bintang, Rain berdiri dua meter di sebelah kiri tempat duduknya. Dia belum juga menyadari kehadiran Rain. Dua menit sudah Rain hanya berdiri dan memperhatikan tingkah Windy, akhirnya Rain berjalan mendekati tempat duduk Windy.
Rain : "Apa yang kau lakukan?"
Windy : "What?" (kaget hilanglah hasil hitungan di jari-jarinya)
Rain : "Apa yang kau lakukan di sini?"
Windy : "Seperti biasa. Kau mengagetkan dan hilanglah hasil hitunganku!"
Rain : "Aneh"
Windy : "Aku menghitung bintang terang, bintang berkelip, dan bintang redup"
Rain : "Ini" (kata rain sambil memberi kopi-susu yang dibuatnya lebih dari 2 menit yang lalu)
Windy : "Sejak kapan kamu berubah jadi punya hati?"
Rain : "Setelah semua bintang jatuh"
Windy : "Hah... bener-bener orang aneh"
Rain : "Ini, mau tidak?"
Windy : "Kamu tak memberi jampi-jampi pada minuman ini kan?"
Rain : "Aku beri jampi-jampi biar kamu gak sakit lagi"
Windy : "Apa? aku gak sakit! Emang otakmu yang sakit!"
Rain : "Oke kalau gak mau aku minum sendiri"
Windy : "Ups, aku mau..." (dengan nada lirih)
Rain : "Apa? aku gak dengar?"
Windy : "Aku gak nolak"
Rain : "Ini"
Windy : "Terimakasih" (sambil menerima kopi-susu dari tangan Rain)
Rain : "Malam ini ada berapa bintang?"
Windy : "Haha, akhirnya kamu ingin tahu juga"
Rain : (diam dan berpikir "apa yang ku tanyakan? kenapa aku bertanya seperti itu!")
Windy : "Hey, kopi-susu ini mulai dingin"
Rain : "Aku sudah 2 jam yang lalu membuatnya dan menunggu kamu di sini"
Windy : "Hah, menunggu di mana? aku baru datang"
Rain : "Menunggu di sini, apa kamu gak sadar?"
Windy : "Dasar pembual"
Rain : "Dua menit"
Windy : "Apanya?"
Rain : "Lihat bintang itu, terang tak berkedip, kebiruan" (sambil menunjuk satu bintang terang)
Windy : "Sejak kapan anak ini berubah sok romantis" (bergumam)

Sejenak suasana hening, mereka diam sambil memandang bintang itu. Taman malam ini tak seramai biasanya, hanya beberapa orang berlalu-lalang tanpa duduk tenang. Udara dingin, angin sejenak berhembus.
Rain : "Dingin, sepi"
Windy : "Baru kali ini kau bersikap seperti ini, apa yang kau mau?"
Rain : "Aku selalu berubah"
Windy : "Ini seperti bukan dirimu"
Rain : "Bahkan kau belum mengenalku"
Windy : "Ya..."
Rain : "Oke, aku ingin pendapatmu"
Windy : (diam sambil melihat tangan Rain membuka selembar kertas)
Rain : "Ini tulisanku, esai. Aku ingin pendapatmu"
Windy : "Tidak salah lagi, benar yang aku rasakan pasti kamu ada maunya berubah seperti ini...haha" (sambil tertawa penuh kemenangan)
Rain : "Tak masalah, sekarang atau besok kau baca"
Windy : "Oke" (langsung merebut kertas yang dibawa Rain)
Rain : "Hey, hati-hati! Nanti rusak!"
Windy : "Ini, baik-baik saja. Aku baca dulu"
Rain : "Oke..."

(5 menit kemudian)
Windy : "Hah! Tulisan apa ini. Bener-bener gak bermutu, jelek!"
Rain : (Diam, melihat ekspresi Windy)
Windy : "Ini esai? Bukan esai! Tapi mirip diary yang ditulis anak kelas 5 SD" (serius, tanpa sedikit senyum di wajahnya)
Rain : "Yang benar? coba lihat" (mengambil kertas itu dari tangan Windy)
Windy : "Jangan bilang kau salah ambil kertas!" (sambil memasang muka seram ingin memakan Rain)
Rain : "Tidak" (sambil melipat kertas itu dan menaruhnya di saku bajunya)
Windy : "Haha... muka pasrah. Tapi aku suka gaya bahasa sederhana dan apa adanya itu. Itu pasti sifat kamu sebenarnya"
Rain : (diam)
Windy : "Sudah tahu kan sekarang bagaimana pendapatku? Aku gak bercanda, itu bener-bener hancur. Jelek, gak mutu!"
Rain : "Iya, aku tahu. Terimakasih" (dalam hati "Aku harus bisa memperbaiki kualitas tulisanku, argh... bahkan mirip diary anak kelas 5 SD?? apa gak terlalu! Kenapa gak sekalian mirip anak TK")
Windy : "Untung masih mirip tulisan anak 5 SD, coba saja kalau mirip anak kecil yang belum sekolah! Pasti gak ada orang yang bisa baca. haha" (dengan nada meledek)
Rain : "Huft. Oke... Terimakasih. Oh iya, masih berapa lama waktumu?"
Windy : "Masih lama, anak mama. Kenapa? kamu mau pulang dulu? Silahkan, nanti dicari mama"
Rain : "Lihat di sana, ada bintang jatuh!" (kata Rain sambil memasang muka kaget dan serius)
Windy : "Hah, mana?" (memandang ke arah yang ditunjuk Rain)

Windy melihat langit sambil mencari bintang jatuh, Rain perlahan tanpa suara meninggalkan Windy.
Windy : "Mana bintang jatuhnya? Tidak ada!" (masih sambil mencari bintang jatuh)
Rain : (berhasil melarikan diri, berjalan menjauh)
Windy : "Hey, kau bohong ya! Ups, kemana orang menjengkelkan itu. Pasti ini akal-akalan dia! Huft. Kenapa tak terpikir olehku. Benar banyak ide busuk di otaknya, dan aku gak bisa menerka sedikitpun. Sepertinya otaknya kosong tapi entah selalu berubah-ubah sikapnya. Bener-bener orang aneh sedunia! Oh, iya aku bisa menerka. Bukannya tadi dia ada maunya aku tahu, walau asal ngomong" (sambil menoleh ke kiri dan ke kanan, tapi tak melihat Rain)

Windy berbicara sendiri, itulah kebiasaannya seperti saat menghitung bintang dan sebelum kenal Rain. Dia menghabiskan kopisusu dan tepat 20.00 meninggalkan taman itu. Kini, taman tanpa Windy :-).

Selasa, 13 November 2012

Puisi : Langit tanpa bintang

malam tanpa bintang
Sumber gambar : lifestory-ceritakehidupan.blogspot.com

Malam ini
Ku nikmati malam di bawah langit tanpa bintang
Gelap tapi bukan menakutkan
Pesona hitam tenang
Diam...

Aku tak tahu ke mana pergi bintang-bintang yang biasanya menghias langit gelap malam, lalu membuat gelap menjadi indah yang dirindukan. Seperti malam ini, tak ada satu bintang pun yang menghiasi langit saat awan putih dikejar sepoi angin. Kemanakah perginya? jika kau tahu, kasih tahu aku.

Meski tanpa bintang, ku nikmati malam di bawah langit gelap tenang dengan diam. Berpikir tentang bintang yang hilang, lalu memikirkan waktu yang berjalan terus menuju masa depan. Sejenak kemudian, memikirkan penantian, dari kau hingga aku, yang kita menanti sebuah panggilan dari-Nya.

Aku
Masih menikmati waktu bersanding rindu
Karena waktu tak sanggup merubah rasaku

Aku
Rindu hidup bersanding denganmu

.untukmu yang berjiwa hanif.

Jumat, 22 Juni 2012

Puisi : Tentang Bintang Malam

Dengan harap hatiku memahami
Bahwa, bintang tercipta untuk menjadi bintang
Menerangi, jauh tanpa bisa disentuh
Cahayanya terlihat kecil di sini
Dan menempuh perjalanan panjang untuk menuju bumi

Dengan harap hatiku memahami
Bahwa bintang tercipta untuk menjadi bintang
Bukan untuk menjadi makhluk lain atau jatuh ke bumi

Tentang bintang yang hadir di setiap malam
Atau tersembunyi oleh siang
Aku tak dapat memahami apa dan bagaimana semua berjalan
Tapi, paling tidak aku harus terus belajar
Mengerti, bahwa bintang tercipta untuk menjadi bintang

22 Juni 2012

Jumat, 09 Maret 2012

[part-2] Rain & Windy : Buku harian Rain

Awal Maret 2012
20.11 PM

Dear Diary,
Aku baru bertemu Windy, si anak mama yang sudah lama ku lihat di taman itu (bukan ngintip!). Memang malam ini indah, cerah dan banyak bintang bertaburan yang sebagian berkedip padaku, Windy pakai acara sok romantis segala, :-P.

Aku sudah lama sekali melihat dia di taman itu, tapi baru awal tahun ini aku menyapa hidungnya dan ini masih yang kelima. Aku butuh bantuan dia, mungkin karena aku tak punya orang dekat. Jadi terpaksa aku membutuhkan dia :-D.

Sampai saat ini aku belum tahu apa yang dilakukan Windy, duduk santai di tempat itu, sejenak diam sejenak mulutnya mengucap untaian kata, kadang menghitung bintang (dasar orang kurang kerjaan!) saat langit terang dan banyak bintang. Ya, dia selalu di tempat yang sama, datang pada waktu yang sama dan pergi juga pada waktu yang sama di hari yang sama. Apa yang sebenarnya dia lakukan, tidak mungkin jika hanya menunggu seseorang yang diimpikan. Sampai bintang jatuh pun tidak akan pernah pangeran impianmu itu datang Win!!! Huh, ingin berteriak di mukamu rasanya. Mana mungkin tidak ada perjanjian dan rencana bertemu bisa menunggu seseorang di sana? hah... dasar pemimpi kecil.

Ups, jangan katakan kalau dia terobsesi sebuah film karena kebanyakan nonton film! atau dia ingin tertimpa durian di malam hari? haha, tapi bagaimanapun dia orang yang cocok untuk aku mintai pendapat tentang karya-karya jelekku. Karena dia orangnya cukup asyik dan berkata apa adanya (mungkinkah begitu,diary?) iya semoga...^_^

Jadi?
Rencana di pertemuan selanjutnya adalah... Minta pendapat Windy!

Oke diary
Sampai jumpa kapan-kapan lagi ya diary-ku?
Aku pasti mencoret-coret wajahmu, biar penuh dengan kata-kata jelekku.
Jangan pernah merinduiku, karena kalau sudah ku coret pasti kamu gak bakal rindu bahkan jengkel padaku :-P.

Bye...

Aku - Rain


Cerita selanjutnya ---> Pertemuan Terencana
Ini diary Rain setelah bertemu dengan Windy.
Untuk sobat yang belum tahu kisah pertemuan Rain & Windy silahkan klik di sini --> Rain & Windy (bukan kisah romantis)

Rabu, 08 Agustus 2012

Tentang cahaya yang menyinari dunia

Cahaya matahari :
Cahaya matahari adalah sumber kehidupan, ia tercipta untuk memberikan cahaya yang menyinari dunia sekaligus memberikan harapan hidup untuk makhluk. Karena tanpa cahaya matahari, tumbuhan, hewan, manusia tidak akan bisa hidup. Selain air, cahaya matahari adalah salah satu penopang penting dalam kehidupan ini. Dan... membuat gelap menjadi terang, juga menjadikan siang di samping malam.

Cahaya bulan :
Cahaya bulan bisa bersinar karena mendapatkan cahaya dari matahari. Sebagaimana manusia dapat hidup karena diberikan ruh oleh Sang Pencipta. Dan cahaya bulan adalah pancaran kerinduan, kerinduan terhadap kebenaran & kepada Sang Pencipta. Sedangkan kerinduan yang tidak terobati adalah sumber dari penderitaan batin manusia, karena sesungguhnya setiap hati itu merindukan kebenaran. Ketika pemilik hati mengingkarinya dan tidak mendekatkan diri kepadaNYA, maka yang ada adalah kesedihan dan tumbuhnya penyakit batin.

Cahaya bintang :
Cahaya bintang adalah cahaya petunjuk. Karena ALLAH menjadikannya sebagai penunjuk arah bagi orang yang mengetahui ilmunya. Dan selain penunjuk arah mungkin banyak lagi yang bisa kita dapatkan dari cahaya bintang, namun hal itu tidak boleh menjadikan kita "memuja" bintang. Karena ia juga makhluk, sama seperti makhluk lain yang akan musnah, sehebat apapun ia.


Selasa, 06 Maret 2012

[part-1] Rain dan Windy - Bukan Kisah Romantis

Windy : "Rain, aku rindu"
Rain : "Rindu siapa?"
Windy : "Rindu hantu!"
Rain : "Ya sudah, sana berpelukan dengan hantu"
Windy : "Dasar gak punya hati, rindu kamu ngerti!"
Rain : "Oh, aku juga rindu kamu"
Windy : "@#$#"
Rain : "Diam?"
Windy : "Gak apa-apa, orang aneh"
Rain : "Siapa yang aneh?"
Windy : "Rain, malam ini indah ya"
Rain : "Iya, dingin"
Windy : "Selalu gak nyambung. Indah, lihat bintang itu"
Rain : "Kenapa dengan bintang itu?"
Windy : "Dia memancarkan kerinduan seseorang kepada orang lain"
Rain : "Dari mana kamu tahu?"
Windy : "Ngarang!!!"
Rain : "Haha, pastinya"
Windy : "Kamu tuh gak ada romantis-romantisnya Rain!"
Rain : "Aku bukan orang romantis"
Windy : "#$^@%$"
Rain : "Ada apa dengan wajahmu? Ekspresi apa itu?"
Windy : "Gak ada, aku cuma mau menikmati indah bintang malam ini. Walau kamu bilang dingin, dan aku akan mengingat selalu malam ini. Akan ku simpan baik memoriku"
Rain : "Ya, semoga saja"
Windy : "Apa maksudmu???"
Rain : "Semoga kamu selalu ingat"
Windy : "Ya. Kalau kamu?"
Rain : "Apa?"
Windy : "Gak ada, lupakan"
Rain : "Oke... di taman ini. Pertama kali kita bertemu kan?"
Windy : "Kamu masih ingat, ku pikir kau sudah lupa"
Rain : "Kamu selalu duduk di sini di malam seperti ini, sendiri"
Windy : "Dan kamu selalu mengintip aku"
Rain : (hanya tersenyum)
Windy : "Tapi akhirnya aku gak sendiri lagi. Aku bersama orang yang selalu mengintipku dulu. Dan orang yang sangat menjengkelkan sedunia"
Rain : "Menjengkelkan? Tapi kenapa kamu mau aku temani?"
Windy : "Tak tahu, walau menjengkelkan tapi nyaman di sisimu"
Rain : "Bilang saja kamu suka aku"
Windy : "Hah???"
Rain : "Wajah mu memerah"
Windy : "Hah? Kamu sok keren, sok cool, sok gak suka aku!"
Rain : "Emang kamu tahu?"
Windy : "$%@#$$#"
Rain : "Kamu, selalu di sini malam begini. Apa yang kamu lakukan?"
Windy : "Seperti saat ini, aku membayangkan ada seseorang menemaniku untuk menikmati malam dan bintang"
Rain : "Imajinasimu pasti di atas rata-rata"
Windy : "Kata-katamu selalu gak nyambung"
Rain : "Haha, dasar anak mama"
Windy : "Aku anak papa dan mama ngerti!"
Rain : "Oke, sudah cukup... aku pamit"
Windy : "Mau ke mana?"
Rain : "Pulang"
Windy : "Kamu gak punya rumah, mau pulang ke mana?"
Rain : "Rumah mama dan papa"
Windy : "Hahaha. Kamu pasti pemecah rekor dunia untuk orang aneh dan menjengkelkan!"
Rain : "Hem, kamu masih rindu? Tak mau ditinggal?"
Windy : "Apa yang kamu katakan? Sudah pulang sana!"
Rain : "Jangan pura-pura. Oke aku pulang dulu, anak mama juga cepat pulang ya?"
Windy : "Kamu tuh yang anak mama!"
Rain : "Bye manis"
Windy : "What? Bahkan kamu memanggil aku manis. Aneh, bener-bener aneh nih orang"

Rain berjalan pulang menuju rumahnya. Windy sejenak menikmati sepi malam ini, di telinganya masih terngiang kata "Bye manis". "Dasar, apa maksud dia memanggil aku manis. Ini orang selalu aneh, tak bisa ditebak jalan pikirannya. Benar kalau dia orang aneh sedunia" gumam Windy.

Rain dalam bahasa kita berarti hujan, dia memang selalu dingin tapi selalu memberikan kesejukan. Sedang Windy dalam bahasa kita berarti berangin, dia membawa sedikit keributan. Keributan yang membuat hancur apa yang ada di sekitarnya, tapi juga bisa membuat tertata rapi apa yang ada. Rain & Windy bisa saling melengkapi untuk menghancurkan dunia dan juga bisa membangun dunia agar menjadi lebih indah. *_*

Diary Rain (setelah pertemuan ini)

6 Maret 2012
Oleh : Fikri si Pemimpi

Kamis, 17 Juli 2014

Puisi: Hujan datang bukan karena bintang

Bismillah,
Sebuah rasa itu berawal dari terbiasa, walau ada yang tidak seperti itu karena ada rasa yang memang tumbuh perlahan dari pengalaman, secara mendasar, atau dengan cara-cara lain. Bicara tentang rasa, ya saya suka hujan apapun alasannya :-) atau bahkan tanpa alasan.

Tapi, hujan datang bukan karena bintang
Ia datang atas kehendak Sang Maha Perkasa
Dititah, lalu ia perlahan menyapa

Hujan,
Adalah salah satu nikmat
Dari Sang Pemberi nikmat
Hujan,
Atas kehendakNya lah ia ada
Datang dan pergi berdasar izin-Nya

Terimakasih Tuhan
Kau ciptakan hujan untuk kita
Menghiasi dunia
Dan memberi bahagia

Dan kita semua tahu
Hujan datang bukan kerena bintang
Itu adalah kehendak dan izin Sang Kuasa

Kediri, 17 Juli 2014

Jumat, 19 Oktober 2012

Hasil voting "Apakah kamu bahagia?"

Bismillah,
Saatnya sedikit bersantai, posting dari sesuatu yang kurang perlu dianggap menjadi "seperti" perlu. Ya, saat ini saya akan berbagi output dari inputan pengunjung blog "Thufailiy" pada awal juli sampai akhir agustus kemarin. Yaitu tentang pertanyaan (dalam widget) yang berada di atas posting yang menanyakan "Apakah kamu bahagia?" Selama kurang-lebih 2 bulan tersebut, terdapat 23 pengunjung yang mengisikan sesuatu yang dapat dibaca (beberapa tidak dapat dibaca dan percobaan, jadi tidak saya hitung). Silahkan perhatikan grafik lingkaran pecah di bawah ini :

grafik / chart hasil voting "apakah kamu bahagia" karyafikri.blogspot.com

Dari 23 pengunjung tersebut, dapat dibagi menjadi 4 jawaban :
1. Iya atau bahagia 
Pengunjung bahagia adalah 17, entah dari segi apa dengan jawaban bermacam-macam (misalkan : saya bahagia, tentu saja, iya, iya aku bahagia sekali, alhamdulillah, dan lain-lain)
2. Tidak 
Terdapat 2 pengunjung yang tidak bahagia, dengan jawaban yang sudah pasti yaitu "Tidak".
3. Mungkin (antara iya dan tidak) 
Terdapat 2 pengunjung yang menginputkan "entah" alias antara iya dan tidak atau tidak tahu :).
4. Lain-lain 
Terdapat 2 pengunjung yang menginputkan jawaban di luar tema, namun dapat dibaca. Yaitu menjawab "Please lika my photo" -Hem? foto yang mana? :D padahal tak dikasih link pula.- dan "Bintang cintaku" -Saat puisi bintang banyak dicari-.

Dari grafik lingkaran (yang pecah-pecah di atas) dapat saya simpulkan bahwa pengunjung blog ini mayoritas pengunjung adalah sobat-sobat yang bahagia, dan semoga sobat lain yang sedang tidak bahagia ataupun kurang bahagia saat itu, saat ini dan yang akan datang menjadi bahagia seperti sobat-sobat yang lain atau bahkan lebih.

Untuk pengunjung yang telah sudi mengisi formulir tersebut terimakasih, semoga bahagia dan kebaikan Anda diganti oleh ALLAH dengan yang lebih baik. Aamiiin.

NB :
Data diolah menggunakan microsoft office excel 2007, kemudian diberi pernik-pernik menggunakan inkscape.

Minggu, 11 Maret 2012

Asa & Cita (Bagian 4)

Asa di Kota Aksi dan Cita di Kota Impian, memang jauh berseberangan tapi bertautan. Matahari telah menyembunyikan dirinya, menyinari bagian dunia lain. Malam ini tenang, langit begitu indah dihiasi bintang-bintang kecil yang sebagian saling berkedip mesra. Angin semilir, udara sejuk di kota mereka.

Senin, 20.45 PM di Senja - Kota Impian
"Humh, akhirnya siang dan sore berlalu, malam sudah siap menemaniku. Hari yang cukup melelahkan, bagaimana bisa banyak surat yang harus diantarkan sedangkan di zaman ini teknologi sudah canggih! Bisa melalui SMS atau E-mail atau apalah namanya." gumam Cita merasa kesal. Kemudian dia melihat handphone-nya.
"Seharian dia tidak sms, walau sekedar satu titik! Ya, sekedar satu titik atau sms kosong! Ah kenapa aku begitu peduli, emang dia siapa gue!" celoteh yang terdengar dari mulut Cita yang mengetahui tidak ada sms satupun dari Asa setelah seharian sibuk.
Akhirnya Cita merebahkan raga yang lelah. Tertidur pulas melepas lelah.

Senin 20.45 PM di Fajar - Kota Aksi
"Alhamdulillah, hari ini berjalan lancar dan aman. Ayah sudah tidur, pasti ayah lelah. Dan aku ingin sedikit menulis tentang hari ini di diary-ku. Tapi kenapa Cita tetap begitu dingin, orang paling dingin di dunia adalah dia. Oke, aku mau menulis di diary. Hari ini adalah hari yang biasa, tapi tidak seperti biasanya. Apakah aku rindu Cita? orang yang paling cuek sedunia itu? Sampai aku mimpi tidak jelas tapi aku yakin itu tentang dia. Hm, kenapa orang bisa cuek seperti itu? Apakah tidak ada yang lebih cuek dari dia!. Diary, hari ini aku tidak banyak cerita dan hanya itu yang bisa ku tulis. Semoga saja dia bisa berubah menjadi orang yang baik, tidak dingin dan peduli dengan perasaan orang lain. Asa - Maret 2012".
Asa mengambil hp dan menulis untaian kata "Doa sebelum tidur." yang kemudian dikirimkan kepada kontak "Tidak ada nama" yang ada di handphone-nya -yaitu Cita-.

Bagian 5 (terakhir)
Cermin (cerita mini) oleh Fikri si Pemimpi berjudul Asa dan cita. Klik di sini untuk bagian 3.

Rabu, 21 Agustus 2013

Alangkah bahagia (Uje -rohimahulloh- ingin rujuk ke Manhaj yang benar)

Bismillah,

Qodarulloh, saya baru tahu berita tentang keinginan rujuknya Uje atau ustad Jefri al Buchori -rohimahullohkepada Manhaj yang benar yaitu Manhaj Salaf baru kemarin dan hari ini saya menelusuri sumber berita. Alhamdulillah, insyaAllah berita ini shohih (silahkan mengunjungi link klarifikasi di akhir tulisan ini untuk mengetahui sumber klarifikasi).

Berikut adalah salah satu tulisan berita yang cukup mewakili beberapa berita yang terseber di beberapa media internet baik facebook, blog, web, atau yang lainnya:
Habis berbincang-bincang dengan ust. Syafiq Reza Basalamah, MA -hafidhzahullah-, saya tanyakan kpd beliau perihal kabar yang menyebar dijejaring sosial mengenai hubungan beliau dengan Ust Jefri Al Bukhori. Ternyata kabar itu benar adanya, kata beliau:” awal saya mengenal Jefri waktu musim haji tahun 2005, waktu itu saya ditugaskan pemerintah Arabsaudi, untuk menjadi mursyid (pembimbing) jamaah haji Indonesia , kebetulan saya dapat jama’ahnya Jefri, akhirnya kenal dekat dengan beliau dan hubungan pun berlanjut.”
Ust Syafiq juga seringkali dimintai utk membimbing jama’ah umrahnya ust. Jeri satiap kali beliau umrah. Bahkan Ust Syafiq juga pernah mengisi kajian di rumah ust. Jefri atas permintaan ust Jefri sendiri.
Beliau melanjutkan ” Jefri itu masyaAllah, orang yang terbuka untuk menerima nasehat. Pernah saya melihat Jefri dalam sebuah sinetron, dia memerankan peran ustadz di sinetron itu, namun dalam sinetron itu ada adegan yang berbau syirik. Kemudian saya hubungi dia untuk memberi masukan perihal sinetron yang dibintanginya itu. Beliau pun menerima dan berhenti dari sinetron itu. Pernah pula waktu saya berkunjung ke rumahnya, sy melihat dia memakai kaos bergambarkan supermen di atas gambar supermen itu ada gambar Bintang DVID yg merupkn lambangnya orang yahudi. Saya nasehati dia, dia pun menerima dengan segera dan melepas kaos itu. Jika bertemu di madinah Jefri biasanya ngehubungi saya, kemudian kita berbincang-bincang dan hubungan itu terus berlanjut melalui via BBM.”
Semoga Allah membalas ust Syafiq dengan kebaikan-kebaikan atas dakwah beliau dan semoga Allah mengampuni kekhilafan-kekhilafan ust Jefri dan merahmati beliau.
Dikabarkan Oleh Abu Usaamah Sufyan
Hari Jum’at Pagi
( WAFAT DI PUCUK TAUBAT )
Kurang lebih sebulan yang lalu, saya bertemu seorang alumnus Universitas Madinah al Ustadz Abu Nizar Mirjani Djohan berasal dari kalimantan, beliau jurusan Hadits, sedikit bercerita-cerita tentang ta’lim assatidz salafy Indonesia di Saudi Arabia.
Kami berdua bercerita tentang ta’lim Ustadz Syafiq Reza Baasalamah hafizhahullah di Saudi, Ustadz abu nizar berkata “Jefri al Bukhari setiap datangkan jama’ah Indonesia untuk Umrah, ketika sampai di madinah jefri al bukhari senantiasa meminta ustadz syafiq membimbing jama’ah umrahnya, dan ustadz syafiq senantiasa menashihati jefri al bukhari di madinah, dan jefri al bukhari senantiasa memberikan hadiah untuk ustadz syafiq, kami pernah tanya ke ustadz syafiq tentang barang baru yang dimiliki beliau, beliau menjawab “ini hadiah dari jefri”.
Insya Allah khabar ini Tsiqat (dipercaya) dan teman ana Ustadz Abu Nizar adalah alumnus hadits di univ.madinah dan sekarang sama-sama bernaung di sebuah ma’had dengan saya, Setiap manusia tentu ada proses untuk berubah,dan menuju perubahan itu tidak langsung berubah seluruhnya tentu bertahap, terlebih seorang tersebut sudah menjadi tokoh, dan Allah adalah Rabb yang maha pengampun.
Begitupun kita melihat Ustadz Jefri al Bukhari -rahimahullah- semoga Allah mengampuni segala kesalahannya, tentu beliau ada niat untuk berubah dalam hal manhaj yakni tengah berusaha menuju manhaj salaf, dan dengan ketsiqahan khabar diatas pasti mempunyai efek / pengaruh dikehidupan ustadz jefri sebelum ia wafat dan tanda-tanda beliau untuk berusaha untuk ruju’ ke salaf terlihat dimedia :
1. Ustadz Jefri mengurangi bahkan sudah jarang muncul di televisi.
2. Ustadz Jefri ingin kembali kepada agama Allah yang murni.
pada web : http://hot.detik.com/read/2013/04/26/121549/2231225/230/opick-uje-ingin-kembali-kepada-allah-dengan-murni?hd771104bcj
salah tokoh pesohor di negeri ini Opick mengungkapkan :
“Dia bilang akhir-akhir ini agak aneh, dia merasa dirinya sangat banyak dosa, kekurangan. Saya menangkap ada ruang tobat yang besar dipenghujung hidupnya. Ingin kembali kapada Allah dengan murni,” ungkapnya.
Uje sebelumnya memang mengaku ingin berhenti berceremah. Ternyata hal itu juga sempat diutarakannya kepada Opick.
“Ada kegelisahan dia, saya menangkap ini hal luar biasa. Kita semua berdua,” ujarnya.
Sebagaimana kita lihat di media, mema
3.Ustadz Jefri mau pensiun dini untuk berdakwah.
http://hot.detik.com/read/2013/04/26/122938/2231238/230/ini-alasan-uje-ingin-berhenti-ceramah?991104topnews
Uje berkata :
“Kalau saya terus ceramah, terus siapa yang ceramahin saya? Ada kegelisahan dia. Saya menangkap ini hal luar biasa,” kisah Opick.
Sebelumnya adik Uje, Fajar Sidiq juga menuturkan sang kakak memang pernah bilang kepada dirinya niat berhenti berdakwah. “Gue mau istirahat, ceramah sudah capek,” ungkap Fajar menirukan ucapan Uje.
Terlepas dari segala kesalahan yang terdapat dari diri Uje, tentu dari segala kesalahan itu menuju perubahan sebagaimana Al Imam Al Ghazali rahimahullah yang beliau malang melintang didunia tasawuf diakhir hayatnya beliau ruju’ kepada salaf, namun ajal tak lamakemudian menjemputnya sehingga cita-cita beliau untuk meluruskan(membenahi)kesalahan karya nya yakni kitab “ihya ulumuddin” tidak tercapai.
Semoga Allah senantiasa menjaga diri kita, keluarga kita serta keturunan kita untuk beristiqamah pada ajaranNya. sebagaimana Wasiat Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu :
“Aku berwasiat kepada kalian, wahai hamba-hamba Allah agar kalian bertaqwa padaNya, Dia telah membuat perumpamaan bagi kalian, menetapkan ajal bagi kalian, memberikan telinga yang kalian mengerti maksudnya, memberi kalian mata yang kalian mengerti maksudnya,memberi kalian hati yang kalian mengerti maksudnya, sungguh Allah tidaklah menciptakan kalian dengan sia-sia, dan tidak menghentikan peringataNya dari kalian, Allah memuliakan kalian dengan nikmat yang melimpah, dan Dia menyiapkan balasan untuk kalian , maka bertaqwalah dijalan Allah, bertaqwalah dijalan Allah wahai hamba-hamba ALLAH.”[ash habur Rasul shalalallahu alaihi wa sallam ;mahmud al mishri].
istiqlal
#Jenazah yang dishalatkan oleh mayoritas kaum muslimin#
Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwa anaknya telah meninggal di kawasan Qudaid atau ‘Asfan. Maka ia pun berkata, “Wahai Kuraib (budak beliau), lihatlah berapa orang yang telah berkumpul untuk menyalatkannya.” Kuraib berkata, “Maka aku pun keluar, ternyata orang-orang telah berkumpul untuknya. Lalu aku memberitahukannya kepada Ibnu Abbas.” Dia bertanya, “Apakah jumlah mereka telah mencapai empat puluh orang?” Kuraib menjawab, “Ya.” Kemudian Ibnu Abbas berkata, “Keluarkanlah mayatnya, karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ فِيهِ
‘Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, dan dishalatkan oleh empat puluh orang, yang mana mereka semua ini tidak menyekutukan Allah, niscaya Allah akan memberikan syafaat mereka kepadnya.” [HR. Muslim no. 948]
Dari Aisyah radhiallahu anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ
“Tidak ada satupun mayat yang dishalatkan oleh kaum muslimin dengan jumlah mencapai seratus orang, dan semuanya mendo’akannya, kecuali do’a mereka untuknya akan dikabulkan.” [HR. Muslim no. 947]
FOTO : [Ratusan simpatisan Iringi jenazah Uje menuju Masjid Istiqlal]
(sumber : attaqwapik)
Untuk berita lainnya silahkan lihat di beberapa link berikut:

Semoga ALLAH mengampuni beliau, dan memberi hidayah-Nya kepada saya dan kita semua yang masih hidup di dunia. Untuk klarifikasi sumber berita berikut ini adalah linknya:
- Klarifikasi pertama
- Klarifikasi kedua

Sekian, semoga membawa manfaat.

Sebagai catatan, salafy bukan golongan/ kelompok.
Salafy adalah "Islam Sesungguhnya".
InsyaAllah.

Minggu, 13 Mei 2012

Animasi (gif) gambar love untuk hp

love animasi gif

Seperti pada posting sebelumnya tentang coret-coret di inkscape, gambar animasi gif di atas saya buat dengan cara yang sama. Dan terinspirasi oleh gambar tersebut. Kemudian terpikir untuk membuat bintang berbentuk love alias cinta beranimasi atau apalah namanya. Gambar ini untuk sobat-sobat yang suka koleksi animasi gif untuk hp, handphone, atau di laptop/ komputer juga. Silahkan diambil.

Oh, ternyata fisya.tk-nya terlalu besar ya?
Maaf. InsyaALLAH di karya yang akan datang  saya perkecil.
Btw kok gak karyafikri.blogspot.com? wah terlalu panjang dan jelek nanti kalau panjang-panjang. Yah, mending fisya.tk :-). Lalu kemanakah arah alamat tersebut? silahkan dikunjungi saja biar sobat tahu, hehe...

Sekian terimakasih
Salam semangat

Kamis, 04 September 2014

Resensi Buku: Inilah jalanku, jalan Rasulullah dan para Sahabat dalam beragama

Bismillah,
Lama sekali tidak fokus ke blog ini, pada kesempatan ini untuk mengisi waktu luang dan mengisi kekosongan blog ini saya akan mereview buku atau tepatnya merensensi sebuah buku. Yang bulan Syawal kemarin saya beli di Yufid Store dan jika Anda tertarik dan ingin membeli insyaALLAH di sana masih ada. Berikut ini adalah tentang buku tersebut:

Judul Inilah Jalanku, Jalan Rasulullah dan Para Sahabat dalam Beragama
Penulis Abu Mushlih Ari Wahyudi
Tahun terbit 2014
Tebal 98 Halaman
Penerbit Pustaka Muslim
Nilai *****

Resensi buku berjudul inilah jalanku - jalan rasulullah dan para sahabat dalam beragama oleh karyafikri.blogspot.com
Jepret sampul buku Inilah Jalanku - Jalan Rasulullah dan Para Sahabat dalam Beragama

Buku mungil ini akan mengenalkan kepada kita tentang cara beragama yang baik dan benar, menghindari perpecahan dikarenakan pengelompokan diri atau bergolong-golongan dalam beragama. Karena pada kenyataannya setiap kelompok pasti akan mengaku yang benar, mengaku Islamnya yang paling benar, dan pastinya mereka mengaku mengikuti jalan Rasulullah. Bahkan tidak jarang perselisihan antar kaum muslimin dengan alasan perbedaan kelompok, sehinga terjadilah perpecahan dan semakin melemahnya kaum muslimin.

Sedangkan seluruh kaum muslim sepakat, bahwa umat ini akan selamat jika mengikuti al-Qur'an dan as-Sunnah (al-Hadits), namun yang menyebabkan perpecahan adalah tidak semua kaum muslimin mengikuti jalan Rasul dalam memahaminya. Mereka (sebagian muslimin) tidak mengikuti cara beragama rasul, sahabat, tabiin, tabi'ut tabi'in, dan juga orang-orang yang mengikutinya dengan baik. Sebagian muslim malah menempuh cara baru dengan pemahaman-pemahaman sendiri dengan tokoh-tokohnya sendiri dan mereka bangga dengan hal itu, inilah yang menyebabkan umat ini terpecah belah dan lemah. Dan kita berlindung dari yang demikian.

Nah, buku ini akan memperkenalkan Anda kepada generasi terbaik umat ini. Menjelaskan pentingnya mencintai dan mengikuti mereka (juga orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik). Sebagaimana dalam surat Surat at-Taubah ALLAH berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya:
"Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha pada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya itulah kemenangan yang besar" (QS. At-Taubah [9] : 100)

Untuk Anda yang masih awampun insyaALLAH buku ini tetap dapat dimengerti karena buku ini dimulai dari perkenalan istilah, contoh, dan beberapa kerancuan tentang istilah kemudian dilanjutkan dengan pengertian Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Pada bab akhir, penulis memberikan judul yang tepat yaitu tentang haramnya berpecah belah menjadi berbagai jama'ah dan partai.

Dilihat dari segi penulisan dan bahasa, buku ini memiliki struktur yang bagus, penulisan rapi, dan diksi yang cukup baik (jadi dapat bintang lima deh). Dan semoga saya bisa menulis resensi buku-buku lain yang bermanfaat untuk sobat yang sedang mencari buku atau sebagai bahan referensi dan semisalnya ^_^.

Akhir kata, saya hanya akan mengutip motto buku ini:

Kenapa kita harus ngotot membela seorang tokoh, beberapa individu, sebuah partai, yayasan, organisasi, pergerakan, perhimpunan, kesatuan aksi, atau apapun namanya kalau ternyata mereka menyimpang dari jalan Rasul dan para Sahabat?!

Sekian resensi buku ini,
semoga bermanfaat.

Sabtu, 25 Februari 2012

Cahaya di tengah kegelapan

Akhirnya kurasakan
Segala hal yang sangat perih
Akhirnya semua telah hilang
Tanpa harapan ku melangkah

Berjalan dalam gelapnya sang malam
Tanpa mentari
Tanpa bintang
Tanpa bulan
Dan tanpa harapan
Sendiri merasakan nikmatnya dingin
Di bawah ribuan tetes air hujan
Hanya bisa tersenyum dan tertawa
Dalam suhu yang membunuhku

Dan hanya bisa menunggu,,,
Menunggu goresan langit
Yang menemaniku Sedikit demi Sedetik
Bersama merdu suara petir

Yang menaburkan
Sedikit "cahaya di tengah kegelapan"

Sebuah perjalan panjang



Oleh : Bilal (terlalu-gila.blogspot.com)


Puisi di atas adalah kiriman dari sobat blogger yang unik, yaitu sahabat Bilal. Puisinya bagus sekali. Semoga tegar dan tetap bersemangat, menjalani liku hidup yang tajam. Dan terimakasih sobat.